Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Frugal Living dalam Ajaran Konghucu, 4 Cara Menjaga Keuangan Keluarga

Kompas.com, 21 Oktober 2026, 08:09 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Pola hidup hemat atau frugal living dapat membantu keluarga mengatur pengeluaran ketika harga kebutuhan meningkat dan penghasilan terasa semakin terbatas.

Dalam ajaran Konghucu, sikap hemat berjalan beriringan dengan ketekunan bekerja dan kebijaksanaan mengelola harta.

Donnie Tandian, SAk, MM, dari Pemuda Khonghucu menjelaskan, keluarga dapat memusatkan perhatian pada hal yang berada dalam kendalinya, yakni cara mengelola penghasilan dan pengeluaran.

“Hidup hemat bukan berarti hidup serba kekurangan. Ia adalah sikap sadar dalam menentukan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sekadar mengikuti keinginan atau gengsi,” ujar Donnie dikutip dari laman Kemenag, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?

Ia merujuk pada Kitab Da Xue, Bab X:19, yang menyebutkan:

“Mengurus hartapun ada jalannya yang besar; bila penghasilan lebih besar dari pada pemakaian dan bekerja setangkas mungkin sambil berhemat, niscaya harta benda itu akan terpelihara.”

Menurut Donnie, ayat tersebut mengajarkan bahwa kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengelolanya.

Penghasilan perlu diperoleh melalui kerja yang sungguh-sungguh, sedangkan pengeluaran harus diatur dengan penuh pertimbangan.

Prinsip tersebut sejalan dengan frugal living yang mengutamakan kebutuhan, manfaat, dan kualitas dibandingkan kemewahan atau gengsi.

Donnie memaparkan empat langkah yang dapat diterapkan keluarga untuk menjalankan prinsip tersebut.

1. Membedakan kebutuhan dan keinginan

Langkah pertama adalah hidup sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan nilai guna suatu barang.

Donnie mencontohkan, promo belanja daring dapat dimanfaatkan untuk membeli barang yang memang dibutuhkan.

Sementara itu, mengganti ponsel setiap tahun karena takut ketinggalan tren merupakan pengeluaran yang perlu dipertimbangkan kembali.

Dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, keluarga dapat mengambil keputusan belanja secara lebih bijaksana.

Baca juga: Situasi Global Menekan, Muhammadiyah Serukan Efisiensi dan Hidup Hemat

2. Mengutamakan kualitas daripada kuantitas

Donnie menyarankan pemilihan barang yang awet dan multifungsi, meskipun harganya sedikit lebih mahal.

Misalnya, memilih sepatu berkualitas yang dapat digunakan untuk bekerja sekaligus berjalan santai. Garansi juga dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli barang.

Dengan cara ini, keputusan membeli tidak hanya bertumpu pada harga, tetapi juga manfaat dan daya tahan barang.

3. Memaksimalkan barang yang sudah dimiliki

Langkah berikutnya adalah menggunakan kembali, memperbaiki, atau mendaur ulang barang sebelum membeli yang baru.

Botol kaca bekas, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai wadah bumbu dapur. Pakaian yang sudah tidak layak dikenakan juga dapat dialihfungsikan menjadi lap.

Pemanfaatan kembali barang menjadi salah satu cara mengurangi pembelian sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di rumah.

4. Disiplin mencatat dan mengatur pengeluaran

Menurut Donnie, pengelolaan keuangan dapat dimulai dengan mencatat setiap pengeluaran harian dan menyusun sistem kontrol yang realistis.

Ia menyebut metode 50/30/20 sebagai salah satu acuan pembagian penghasilan, yakni 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen untuk tabungan atau investasi.

Pencatatan dan perencanaan tersebut membantu keluarga meninjau penggunaan penghasilan serta menentukan prioritas pengeluaran.

Donnie menekankan, tantangan ekonomi perlu disikapi dengan ketekunan bekerja, kebijaksanaan menggunakan rezeki, dan upaya menjaga keharmonisan keluarga.

Menurutnya, membangun kebiasaan hemat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membedakan kebutuhan dengan keinginan dan mencatat pengeluaran.

“Sebab kebajikan tidak hanya diwujudkan dalam sikap terhadap sesama, tetapi juga dalam cara kita mengelola rezeki yang kita terima,” tulis Donnie.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
15 Ide Kegiatan Hari Santri 2026 yang Seru dan Bermakna, dari Lomba hingga Aksi Sosial
15 Ide Kegiatan Hari Santri 2026 yang Seru dan Bermakna, dari Lomba hingga Aksi Sosial
Aktual
Link Unduh Naskah Khutbah Jumat Hari Santri 2026 dari Kemenag, Tersedia 2 Versi
Link Unduh Naskah Khutbah Jumat Hari Santri 2026 dari Kemenag, Tersedia 2 Versi
Aktual
Hari Santri 22 Oktober 2026 Apakah Libur? Ini Ketentuan dan Maknanya
Hari Santri 22 Oktober 2026 Apakah Libur? Ini Ketentuan dan Maknanya
Aktual
Tema Hari Santri 2026 dan Panduan Peringatannya, dari Upacara hingga Kegiatan Pesantren
Tema Hari Santri 2026 dan Panduan Peringatannya, dari Upacara hingga Kegiatan Pesantren
Aktual
Frugal Living dalam Ajaran Konghucu, 4 Cara Menjaga Keuangan Keluarga
Frugal Living dalam Ajaran Konghucu, 4 Cara Menjaga Keuangan Keluarga
Aktual
Kemenag: Biaya Nikah di Luar KUA Harus Sesuai Tarif Resmi
Kemenag: Biaya Nikah di Luar KUA Harus Sesuai Tarif Resmi
Aktual
Model Gamis Simple tapi Mewah, Elegan dan Modern
Model Gamis Simple tapi Mewah, Elegan dan Modern
Aktual
30 Ucapan Hari Santri 2026 Singkat dan Penuh Doa untuk WhatsApp dan Instagram
30 Ucapan Hari Santri 2026 Singkat dan Penuh Doa untuk WhatsApp dan Instagram
Aktual
8 Warna Jilbab untuk Gamis Pink, Manis dan Elegan
8 Warna Jilbab untuk Gamis Pink, Manis dan Elegan
Aktual
Contoh Teks MC Hari Santri 2026, Lengkap dari Pembukaan hingga Penutup
Contoh Teks MC Hari Santri 2026, Lengkap dari Pembukaan hingga Penutup
Aktual
PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
Aktual
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Singkat dan Lengkap
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Singkat dan Lengkap
Aktual
10 Teks Pidato Hari Santri 2026 Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an
10 Teks Pidato Hari Santri 2026 Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an
Aktual
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026
Aktual
2 Tahun Prabowo-Gibran, Bagaimana Pengelolaan Dana Haji Rp 184 Triliun?
2 Tahun Prabowo-Gibran, Bagaimana Pengelolaan Dana Haji Rp 184 Triliun?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar