Editor
KOMPAS.com - Shalat tahajud merupakan salah satu salat sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur dan memiliki keutamaan dalam ibadah seorang Muslim.
Dalam pelaksanaannya, terdapat bacaan doa iftitah shalat tahajud yang dapat diamalkan berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Salah satu bacaan yang dikenal adalah doa “Allahumma lakal hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli” yang memuat pujian kepada Allah SWT sekaligus pengakuan atas kebenaran janji-Nya.
Bacaan doa iftitah tahajud tersebut diriwayatkan dalam hadis al-Bukhari dan Muslim dengan redaksi yang memiliki sedikit perbedaan.
Baca juga: Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Dilansir dari laman Muhammadiyah, dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim terdapat bacaan iftitah untuk salat tahajud. Berikut bacaan doa iftitah salat tahajud lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، وَ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. [رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ]
Latin: Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta qayyimus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta rabbus-samaawaati wal-ardli wa man fii hinna, antal-haqqu, wa wa’dukal-haqqu, wa qaulukal-haqqu, wa liqaaukal-haqqu, wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, was-saa’atu haqqun.
Artinya: Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Engkaulah kebenaran, dan janji-Mu adalah benar, dan perkataan-Mu adalah benar dan pertemuan dengan-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-nabi-Mu adalah benar dan hari kiamat adalah benar).” (HR. al-Bukhari).
Jika berdasarkan hadis riwayat Muslim, bunyi doanya tidak jauh berbeda:
اللهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السماوات وَالأَرْضِ وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السماوات وَالأَرْضِ وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السماوات وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ وَقَوْلُكَ الحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ أَنْتَ إلهي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْت. [رَوَاهُ المُسْلِمُ ]
Latin: Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta qayyaamus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta rabbus-samaawaati wal-ardli wa man fii hinna, antal-haqqu, wa wa’dukal-haqqu, wa qaulukal-haqqu, wa liqaauka haqqun, wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, was-saa’atu haqqun, Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa akhkhartu wa asrartu wa a‘lantu anta ilaahii laa ilaaha illaa anta.
Artinya: Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Engkaulah kebenaran, dan janji-Mu adalah benar, dan perkataan-Mu adalah benar dan pertemuan dengan-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-Mu adalah benar dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku bergantung dan kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, Engkaulah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau.” [HR. Muslim].
Dalam urusan ibadah, khususnya mengenai bacaan iftitah tahajud boleh menggunakan bacaan yang beragam seperti halnya bacaan “Allahmumma lakal hamdu anta nuurussamawati …”, dengan syarat bahwa bacaan tersebut ada tuntunannya dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan Nabi Muhammad SAW pun melakukannya.
Dengan demikian, bacaan iftitah salat tahajud tidak hanya merujuk pada satu redaksi. Perbedaan redaksi dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim menunjukkan adanya tuntunan bacaan yang dapat diamalkan dalam shalat tahajud.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT