Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Langkah Melahirkan Generasi Cerdas dan Sholeh Berdasar Ajaran Islam

Kompas.com, 7 Januari 2026, 14:20 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Islam pernah mencapai masa keemasan pada abad pertengahan. Saat itu lahir generas-generasi luar biasa. Karakteristik generasi tersebut adalah cerdas dan sholeh. Tidak hanya mendalam dalam ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Generasi emas tersebut tidak hanya menguasai satu bidang keilmuan, tetapi berbagai keilmuan sekaligus.

Dalam bidang ilmu dan sains, ada nama-nama besar besar seperti Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al Khawarizmi dalam bidang Matematika, Al Biruni dalam bidang astronomi, Ibnu Firnas penerbangan, Ibnu Khaldun dalam bidang sejarah, Al Kindi, Jabir Ibnu Hayyan dalam bidang kimia, dll.

Sedangkan dalam bidang agama ada nama-nama besar seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Hanifah, Imam Hambali, Imam Syafi’i, Sufyan Ats Tsauri, Al Waki’, Imam Ghazali, Ibnul Qayyim Al Jauziyah, dll.

Baca juga: Bacaan Doa Agar Memiliki Anak-anak yang Cerdas dan Sholeh

Karakteristik Generasi Emas Islam

Ada dua karakteristik utama generasi emas Islam, yaitu cerdas dan sholeh. Sebagian besar mulai belajar ilmu dengan menghafal Al Quran. Rata-rata generasi emas Islam hafal Al Quran di saat masih kecil, sekitar usia 7 tahun.

Selanjutnya mempelajari ilmu hadits dan ilmu-ilmu lainnya sesuai bidang. Pencapaian dalam bidang keilmuan bukan hanya dalam satu bidang. Mereka adalah generasi polimatik (polymath), atau orang yang memiliki pengetahuan luas dan keahlian di banyak bidang ilmu yang berbeda.

Tidak hanya sekedar mempunyai keilmuan yang luas, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuannya untuk memecahkan masalah yang kompleks.

Sebagai contoh, Al Khawarizmi yang dikenal sebagai bapak Algoritma memiliki penguasaan ilmu di bidang matematika, astronomi, dan geografi. Ibnu Sina sebagai bapak kedokteran mempunyai keahlian di bidang kedokteran, filsafat, dan sains.

Sedangkan dalam bidang agama, para ulama generasi emas mempunyai kemampuan menguasai berbagai bidang ilmu seperti ilmu Al Quran, ilmu hadits, sejarah, dan berbagai keilmuan di bidang agama lainnya.

Baca juga: Konsep Orang Paling Cerdas dan Orang Paling Bodoh dalam Islam

Gambaran Kecerdasan Generasi Emas Islam

Dikutip dari buku Rahasia di Balik Hafalan Para Ulama karya Ust. Cece Abdul Waly, kecerdasan generasi Islam ini salah satunya ditandai dengan hafalan yang luar biasa.

Sebagai contoh, Imam Bukhari adalah ulama hadits terkemuka. Beliau mempunyai hafalan yang sangat luar biasa. Ketika belajar, Imam Bukhari tidak mencatat ilmu yang diberikan gurunya. Tetapi ketika diuji, hafalan Imam Bukhari lebih lengkap dibandingkan teman-teman yang mencatat ilmu yang diajarkan.

Hasan Al Bashri, salah seorang ulama besar mempunyai hafalan yang luar biasa. Beliau diberikan anugerah mampu menghafal apapun yang didengarnya. Hasan Al Bashri pernah menyatakan: "Tidak ada yang terdengar oleh telingaku kecuali pasti aku hafal. Sampai-­sampai ketika mendengar ucapan seorang pendusta pun aku harus menutup telinga karena takut terhafal olehku."

Baca juga: Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Mengapa Generasi Emas Islam Cerdas dan Sholeh?

Rahasia kecerdasan generasi emas Islam terletak pada kedekatan kepada Allah SWT. Allah SWT adalah sumber ilmu. Allah SWT yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum diketahui.

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: "Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Q.S. Al 'Alaq: 5).

Kunci untuk mendapatkan ilmu dari Allah SWT adalah dengan bertakwa. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 282.

وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Takwa artinya taat dan lawannya adalah maksiat. Maka untuk meraih kecerdasan yang luar biasa, syaratnya adalah meningkatkan takwa dan menghindari maksiat. Imam Waki’ merupakan salah satu Imam yang sangat cerdas. Setiap kitab yang dipegangnya pasti sudah dihafal isinya.

Ketika ditanya mengenai rahasai kecerdasannya, Imam Waki' menjawab: “Tinggalkanlah kemaksiatan, tidak pernah aku dapati obat yang lebih manjur untuk menguatkan hafalan dari yang satu ini.”

Di kesempatan lain Imam Waki' mengatakan, “Ketahuilah, bahwasanya ilmu adalah anugerah Ilahi. Dan anugerah Ilahi itu tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat. Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut.”

Baca juga: Nasehat Parenting Imam Ghazali dan Ibnul Qayyim Al Jauziyah

6 Langkah Melahirkan Generasi Cerdas dan Sholeh

Dikutip dari buku Parenting Langit karya Agus Susanto, berikut 6 langkah untuk melahirkan generasi cerdas dan sholeh. Ini merupakan metode parenting yang penting untuk diperhatikan seluruh orang tua.

1. Jadilah orang tua yang bertakwa. Ini menjadi cikal bakal anak menjadi cerdas dan sholeh. Dalam Al Quran surat An Nisa' ayat 9, disampaikan agar tidak melahirkan generasi yang lemah, termasuk dalam hal kecerdasan, orang tua harus menjadi orang yang bertakwa dan menjaga lisannya.

2. Mengajarkan anak Al Quran sejak dalam kandungan dengan memperdengarkannya. Al Quran akan meningkatkan kecerdasan anak. Setelah lahir, anak diarahkan untuk menghafalkan Al Quran sebagai dasar ilmunya.

3. Mendidik anak agar menjadi manusia yang bertakwa, tidak terkontaminasi dengan maksiat dan barang haram sedikitpun. Ini akan memudahkan ketika anak belajar ilmu.

4. Mendoakan anak agar menjadi anak yang cerdas dan sholeh. Doa orang tua adalah doa yang mustajab.

5. Mendidik anak untuk menghormati dan menjaga adab terhadap guru. Hormat kepada guru menjadi sumber keberkahan ilmu. Dengan ridha guru, Ilmu akan lebih mudah dikuasai.

6. Mengajarkan anak untuk ikhlas, tekun, dan sabar dalam belajar. Dengan sikap-sikap tersebut, ilmu akan lebih mudah didapatkan.

Baca juga: Cara Rasulullah SAW Mengekspresikan Kasih Sayang Terhadap Anak

Penutup

Generasi sholeh dan cerdas tidak mustahil untuk dilahirkan. Islam telah membuktikan bahwa generasi tersebut pernah hadir mewarnai dunia Islam.

Untuk menjadi generasi cerdas dan sholeh, kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan ketakwaan, seseorang akan dekat dengan Allah SWT sehingga akan dibukakan berbagai macam ilmu.

Lahirnya generasi cerdas dan sholeh diawali oleh orang tua yang bertakwa dan mendidik anak dengan metode parenting yang benar. 6 langkah yang telah disebutkan sebelumnya menjadi kunci untuk melahirkan generasi cerdas dan sholeh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar