Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Melihat Ka’bah dan Menyentuh Hajar Aswad di Masjidil Haram, Ini Bacaan Lengkapnya

Kompas.com, 4 Mei 2026, 21:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Melihat Ka’bah untuk pertama kali serta menyentuh Hajar Aswad menjadi momen spiritual yang mendalam bagi jamaah haji dan umrah.

Berada di hadapan Ka’bah yang selama ini hanya dikenal melalui gambar menjadi tampak nyata sebagai kiblat umat Islam, membuat rasa haruhingga tak mampu berkata-kata.

Momentum ini memiliki nilai ibadah yang tinggi dan dianjurkan untuk diiringi dengan dzikir serta doa.

Sejumlah riwayat hadis mencatat bacaan doa yang diamalkan oleh Rasulullah dan para ulama. Dirangkum dari laman MUI, berikut adalah bacaan doa dan penjelasannya.

Baca juga: Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Doa Saat Memandang Ka’bah

Dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah, disebutkan doa yang dibaca Rasulullah ketika memandang Ka’bah:

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah ini (Ka’bah) kemuliaan, keagungan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang yang menunaikan haji atau umrah kepadanya kemuliaan, keagungan, penghormatan, dan kebaikan.” (Al-Mushannaf [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], juz 6, h. 81)

Baca juga: Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji

Selain itu, terdapat doa lain yang dibaca oleh tabi’in Sa’id bin al-Musayyib saat memasuki Masjidil Haram:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari-Mulah segala keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan.”

Riwayat ini juga disebutkan dalam Al-Mushannaf dan As-Sunan al-Kubra dengan sanad sahih. Doa tersebut dikenal luas di Indonesia karena sering dibaca setelah shalat fardhu.

Maknanya menekankan permohonan keselamatan, baik dalam iman, kehidupan, maupun akhir hayat.

Doa yang dibaca saat memandang Ka’bah tidak hanya sekadar lafaz, tetapi mencerminkan harapan akan keselamatan dan keberkahan.

Dalam perspektif keimanan, kebutuhan terbesar manusia bukan hanya materi, melainkan keselamatan secara menyeluruh. Keselamatan itu meliputi iman, hati, jasmani, keluarga, hingga akhir kehidupan.

Karena itu, momen memandang Ka’bah menjadi kesempatan memperkuat doa dan harapan kepada Allah.

Doa Saat Menyentuh Hajar Aswad

Momen menyentuh atau memberi isyarat kepada Hajar Aswad merupakan bagian penting dalam rangkaian thawaf. Praktik ini dilakukan sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah.

Dalam beberapa riwayat, disebutkan doa yang dibaca saat menyentuh Hajar Aswad. Di antaranya:

بِاسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar.” (As-Sunan al-Kubra [Beirut: Dar al-Kutub al’Ilmiyah], juz 5, h. 128)

Riwayat lain menyebutkan lafaz tambahan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ تَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ، وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, pernyataan ini sebagai pembenaran terhadap Kitab-Mu dan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi-Mu.” (Ad-Du’a [Beirut: Dar al-Kutub al’Ilmiyah], h. 270)

Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i juga meriwayatkan bacaan:

بِاسْمِ اللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ إيمَانًا بِاَللَّهِ وَتَصْدِيقًا بِمَا جَاءَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Jika digabungkan dengan bacaan awal thawaf, maka lafaz lengkapnya menjadi:

بِاسْمِ اللَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، إِيمَانًا بِاللَّهِ، وَتَصْدِيقًا بِمَا جَاءَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Pernyataan ini sebagai wujud keimanan kepada Allah dan pembenaran terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW.”

Berbagai riwayat menunjukkan adanya variasi lafaz doa saat menyentuh Hajar Aswad. Namun, perbedaan tersebut hanya pada redaksi, bukan pada makna.

Seluruhnya menegaskan dzikir, pengagungan kepada Allah, serta komitmen mengikuti sunnah Rasulullah.

Oleh karena itu, semua bacaan tersebut dapat diamalkan sesuai kemampuan dan keyakinan masing-masing.

Terkait niat dalam melafalkan doa ini, Imam Bukhari meriwayatkan sikap Umar bin Khattab terkait Hajar Aswad:

أنَّ عُمَرَ بنَ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ عنه قال للرُّكنِ: أما واللهِ، إنِّي لَأعلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ لا تَضُرُّ ولا تَنفَعُ، ولَولا أنِّي رَأيتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم استَلَمَكَ ما استَلَمتُكَ، فاستَلَمَه، ثُمَّ قال: فما لَنا وللرَّمَلِ، إنَّما كُنَّا راءَينا به المُشرِكينَ، وقد أهلَكَهمُ اللهُ، ثُمَّ قال: شيءٌ صَنَعَه النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فلا نُحِبُّ أن نَترُكَه

Artinya: “Sesungguhnya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Hajar Aswad: ‘Demi Allah, sungguh aku mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi SAW menyentuhmu, niscaya aku tidak akan menyentuhmu.” Lalu beliau pun menyentuhnya. Kemudian beliau berkata: ‘Apa urusan kita dengan ramal (berlari-lari kecil saat thawaf)? Dahulu kami melakukannya untuk memperlihatkan kekuatan kepada kaum musyrikin, padahal sekarang Allah telah membinasakan mereka.” Lalu beliau berkata lagi: ‘Sesuatu yang pernah dilakukan Nabi SAW, maka kami tidak suka meninggalkannya.’” (HR Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada sunnah, bukan karena keyakinan bahwa batu tersebut memiliki kekuatan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Aktual
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Aktual
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Aktual
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
Aktual
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Aktual
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Aktual
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Aktual
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Aktual
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Aktual
Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel
Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel
Aktual
KH Miftachul Akhyar: Jangan Terobsesi Mengejar Keramat
KH Miftachul Akhyar: Jangan Terobsesi Mengejar Keramat
Aktual
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Aktual
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Aktual
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar