Editor
KOMPAS.com - Al-Quran merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam dalam menjalankan ajaran Allah SWT.
Di dalamnya terdapat 114 surat dengan kandungan hukum, akhlak, kisah para nabi, hingga tuntunan ibadah yang menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia.
Setiap surat memiliki jumlah ayat dan tema yang berbeda, mulai dari surat yang panjang hingga surat pendek yang sering dibaca saat shalat.
Baca juga: 7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Meski singkat, surat-surat pendek dalam Al-Quran tetap menyimpan pesan yang mendalam dan layak dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut lima surat terpendek dalam Al-Quran yang sering dibaca ketika shalat, lengkap dari bacaan arab, latin, arti, beserta makna dan kandungannya.
Baca juga: 3 Keutamaan Baca Surah Al-Kahfi di Jumat: Cahaya hingga Tangkal Dajjal
Arab:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الۡاَبۡتَرُ ٣
Latin: "(1) Innâ a‘thainâkal-kautsar. (2) Fa shalli lirabbika wan-ḥar. (3) Inna syâni'aka huwal-abtar."
Artinya: "(1) Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! (3) Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."
Surat Al-Kautsar merupakan surat terpendek dalam Al-Quran dengan tiga ayat dan termasuk golongan Makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Nama Al-Kautsar berarti "Nikmat yang Berlimpah", yang merujuk pada karunia besar yang Allah SWT anugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Surat ini juga menjadi kabar bahwa orang-orang yang membenci Rasulullah SAW akan terputus keturunannya. Selain itu, Allah memerintahkan Nabi dan umat Islam untuk mendirikan shalat serta berkurban sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Karena pendek dan mudah dihafal, Surat Al-Kautsar menjadi salah satu surat yang paling sering dibaca dalam shalat.
Arab:
وَالۡعَصۡرِۙ ١ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ ٢ اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِۢ ٣
Latin: "(1) Wal-'ashr. (2) Innal-insâna lafî khusr. (3) Illalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḥâti wa tawâshau bil-ḥaqqi wa tawâshau bish-shabr."
Artinya: "(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. (3) Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran."
Surat An-Nashr,juga terdiri atas tiga ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al-'Asr berarti "Demi Masa", yang menjadi sumpah Allah SWT pada pembukaan surat.
Kandungan utamanya menegaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menguatkan dalam kesabaran.
Melalui surat ini, umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar kehidupan di dunia maupun akhirat tidak berakhir dalam kerugian.
Arab:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ٤
Latin: "(1) Qul huwallâhu aḥad. (2) Allâhush-shamad. (3) Lam yalid wa lam yûlad. (4) Wa lam yakul lahû kufuwan aḥad."
Artinya: "(1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Surat Al-Ikhlas terdiri dari empat ayat dan termasuk golongan Makkiyah. Surat ini menegaskan keesaan Allah SWT secara sempurna, bahwa hanya Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala makhluk, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya.
Melalui surat ini, Allah SWT menjelaskan dasar utama akidah Islam, yaitu tauhid. Surat Al-Ikhlas menjadi penegasan bahwa Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk mana pun.
Kandungan Surat Al-Ikhlas mengajarkan pentingnya mengesakan Allah SWT dalam keyakinan, ibadah, dan doa. Surat ini juga mengingatkan umat Islam untuk menjauhi segala bentuk kemusyrikan serta meyakini bahwa hanya Allah tempat bergantung dalam setiap urusan.
Arab:
لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡشٍۙ ١ اٖلٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيۡفِۚ ٢ فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰذَا الۡبَيۡتِۙ ٣ الَّذِىۡۤ اَطۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍۢ ٤
Latin: "(1) Li'îlâfi quraîsy. (2) Îlâfihim riḥlatasy-syitâ'i wash-shaîf. (3) Falya‘budû rabba hâdzal-baît. (4) Alladzî ath‘amahum min jû‘iw wa âmanahum min khaûf."
Artinya: "(1) Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy. (2) (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan). (3) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (Pemilik) rumah ini (Ka‘bah). (4) Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut."
Surat Quraisy terdiri dari empat ayat dan termasuk golongan Makkiyah. Surat ini menjelaskan nikmat keamanan dan kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada Suku Quraisy, terutama dalam perjalanan dagang pada musim panas dan musim dingin.
Melalui surat ini, Allah mengingatkan bahwa seluruh nikmat tersebut harus dibalas dengan menyembah-Nya semata sebagai Tuhan pemilik Ka'bah.
Kandungan Surat Quraisy mengajarkan pentingnya rasa syukur atas keamanan, rezeki, dan berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
5. Surat Al-Fil, Kisah Perlindungan Allah terhadap Ka'bah
Arab:
اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ ١ اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ ٢ وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ ٣ تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍۙ ٤ فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍۢ ٥
Latin: "(1) A lam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi'ash-ḥâbil-fîl. (2) A lam yaj‘al kaidahum fî tadllîl. (3) Wa arsala ‘alaihim thairan abâbîl. (4) Tarmîhim biḥijâratim min sijjîl. (5) Fa ja‘alahum ka‘ashfim ma'kûl."
Artinya: "(1) Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? (2) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? (3) Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. (4) Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. (5) Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."
Surat Al-Fil terdiri atas lima ayat dan juga termasuk surat Makkiyah. Surat ini mengisahkan peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah dari Yaman ketika hendak menghancurkan Ka'bah.
Allah SWT kemudian mengirim burung ababil yang membawa batu-batu dari tanah yang terbakar untuk menghancurkan pasukan tersebut sehingga rencana mereka gagal.
Kisah dalam Surat Al-Fil menjadi bukti kekuasaan Allah SWT dalam melindungi rumah-Nya dan menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan kehendak-Nya.
Surat ini juga sering dikaitkan dengan doa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.
Kelima surat tersebut memang memiliki jumlah ayat yang sedikit, tetapi mengandung pelajaran penting bagi kehidupan seorang Muslim.
Mulai dari ajaran bersyukur atas nikmat Allah, memanfaatkan waktu dengan baik, memperkuat keimanan, hingga meyakini perlindungan Allah SWT terhadap hamba-Nya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak hanya menghafal surat-surat pendek dalam Al-Quran, tetapi juga memahami makna dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, nilai-nilai Al-Quran dapat menjadi pedoman dalam membentuk akhlak, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang