Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Rilis Posisi Hilal Awal Muharam 1448 H, Ini Hasilnya

Kompas.com, 15 Juni 2026, 18:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama merilis data posisi hilal menjelang penetapan awal Muharam 1448 Hijriah.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi penentu awal Muharam 1448 H terjadi pada Senin (15/6/2026).

Ijtimak tersebut bertepatan dengan 29 Zulhijah 1447 H pada pukul 09.54 WIB.

Data hisab ini menjadi informasi awal untuk mendukung pelaksanaan rukyatulhilal dalam penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia.

Baca juga: Arab Saudi Ajak Muslim Pantau Hilal 17 Mei, Penentu Awal Zulhijah dan Jadwal Idul Adha 2026

Kemenag sebut data hilal bagian dari layanan keagamaan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat mengatakan, informasi posisi hilal merupakan bagian dari layanan keagamaan Kementerian Agama.

Menurut Arsad, data tersebut disiapkan untuk memberikan gambaran awal mengenai posisi hilal sebelum pelaksanaan rukyat.

“Data hisab memberikan informasi awal mengenai posisi hilal yang akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan rukyat. Semua proses dilakukan secara terbuka, ilmiah, dan sesuai ketentuan syariah yang berlaku,” ujar Arsad di Jakarta, dilansir dari laman Kemenag.

Arsad mengatakan, penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan melalui integrasi hisab dan rukyat.

Pendekatan tersebut menjadi upaya membangun kesepahaman dalam penentuan kalender Hijriah nasional.

Muharam diharapkan perkuat kedamaian

Arsad menambahkan, momentum Muharam perlu dimaknai sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Menurut dia, pergantian tahun Hijriah tidak hanya berkaitan dengan kalender keagamaan.

Momentum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kemaslahatan dan kepedulian sosial.

Hal ini sejalan dengan tema Peaceful Muharam 1448 H yang didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat, Lebaran 2026 Diprediksi 21 Maret, Ramadan Berpotensi 30 Hari

Hilal berkisar 0,92 hingga 4,02 derajat

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menjelaskan, berdasarkan hasil hisab, ketinggian hilal saat Matahari terbenam hari ini bervariasi di wilayah Indonesia.

Ketinggian hilal tercatat berkisar antara 0,92 derajat di Merauke hingga 4,02 derajat di Sabang.

Selain itu, elongasi geosentris atau jarak sudut antara Matahari dan Bulan berkisar antara 5,64 derajat di Merauke hingga 6,98 derajat di Sabang.

Ismail mengatakan, parameter tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan peluang keterlihatan hilal.

Sebagian besar wilayah penuhi kriteria MABIMS

Ismail mengatakan, posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi batas minimum Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.

Kriteria MABIMS yang digunakan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

“Merujuk Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi batas minimum yang ditetapkan,” kata Ismail Fahmi.

Menurut Ismail, kondisi tersebut menunjukkan peluang kuat hilal memenuhi kriteria awal bulan Hijriah.

Meski demikian, hasil rukyatulhilal tetap menjadi bagian penting dalam proses penetapan awal Muharam 1448 H.

Baca juga: Sidang Isbat Ramadhan 2026 Ditetapkan 17 Februari, Ini Dasar Hisab-Rukyatnya

Data hisab dipublikasikan untuk masyarakat

Ismail mengatakan, publikasi data hisab dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Melalui publikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami proses penentuan awal bulan Hijriah secara utuh.

Pemahaman itu mencakup aspek astronomi dan ketentuan syariah dalam penetapan kalender Hijriah.

Kemenag menegaskan bahwa proses penentuan awal Muharam 1448 H dilakukan secara terbuka, ilmiah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar