Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Kompas.com, 4 September 2026, 20:36 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa Nabi Yunus merupakan salah satu doa yang dikenal luas dalam Islam karena berkaitan dengan kisah Nabi Yunus AS saat berada dalam perut ikan.

Doa ini berisi pengakuan atas keesaan Allah SWT, kesadaran atas kesalahan diri, serta permohonan pertolongan dan keselamatan kepada-Nya.

Baca juga: Dahsyatnya Doa Nabi Yunus: Rahasia di Balik Doa Cepat Dikabulkan

Doa tersebut dipanjatkan Nabi Yunus ketika berada dalam kondisi penuh kesulitan setelah meninggalkan kaumnya.

Dalam keadaan itu, Nabi Yunus memohon kepada Allah SWT hingga akhirnya memperoleh pertolongan dan keselamatan.

Bacaan Doa Nabi Yunus Arab, Latin, dan Artinya 

Bacaan Doa Nabi Yunus yang terdapat dalam Al-Qur'an terdiri atas kalimat tauhid, tasbih, dan pengakuan atas kesalahan diri. Berikut bacaan lengkap Doa Nabi Yunus dalam tulisan Arab, Latin, beserta terjemahannya.

Baca juga: Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS

Doa Nabi Yunus dalam tulisan Arab

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Doa Nabi Yunus dalam tulisan Latin

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhoolimiin.

Arti dan Terjemahan Doa Nabi Yunus

Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

Kisah Nabi Yunus dan Asal-usul Doanya

Kisah Nabi Yunus AS disebutkan secara khusus dalam sejumlah ayat Al-Qur'an yang menggambarkan perjalanan dakwah, ujian, hingga pertolongan Allah SWT kepadanya.

Kisah tersebut antara lain terdapat dalam Surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 87-88, Surat Ash-Shaffat (surat ke-37) ayat 139-148, Surat Al-Qalam (surat ke-68) ayat 48-50, serta Surat Yunus (surat ke-10) ayat 98.

Kisah Nabi Yunus yang Meninggalkan Kaumnya

Doa Nabi Yunus bermula dari kisah ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam dan membimbing masyarakat Ninawa menuju jalan yang benar.

Namun, masyarakat Ninawa ketika itu tidak menerima ajaran Nabi Yunus dan memilih mengabaikan dakwah yang disampaikannya.

Sikap masyarakat Ninawa membuat Nabi Yunus marah dan kehilangan kesabaran. Beliau kemudian meninggalkan masyarakat dan kota tersebut tanpa menunggu perintah Allah SWT untuk pergi.

Sebelum meninggalkan masyarakat Ninawa, Nabi Yunus mengatakan kepada mereka bahwa tiga hari kemudian akan turun azab yang ditandai dengan datangnya awan pekat.

Nabi Yunus Ditelan Ikan Besar

Dalam perjalanan meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus menghadapi musibah di tengah laut.

Kapal yang ditumpanginya terancam tenggelam sehingga nakhoda dan para penumpang berusaha mengurangi muatan dengan membuang barang-barang berat dari kapal.

Upaya tersebut tidak berhasil sehingga mereka memilih cara lain, yaitu membuang salah satu penumpang ke laut.

Setelah dilakukan pengundian, nama Nabi Yunus beberapa kali terpilih sehingga beliau akhirnya menceburkan diri ke laut.

Hal ini sesuai dengan firman Allah pada Surah As-Saffat ayat 141 di atas, “kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).”

Doa Nabi Yunus saat berada Dalam Perut Ikan

Setelah menceburkan diri ke laut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus dengan ikan paus yang menelannya. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa ikan yang menelan Nabi Yunus adalah ikan Nun (merujuk pada Surah Al-Anbiya’ ayat 87).

Ikan itu disebut-sebut masih hidup saat ini dan akan terus hidup hingga hari kiamat. Pendapat tersebut merujuk pada Surah As-Shaffat ayat 144, “ … niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.”

Nabi Yunus berada dalam kegelapan di dalam perut ikan paus. Dalam kondisi tersebut, beliau terus memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan dan keselamatan.

Hal ini seperti firman Allah pada Surah As-Shaffat ayat 142 di atas, “Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.”

Sebutan ‘tercela’ pada ayat tersebut menandakan Allah tidak berkenan pada keputusan Nabi Yunus meninggalkan kaumnya.

Allah juga menegaskan kekecewaan-Nya pada Nabi Yunus dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 87. “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, …”

Sadar atas kesalahannya, Nabi Yunus kemudian berdoa sebagaimana yang Allah kisahkan dalam lanjutan ayat ke-87 Surah Al-Anbiya’ di atas. “ … maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’.”

Mengenai berapa lama Nabi Yunus berada dalam perut ikan, terdapat beberapa perbedaan pendapat di antara para ahli tafsir. Ada pendapat yang menyebut Yunus alaihissalam ditelan ikan paus pada waktu dhuha dan dimuntahkan kembali sore harinya.

Pendapat lain menyebut Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari. Ada pula yang menyebut tujuh hari, sedangkan pendapat yang paling masyhur menyatakan beliau berada di dalam perut ikan selama 40 hari.

Pertolongan Allah kepada Nabi Yunus 

Allah SWT memperkenankan doa Nabi Yunus sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 88, “Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”

Allah kemudian memerintahkan ikan paus memuntahkan Nabi Yunus hingga beliau terdampar di daratan yang tandus. Kondisi tubuh Nabi Yunus saat itu lemah dan sakit karena kekurangan nutrisi selama berada dalam perut ikan.

Allah SWT kemudian menyembuhkan Nabi Yunus dengan menumbuhkan tanaman yaqthinah atau sejenis labu untuk dimakan. Kisah tersebut disebutkan dalam Surah As-Shaffat ayat 145—146, “Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.”

Makna Doa Nabi Yunus

Setiap bagian dalam Doa Nabi Yunus memiliki makna yang berkaitan dengan hubungan seorang hamba kepada Allah SWT. Kalimat tersebut menunjukkan sikap seorang Muslim ketika mengakui kekuasaan Allah, menyadari kesalahan, serta berharap pertolongan-Nya.

Pengakuan Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah

Kalimat “Laa ilaaha illaa anta” berarti tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Kalimat ini menegaskan tauhid sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan menjadi tempat bergantung seorang hamba.

Pengakuan Atas Kesalahan dan Kekurangan Diri

Kalimat “Subhaanaka innii kuntu minadh dhoolimiin” menunjukkan pengakuan Nabi Yunus atas kesalahan dirinya. Pengakuan tersebut menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Makna Taubat dan Memohon Ampun kepada Allah

Doa Nabi Yunus juga mengandung kesadaran untuk kembali kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan. Pengakuan atas kekeliruan menjadi bagian penting dalam sikap taubat dan permohonan ampun kepada-Nya.

Makna Tawakal dan Harapan di Tengah Kesulitan

Doa tersebut memperlihatkan sikap Nabi Yunus yang tetap berharap kepada Allah SWT ketika berada dalam kondisi yang sangat sulit. Seorang Muslim dapat mengambil pelajaran untuk tetap bertawakal dan tidak kehilangan harapan terhadap pertolongan Allah.

Dalil Doa Nabi Yunus dalam Al-Quran dan Hadis

Dasar Doa Nabi Yunus dapat ditemukan secara langsung dalam Al-Qur'an melalui kisah Nabi Yunus AS. Selain itu, terdapat hadis yang menjelaskan doa tersebut ketika Nabi Yunus berada dalam perut ikan serta keutamaannya ketika dipanjatkan oleh seorang Muslim.

Doa Nabi Yunus dalam Surat Al-Anbiya Ayat 87

Berikut bunyi Surat Al-Anbiya ayat 87 yang berisi doa yang dipanjatkan Nabi Yunus:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ 

Latin: wa dzan-nûni idz dzahaba mughâdliban fa dhanna al lan naqdira ‘alaihi fa nâdâ fidh-dhulumâti al lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn

Artinya: (Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Penjelasan Surat Al-Anbiya Ayat 88 

Berikut bunyi Surat Al-Anbiya ayat 88: 

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Latin: Fastajabnā lahụ wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu'minīn

Artinya: Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. 

Surat Al-Anbiya ayat 88 menjelaskan bahwa Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus dan menyelamatkannya dari kedukaan.

Ayat tersebut juga menegaskan serta memperlihatkan pertolongan Allah SWT kepada Nabi Yunus setelah beliau berdoa dalam keadaan yang sangat sulit. Kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa Allah memberikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman.

Hadis tentang Doa Nabi Yunus

Terkait amalan doa Nabi Yunus, hal ini pernah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya:

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi)

Doa Nabi Yunus Dibaca untuk Apa? 

Doa Nabi Yunus dapat diamalkan dalam berbagai keadaan, terutama ketika seorang Muslim menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan Allah SWT, seperti berikut:

Doa saat Menghadapi Kesulitan

Doa Nabi Yunus dapat dibaca ketika menghadapi kesulitan atau persoalan yang terasa berat. Seorang Muslim dapat menjadikannya sebagai bentuk permohonan agar Allah SWT memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Doa Memohon Ampun kepada Allah

Kandungan pengakuan atas kesalahan membuat Doa Nabi Yunus dapat diamalkan ketika memohon ampun kepada Allah SWT. Membacanya dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim menyadari kekurangan diri dan kembali kepada Allah.

Doa Memohon Pertolongan dan Kemudahan 

Doa ini juga dapat dibaca ketika seseorang membutuhkan pertolongan dan kemudahan dalam menghadapi suatu urusan. Permohonan tersebut disertai keyakinan bahwa Allah SWT memiliki kuasa untuk memberikan jalan keluar.

Doa saat Sedih, Gelisah, dan Merasa Terhimpit

Ketika mengalami kesedihan, kegelisahan, atau merasa berada dalam tekanan, seorang Muslim dapat memperbanyak doa kepada Allah SWT. Doa Nabi Yunus menjadi salah satu bacaan yang dapat diamalkan untuk mengingat kebesaran dan pertolongan Allah.

Doa ketika Memiliki Hajat 

Doa Nabi Yunus juga dapat diamalkan ketika seseorang memiliki hajat atau permohonan. Namun, seorang Muslim tetap perlu memahami bahwa pengabulan doa merupakan kehendak Allah SWT dan tidak ditentukan hanya oleh jumlah pengulangan bacaan.

Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus 

Keutamaan Doa Nabi Yunus berkaitan erat dengan kandungan tauhid, pengakuan atas kesalahan, serta permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Yunus dan hadis tentang doanya juga menjadi dasar bagi umat Islam untuk mengamalkan bacaan tersebut dalam berbagai keadaan.

Menjadi Doa untuk Memohon Ampunan

Doa Nabi Yunus mengandung pengakuan bahwa dirinya termasuk orang-orang yang zalim. Karena itu, bacaan tersebut dapat menjadi doa untuk memohon ampun dan mengakui kesalahan di hadapan Allah SWT.

Memohon Pertolongan ketika Menghadapi Kesulitan

Kisah Nabi Yunus menunjukkan bahwa beliau memperoleh pertolongan Allah setelah berdoa dalam keadaan yang sangat sulit. Doa ini dapat diamalkan seorang Muslim sebagai bentuk permohonan pertolongan ketika menghadapi masalah.

Menguatkan Tauhid dan Tawakal kepada Allah

Kalimat “Laa ilaaha illaa anta” secara langsung menegaskan keesaan Allah SWT. Membaca dan memahami maknanya dapat menguatkan kesadaran bahwa seorang Muslim hanya bergantung dan bertawakal kepada Allah.

Menumbuhkan Harapan dalam Menghadapi Masalah 

Kisah keselamatan Nabi Yunus memberikan pelajaran agar seorang Muslim tidak berputus asa ketika menghadapi kesulitan. Doa tersebut menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah SWT dapat datang setelah seseorang berserah diri dan memohon kepada-Nya.

Waktu Membaca Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus dapat diamalkan pada berbagai kesempatan sesuai kebutuhan seorang Muslim. Bacaan ini terutama relevan ketika seseorang sedang memohon pertolongan, ampunan, kemudahan, atau menyampaikan suatu hajat kepada Allah SWT.

Saat Menghadapi Masalah dan Kesulitan

Doa Nabi Yunus dapat dibaca ketika seseorang sedang menghadapi masalah atau kesulitan. Membacanya menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin dengan menyerahkan persoalan kepada Allah SWT.

Ketika Memohon Ampun dan Bertaubat

Doa ini dapat diamalkan saat memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT. Pengakuan “aku termasuk orang-orang yang zalim” mengajarkan seorang Muslim untuk tidak menutupi kesalahan di hadapan Allah.

Ketika Berdoa Setelah Sholat

Doa Nabi Yunus juga dapat dibaca setelah sholat sebagai bagian dari doa pribadi kepada Allah SWT. Tidak ada larangan untuk mengamalkannya pada waktu tersebut selama tidak menganggapnya sebagai ketentuan khusus yang diwajibkan.

Saat Memiliki Hajat atau Permohonan

Ketika memiliki hajat, seorang Muslim dapat membaca Doa Nabi Yunus sambil memohon agar Allah SWT memberikan kemudahan dan jalan terbaik. Permohonan tersebut tetap disertai tawakal terhadap ketetapan Allah.

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

Mengamalkan Doa Nabi Yunus tidak hanya berkaitan dengan melafalkan bacaannya, tetapi juga memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Sikap rendah hati, taubat, tawakal, dan ikhtiar menjadi bagian penting ketika seorang Muslim mengamalkan doa ini.

Membaca Doa dengan Memahami Maknanya

Membaca Doa Nabi Yunus dengan memahami arti setiap kalimat dapat membantu menghadirkan penghayatan dalam berdoa. Kalimat tauhid dan pengakuan atas kesalahan menjadi inti penting yang perlu dipahami.

Membaca dengan Ikhlas dan Penuh Pengharapan

Doa sebaiknya dipanjatkan dengan hati yang ikhlas dan penuh harapan kepada Allah SWT. Seorang Muslim dapat menyampaikan kebutuhannya sambil meyakini bahwa Allah mengetahui kondisi dan kebutuhan hamba-Nya.

Mengiringinya dengan Istighfar dan Taubat

Doa Nabi Yunus mengandung pengakuan atas kesalahan sehingga dapat diiringi dengan istighfar dan taubat. Hal ini menjadi bentuk kesungguhan seorang Muslim untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah SWT.

Tetap Berikhtiar setelah Berdoa

Berdoa perlu disertai dengan usaha sesuai kemampuan. Setelah memohon pertolongan Allah SWT, seorang Muslim tetap perlu melakukan ikhtiar untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapi.

Berapa Kali Doa Nabi Yunus Dibaca?

Tidak terdapat ketentuan jumlah bacaan tertentu dalam dalil yang dicantumkan mengenai Doa Nabi Yunus. Karena itu, doa tersebut dapat dibaca berulang kali sesuai kebutuhan tanpa meyakini adanya angka khusus yang menjadi syarat terkabulnya hajat.

Namun, para ulama menganjurkan agar doa Nabi Yunus AS dibaca 40 kali setiap hari setelah shalat Subuh. Sementara itu, ada juga anjuran mengamalkan doa Nabi Yunus sebanyak 1.000 kali ntuk memohon ampunan kepada Allah SWT. 

Apakah ada jumlah bacaan khusus dalam dalil?

Dalil yang dicantumkan dalam Al-Qur'an dan hadis tidak menetapkan jumlah khusus berapa kali Doa Nabi Yunus harus dibaca. Hadis tersebut menjelaskan keutamaan doa ketika seorang Muslim memanjatkannya dalam suatu masalah, bukan menetapkan angka tertentu sebagai syarat pengabulan.

Bolehkah Doa Nabi Yunus dibaca berulang kali?

Doa Nabi Yunus boleh dibaca berulang kali sesuai kebutuhan. Pengulangan tersebut dapat dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam berdoa, selama tidak disertai keyakinan bahwa jumlah tertentu secara pasti menjamin terkabulnya permohonan.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengamalkannya

Saat mengamalkan Doa Nabi Yunus, seorang Muslim perlu memahami makna bacaan dan tidak hanya berfokus pada pengulangan lafaz. Doa juga sebaiknya disertai keikhlasan, taubat, tawakal, dan ikhtiar dalam menghadapi persoalan.

FAQ Seputar Doa Nabi Yunus

Pertanyaan mengenai Doa Nabi Yunus umumnya berkaitan dengan bacaan, sumber ayat, arti, serta penggunaannya ketika memiliki hajat. Berikut sejumlah pertanyaan yang sering muncul seputar Doa Nabi Yunus dan penjelasannya.

Apa bunyi Doa Nabi Yunus?

Doa Nabi Yunus berbunyi:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhoolimiin.

Doa Nabi Yunus terdapat dalam surat apa?

Doa Nabi Yunus terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 87.

Apa arti La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minaz Zalimin?

Artinya adalah, "Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." Kalimat tersebut mengandung pengakuan atas keesaan Allah SWT sekaligus pengakuan Nabi Yunus atas kesalahan dirinya.

Apakah Doa Nabi Yunus bisa dibaca untuk meminta hajat?

Doa Nabi Yunus dapat dibaca ketika seorang Muslim memiliki hajat atau suatu masalah. Hadis yang dicantumkan menyebutkan bahwa seorang Muslim yang berdoa dengan doa tersebut dalam suatu masalah akan dikabulkan oleh Allah.

Apakah Doa Nabi Yunus boleh dibaca setelah sholat?

Doa Nabi Yunus boleh dibaca setelah sholat sebagai bagian dari doa kepada Allah SWT. Namun, tidak perlu menganggap waktu setelah sholat sebagai waktu khusus yang diwajibkan untuk membaca doa tersebut.

Kesimpulan

Doa Nabi Yunus mengandung pengakuan atas keesaan Allah, kesadaran atas kesalahan diri, serta permohonan pertolongan yang dapat diamalkan seorang Muslim ketika menghadapi kesulitan

Sebagai doa yang bersumber dari kisah Nabi Yunus AS dalam Al-Qur'an, doa ini mengandung pesan tauhid, taubat, serta tawakal. Bacaan ini dapat diamalkan ketika menghadapi kesulitan, memohon ampun, meminta pertolongan, atau menyampaikan hajat kepada Allah SWT.

Pengamalannya sebaiknya disertai pemahaman makna, keikhlasan, istighfar, dan ikhtiar. Seorang Muslim juga tidak perlu menetapkan jumlah bacaan tertentu sebagai syarat terkabulnya doa karena dalil yang dicantumkan tidak menetapkan angka khusus.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar