Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rukyatulhilal untuk menentukan awal Jumadilawal 1448 Hijriah di Rumah Falak, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).
Meski posisi hilal secara perhitungan astronomis telah memenuhi kriteria MABIMS, pengamatan langsung tidak berhasil melihat hilal karena ufuk barat tertutup awan tebal.
Baca juga: 2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Rukyatulhilal tersebut berlangsung pada 29 Rabiulakhir 1448 H dengan melibatkan Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ), Planetarium dan Observatorium Jakarta, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, serta pegawai Kemenag.
Para peserta mengamati ufuk barat menggunakan teleskop dan peralatan rukyat yang disiapkan bersama HAAJ dan Planetarium dan Observatorium Jakarta.
Baca juga: Hilal Rabiulakhir 1448 H Terpantau di Jakarta, Ini Hasil Pengamatan Kemenag
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Muchlis M. Hanafi menjelaskan, berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Sabtu (10/10/2026) pukul 22.49 WIB. Pada Minggu, matahari terbenam pukul 17.45 WIB, dengan ketinggian hilal mencapai 6° 10′ 12″ dan sudut elongasi 10° 22,11′.
Secara hisab, posisi hilal tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Kriteria tersebut menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Namun, pemenuhan kriteria secara astronomis tidak membuat hilal otomatis dapat terlihat saat pengamatan.
Dalam rukyatulhilal di Rumah Falak, awan tebal yang menutupi ufuk barat menghalangi pengamatan langsung terhadap hilal.
Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi menjelaskan, hisab dan rukyat merupakan dua metode yang saling melengkapi dalam penentuan awal bulan Hijriah.
“Hisab dan rukyat adalah dua pendekatan yang saling melengkapi. Hisab memberikan prediksi akurat tentang waktu ijtimak dan posisi hilal, sedangkan rukyat menjadi pembuktian langsung di lapangan. Hisab menuntun arah dan waktu pengamatan, sementara rukyat meneguhkan hasil perhitungan,” ujarnya.
Menurut Ismail, keterpaduan hisab dan rukyat terlihat dalam pengamatan hilal di Rumah Falak. Data hisab, termasuk azimut dan ketinggian hilal, digunakan sebagai acuan untuk mengarahkan teleskop ke posisi yang tepat.
Pengamatan kemudian dilakukan untuk memastikan apakah hilal yang berdasarkan perhitungan berada di atas ufuk dapat terlihat secara langsung. Karena itu, hilal yang tidak terlihat tidak serta-merta menunjukkan adanya kekeliruan dalam perhitungan hisab.
Ismail menjelaskan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan rukyatulhilal. Cahaya hilal yang sangat tipis mudah terhalang awan, terutama ketika posisinya masih dekat dengan ufuk.
Penerapan kriteria MABIMS juga menjadi bagian dari upaya memadukan perhitungan astronomis dengan hasil pengamatan.
Kriteria tersebut dirumuskan berdasarkan perhitungan astronomis dengan mempertimbangkan hasil pengamatan dalam jangka panjang di negara-negara anggota.
Posisi hilal yang memenuhi kriteria MABIMS menjadi salah satu acuan dalam pembahasan sidang isbat, bersama laporan hasil rukyat dari berbagai daerah.
Dengan demikian, penentuan awal bulan Hijriah mempertimbangkan data perhitungan sekaligus hasil pengamatan yang dilaporkan.
Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag terus mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang didukung ilmu pengetahuan.
Keterlibatan pelajar, komunitas astronomi, dan lembaga sains dalam kegiatan rukyatulhilal diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ilmu falak.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan, komunitas astronomi, dan pemerintah dalam pengamatan hilal serta pengembangan pengetahuan astronomi Islam.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.