Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tumbuh dalam Dekapan Iman, Inilah Kisah 5 Sahabat Kecil Nabi

Kompas.com, 15 Januari 2026, 08:00 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Para sahabat kecil Nabi adalah anak-anak yang lahir dan tumbuh sebagai generasi kedua orang yang memeluk Islam. Mereka adalah anak-anak dari para Sahabat yang sebelumnya sudah masuk Islam.

Para sahabat kecil ini sudah tumbuh dalam dekapan iman semenjak mereka lahir. Keimanan diturunkan dari kedua orang tuanya. Hal ini menjadikan mereka punya bekal yang cukup untuk bertumbuh menjadi muslim sejati.

Dalam perkembangan sejarah, ada beberapa anak kecil yang tumbuh di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW. Kelak orang-orang ini tumbuh menjadi manusia-manusia yang luar biasa dalam memperjuangkan Islam.

Baca juga: Kisah Mush’ab bin Umair: Pemuda yang Rela Meninggalkan Kemewahan Dunia

Siapa saja Sahabat kecil Nabi ini, berikut 5 sosok diantaranya.

1. Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah adalah anak angkat Rasulullah SAW. Ia pada mulanya adalah seorang budak yang diperjual belikan. Khadijah membeli budak tersebut dan dimerdekakan, bahkan diangkat menjadi anak.

Zaid tumbuh dalam asuhan Rasulullah SAW dan sempat nasabnya dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. Namun Allah SWT kemudian menurunkan ayat ke-4 surat Al Ahzab yang melarang menjadikan anak angkat sebagai anak kandung.

Pengasuhan langsung Rasulullah SAW kepada Zaid bin Haritsah menjadikannya sebagai sosok yang memiliki keteguhan iman dan semangat untuk berjuang mendakwahkan Islam.

Zaid adalah sosok yang menemani Rasulullah SAW saat berdakwah ke Thaif. Ia juga kerap menjadi pemimpin pasukan perang. Akhir hidupnya ditandai dengan gugurnya di medan perang Mu'tah.

2. Anas bin Malik

Anas bin Malik menjadi salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Hal ini terjadi karena kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW.

Anas bin Malik merupakan seorang anak dari kaum Anshar. Ia putra dari Ummu Sulaim, wanita mulia yang punya ketabahan yang luar biasa saat ditinggal meninggal anaknya.

Saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Ummu Sulaim yang saat itu berusia 10 tahun diserahkan kepada Nabi untuk menjadi pelayannya.

Kehidupannya di sekitar Nabi membuatnya mengetahu detail-detail kehidupan Nabi. Itulah sebabnya ia menjadi salah seorang yang banyak meriwayatkan hadits.

Selama menjadi pelayan Rasulullah SAW, Anas bin Malik menceritakan bahwa ia tidak pernah sekalipun dimarahi Nabi. Bahkan Nabi mendoakan agar ia berumur panjang dan mempunyai banyak anak dan harta.

Baca juga: Kisah Salman Al Farisi: Perjalanan Mencari Kebenaran

3. Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar adalah putra dari Umar bin Khattab. Ia lahir dalam lingkungan yang sudah sepenuhnya Islam. Abdullah kecil tumbuh dalam bimbingan Rasulullah SAW dan para sahabat mulia. Tak heran bila ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sholeh.

Abdullah bin Umar senantiasa berusaha mengikuti Nabi untuk meniru apa yang dilakukannya. Ia adalah peniru ulung dari akhlak dan ibadah yang diperlihatkan Nabi.

Putra dari Umar bin Khattab ini tumbuh menjadi pemuda yang ahli ilmu, zuhud, dan orang yang bijaksana. Ia selalu tidak terlibat dalam perselisihan umat, khususnya pasca pemerintahan Khulafaur Rasyidin.

Karena kegemarannya meniru Nabi Muhammad, Abdullah bin Umar menjadi salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits.

4. Abdullah bin Abbas

Abdullah bin Abbas adalah sepupu Nabi, anak dari paman Nabi Abbas bin Abdul Muthalib. Sejak kecil ia tumbuh berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW. Maka tak heran ia tumbuh menjadi sosok yang sangat cerdas dan gemar menuntut ilmu.

Abdullah bin Abbas merupakan seorang pembelajar sejati. Ia belajar ilmu dari siapa saja yang memilikinya. Ia tumbuh menjadi seorang ahli ilmu yang menguasai Ilmu Al Quran dan Hadits.

Semasa masih kecil, Rasulullah SAW mendoakan Abdullah bin Abbas agar dipahamkan agama dan menguasai ilmu tafsir hadits.

Baca juga: Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang Penuh Kesabaran

5. Usamah bin Zaid

Usamah bin Zaid adalah cucu angkat Nabi Muhammad. Ia putra dari Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman dan termasuk anak yang paling disayang Rasulullah SAW.

Ia tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani seperti bapaknya. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi orang yang selalu terjun dalam peperangan.

Usamah bin Zaid dikenal sebagai panglima termuda dalam sejarah Islam. Ia mempimpin pasukan penaklukan di usia yang belum genap 18 tahun.

Saat diangkat sebagai panglima, Rasulullah SAW sudah berada di akhir hidupnya. Pasukan pimpinan Usamah bin Zaid sempat tertunda pemberangkatannya karena meninggalnya Rasulullah SAW.

Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai pengganti Rasulullah SAW kemudian tetap memberangkatkan pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid sebagaimana yang Rasulullah lakukan, meskipun saat itu ada pertentangan karena menganggap Zaid masih terlalu muda untuk menjadi panglima.

Penutup

Kisah 5 sahabat kecil di atas adalah gambaran bagaimana jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan orang-orang sholeh. Mereka juga akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang luar biasa.

Dari kisah hidup 5 sahabat kecil Nabi ini, dapat diambil pelajaran bahwa mendidik anak sejak kecil dengan agama yang lurus akan menjadikan mereka tumbuh menjadi orang-orang yang tangguh dalam iman dan perjuangan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Aktual
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Aktual
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Aktual
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Aktual
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Aktual
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar