KOMPAS.com - Mendoakan orang lain tidak harus dilakukan di hadapannya atau diketahui oleh orang yang didoakan. Dalam Islam, doa yang dipanjatkan untuk saudara tanpa sepengetahuannya justru memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Amalan ini dapat menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga, sahabat, maupun sesama Muslim yang sedang menghadapi kesulitan. Selain memohon kebaikan bagi orang lain, orang yang berdoa juga mendapatkan keutamaan berupa doa malaikat untuk dirinya.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya dalam hadis riwayat Abu Darda RA:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ
Mā min ‘abdin muslimin yad‘ū li-akhīhi biẓahril-gaibi illā qālal-malaku: wa laka bi-miṡlin.
Baca juga: Doa Sebelum Masuk Ruang Operasi agar Diberi Kelancaran dan Keselamatan
Artinya: “Tidaklah seorang hamba Muslim berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang serupa.’” (Sahih Muslim 2732a).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa mendoakan orang lain secara diam-diam merupakan amalan yang memiliki keutamaan. Ketika seseorang memohon kebaikan bagi saudaranya, malaikat turut mendoakan agar orang yang berdoa memperoleh kebaikan serupa.
Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu diminta untuk mendoakan orang lain. Ketika mengetahui sahabat sedang sakit, keluarga menghadapi kesulitan, atau seseorang tengah berjuang mencapai tujuan baik, ia dapat memanjatkan doa tanpa harus memberitahukannya.
Hadis tersebut memberikan pelajaran bahwa kepedulian terhadap orang lain tidak membuat seseorang kehilangan kesempatan memperoleh kebaikan. Sebaliknya, orang yang mendoakan saudaranya juga mendapatkan doa dari malaikat.
Baca juga: Sudah Memberi Hadiah, Bolehkah Berubah Pikiran dan Memintanya Kembali?
Keutamaan ini dapat menjadi dorongan untuk mengurangi sikap mementingkan diri sendiri. Seseorang tidak hanya memohon kemudahan bagi kehidupannya, tetapi juga mengharapkan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.
Doa bagi sesama Muslim menjelaskan bahwa sebagian ulama terdahulu membiasakan diri mendoakan saudaranya ketika hendak berdoa untuk dirinya sendiri. Kebiasaan tersebut menunjukkan pentingnya memperluas doa agar tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi.
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon ampunan bagi sesama orang beriman terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 41.
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Rabbanaghfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 41).
Baca juga: Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?
Doa ini merupakan bagian dari permohonan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Ayat ini menunjukkan contoh doa yang mencakup diri sendiri, orang tua, dan orang-orang beriman. Kandungannya dapat menjadi pengingat bahwa doa tidak harus terbatas pada kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat berisi permohonan ampunan dan kebaikan bagi orang lain.
Selain membaca doa dari Al-Qur’an, seseorang boleh memohon dengan bahasa yang dipahami. Misalnya, meminta agar Allah memberikan kesehatan kepada sahabat, memudahkan urusan keluarga, melapangkan rezeki, atau memberikan ketabahan kepada orang yang sedang menghadapi ujian.
Mendoakan orang lain dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah salat, ketika berdoa untuk diri sendiri, atau saat teringat seseorang yang membutuhkan pertolongan. Tidak ada ketentuan bahwa doa tersebut harus disampaikan pada waktu khusus agar memiliki keutamaan.
Baca juga: Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026
Ketika mengetahui orang lain sedang sakit atau tertimpa musibah, seseorang dapat mendoakan kesembuhan, keselamatan, dan kekuatan baginya. Doa juga dapat dipanjatkan untuk orang yang sedang belajar, bekerja, mencari nafkah, atau menjalani persoalan keluarga.
Namun, mendoakan orang lain sebaiknya tidak berhenti pada ucapan. Jika memungkinkan, kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan nyata, seperti menemani orang yang sakit, membantu kebutuhan keluarga yang kesulitan, atau memberikan dukungan kepada sahabat yang sedang menghadapi masalah.
Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya dapat menjadi latihan untuk berbuat baik tanpa mengharapkan pujian atau balasan langsung. Seseorang tidak perlu mengumumkan setiap doa yang dipanjatkan karena tujuan utamanya adalah memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, mendoakan orang lain merupakan cara sederhana untuk menjaga kepedulian dan mempererat persaudaraan. Luangkan waktu untuk menyebut keluarga, sahabat, dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan dalam doa. Kebaikan yang diharapkan bagi orang lain juga menjadi pengingat agar diri sendiri terus berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kasih sayang.
Baca juga: Abu Dujanah, Sahabat Nabi yang Dikenal Berani di Medan Perang
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.