Editor
KOMPAS.com - Doa qunut Subuh merupakan bacaan yang dianjurkan dalam pelaksanaan shalat Subuh, khususnya menurut mazhab Syafi'i.
Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk, kesehatan, perlindungan, keberkahan, dan keselamatan dari keburukan.
Dilansir dari Antara, berikut bacaan doa qunut Subuh dan cara mengamalkannya ketika shalat.
Baca juga: Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Membaca untuk Imam dan Makmum
Doa qunut dapat dibaca saat shalat Subuh setelah bangun dari rukuk pada rakaat kedua. Berikut bacaan doa qunut lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya.
Baca juga: Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru
اللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: Allaahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk bersama mereka yang telah Engkau berikan petunjuk, dan jadikanlah aku dalam keadaan sehat bersama mereka yang telah Engkau jaga kesehatannya, dan peliharalah aku bersama mereka yang telah Engkau pelihara, dan berkahilah untukku apa-apa yang sudah Engkau berikan (kepadaku), dan lindungi lah aku daripada kejahatan apa-apa (takdir) yang sudah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkaulah Yang Menetapkan (takdir) dan tidak ditetapkan (takdir) kepada-Mu, dan sesungguhnya tidak akan menjadi hina siapa-siapa yang telah Engkau berikan pertolongan (dalam perkara-perkaranya), dan tidak akan mendapatkan kemuliaan siapa-siapa yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.”
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karunia kan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Ada perbedaan tata cara membaca doa qunut antara shalat berjamaah dan shalat sendirian. Berikut tata cara membacanya yang perlu diperhatikan.
Dalam shalat berjamaah, doa qunut biasanya dibaca oleh imam dan diikuti oleh makmum.
1. Dibaca Setelah Rukuk
Pada rakaat kedua shalat Subuh, imam membaca doa qunut setelah bangun dari rukuk atau ketika i'tidal. Imam kemudian mengangkat tangan dan membaca doa qunut.
2. Imam Membaca dengan Suara Keras
Imam membaca seluruh bacaan doa qunut dengan suara keras, termasuk ketika membaca puji-pujian mulai dari lafal “fainnaka taqdhi” dan seterusnya.
Saat shalat Subuh berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)” pada doa qunut.
3. Makmum Mengaminkan Doa
Makmum mendengarkan bacaan doa qunut imam dan menyambutnya dengan membaca “amin”. Namun, ketika imam sampai pada lafal “fainnaka taqdhi”, makmum membaca sendiri puji-pujian tersebut secara lirih bersamaan dengan bacaan imam yang keras.
Ketika shalat sendirian, tata cara membaca doa qunut sedikit berbeda karena tidak ada imam dan makmum. Berikut tata cara membaca doa qunut saat shalat Subuh secara sendiri.
1. Dibaca Setelah Rukuk
Sama seperti dalam shalat berjamaah, doa qunut dibaca setelah bangun dari rukuk pada rakaat kedua shalat Subuh. Orang yang shalat sendirian kemudian mengangkat tangan dan membaca doa qunut.
2. Dibaca dengan Suara Pelan
Doa qunut dibaca dengan suara yang cukup untuk didengar oleh diri sendiri. Bacaan tidak perlu dikeraskan karena tidak ada makmum yang mendengarkannya.
3. Tidak Ada Bacaan Amin
Orang yang shalat sendirian tidak membaca “amin” sebagai respons atas doa imam karena tidak ada makmum. Doa tersebut dibaca sebagai permohonan pribadi kepada Allah SWT.
Mengenai kesunnahan bacaan qunut, menurut Imam Nawawi membaca doa qunut saat shalat shubuh hukumnya adalah sunah muakkadah yaitu ketika meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak.
Doa qunut Subuh memuat rangkaian permohonan yang mencakup petunjuk, kesehatan, perlindungan, keberkahan, ampunan, dan tobat.
Perbedaan tata cara membaca qunut saat berjamaah dan shalat sendiri terutama berkaitan dengan penggunaan suara serta respons makmum.
Pemahaman mengenai bacaan dan tata caranya dapat membantu umat Islam menjalankan shalat Subuh sesuai tuntunan yang diyakini.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT