KOMPAS.com - Menjelang operasi, seseorang mungkin merasa cemas, takut, atau khawatir terhadap proses dan hasil tindakan medis yang akan dijalani. Selain mempersiapkan diri secara medis, umat Islam dapat berdoa kepada Allah SWT agar operasi berjalan lancar, tenaga medis diberi kemudahan, dan pasien memperoleh kesembuhan.
Tidak ada satu doa khusus sebelum operasi yang ditetapkan secara spesifik dalam Al-Qur’an atau hadis sahih. Namun, umat Islam dapat membaca ayat Al-Qur’an tentang kesembuhan serta doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memohon perlindungan dari rasa sakit dan kesembuhan dari penyakit.
Salah satu ayat yang dapat dibaca sebelum menjalani operasi adalah Surah Asy-Syu'ara ayat 80:
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn
Baca juga: Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?
Artinya: “dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS Asy-Syu'ara: 80).
Ayat tersebut menegaskan keyakinan bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT. Bagi pasien yang akan menjalani operasi, ayat ini dapat menjadi pengingat untuk memohon pertolongan dan menenangkan hati di tengah ketidakpastian.
Membaca ayat ini bukan berarti mengabaikan tindakan medis. Pasien tetap perlu mengikuti arahan dokter, menjalani pemeriksaan, dan mematuhi persiapan operasi. Doa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual yang menyertai usaha medis.
Umat Islam juga dapat membaca doa yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Rasulullah SAW membaca doa ini ketika mengunjungi orang sakit dan memohon kesembuhan bagi mereka.
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allāhumma rabban-nāsi, ażhibil-ba'sa, wasyfi antasy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yugādiru saqaman.
Baca juga: Menegur Tanpa Merendahkan, Ini Adab Menasihati dalam Islam
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” (Sunan Ibn Majah nomor 3520).
Doa ini memuat permohonan agar Allah SWT menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan yang sempurna. Pasien dapat membacanya sebelum operasi sebagai permohonan pertolongan, sedangkan keluarga juga dapat mendoakannya.
Meski diriwayatkan dalam konteks menjenguk orang sakit, kandungannya relevan untuk memohon kesembuhan bagi pasien yang akan menjalani tindakan medis.
Selain doa kesembuhan, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan kepada Utsman bin Abil Ash RA ketika ia mengeluhkan rasa sakit pada tubuhnya. Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Muslim nomor 2202.
Baca juga: Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngathahi Istighfar lan Tetulung Nalika Mangsa Ketiga
بِسْمِ اللَّهِ
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Bismillāh. A‘ūdzu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżiru.
Artinya: “Dengan nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang kurasakan dan yang kukhawatirkan.” (Sahih Muslim, hadis nomor 2202).
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan agar bacaan Bismillah diucapkan tiga kali, kemudian doa perlindungan dibaca tujuh kali. Petunjuk itu diberikan dalam konteks rasa sakit yang dialami Utsman bin Abil Ash RA.
Doa ini dapat menjadi ikhtiar spiritual ketika pasien menghadapi rasa sakit dan kekhawatiran menjelang operasi. Namun, tata cara tersebut tidak perlu dianggap sebagai prosedur khusus yang wajib dilakukan sebelum operasi.
Baca juga: Kemenag Siapkan 3 Strategi Zakat Produktif, Dorong Mustahik Mandiri
Doa dapat dibaca sebelum berangkat ke rumah sakit, saat menunggu giliran operasi, atau ketika pasien memiliki kesempatan untuk berdoa sebelum tindakan dimulai. Pasien juga dapat berdoa menggunakan bahasa Indonesia dengan menyampaikan permohonan secara langsung kepada Allah SWT.
Keluarga dapat mendampingi dengan memberikan dukungan emosional dan mendoakan keselamatan pasien. Apabila pasien tidak mampu membaca sendiri karena kondisi fisik, keluarga dapat membacakan doa selama diperbolehkan oleh aturan rumah sakit dan tidak mengganggu persiapan medis.
Berdoa sebelum operasi merupakan bentuk ikhtiar batin, sedangkan mengikuti arahan tenaga medis merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan. Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Pasien tetap harus mematuhi instruksi mengenai puasa sebelum operasi, penggunaan obat, serta persiapan lain yang ditetapkan dokter.
Baca juga: Kemenag Siapkan 3 Strategi Zakat Produktif, Dorong Mustahik Mandiri
Pada akhirnya, doa sebelum operasi dapat membantu pasien memohon kelancaran, perlindungan, dan kesembuhan kepada Allah SWT. Hasil tindakan medis tetap tidak dapat dijamin hanya dengan membaca doa. Karena itu, iringi doa dengan persiapan yang tepat, dukungan keluarga, dan tawakal dalam menghadapi proses pengobatan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.