Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Siapkan Standar Kompetensi Marbot, Tak Sekadar Jaga Kebersihan Masjid

Kompas.com, 24 November 2025, 21:48 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama tengah menyiapkan rancangan standar kompetensi bagi marbot masjid.

Direktur Urais Binsyar Arsad Hidayat menyampaikan hal itu saat membuka Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta pada Senin (24/11/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan 34 marbot dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Doa Masuk dan Keluar Masjid, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Arsad menjelaskan standar kompetensi ini disusun agar peran marbot tidak berhenti pada urusan kebersihan dan keamanan masjid.

Standar itu menuntut marbot memiliki kemampuan ibadah, pemahaman fikih, keterampilan operasional teknologi masjid, kecakapan manajerial, serta kapasitas sosial dan digital.

“Ke depan, marbot bukan sekadar pembersih masjid,” kata Arsad, dilansir dari laman Kemenag.

Ia menegaskan marbot perlu siap menjadi badal imam atau badal khatib saat dibutuhkan.

Arsad menilai kesiapan itu hanya mungkin apabila kompetensi ibadah, bacaan Al Quran, dan pengetahuan keagamaan marbot teruji.

Penguasaan Fikih dan Operasional Masjid

Arsad menekankan penguasaan fikih menjadi fondasi penting, terutama terkait taharah dan penanganan najis.

Ia menyebut pemahaman itu menjaga masjid tetap layak dipakai beribadah setiap waktu.

Arsad juga menyoroti kemampuan operasional sebagai kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Ia mengatakan marbot perlu memahami perangkat masjid mulai dari pengeras suara, kelistrikan, lampu, hingga CCTV.

“Kalau lampu mati, kalau toa mendengung, kalau equalizer bermasalah—yang pertama dicari itu marbot,” ujarnya.

Baca juga: Kemenag: Tak Dilarang Istirahat di Masjid, asal Tertib dan Jaga Kesucian

Kompetensi Manajerial

Arsad menyatakan marbot juga dituntut mampu bekerja secara manajerial.

Ia mencontohkan kebutuhan pencatatan pengeluaran, pelaporan kerusakan fasilitas, dan pengorganisasian kebutuhan masjid.

“Marbot harus bisa mencatat, mengelola, dan melaporkan kebutuhan masjid,” kata Arsad.

Kompetensi Sosial dan Digital

Arsad mengingatkan marbot adalah sosok pertama yang ditemui jamaah atau tamu masjid.

Ia meminta marbot membangun keramahan lewat prinsip 3S, yakni senyum, salam, dan sapa.

“Jangan sampai orang datang disambut dengan wajah cuek atau nada tinggi,” pesannya.

Arsad juga mendorong marbot lebih aktif di ruang digital.

Ia menyebut media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok bisa dipakai marbot untuk mengenalkan kegiatan masjid.

“Kegiatan masjid, termasuk program sosial, harus bisa dipublikasikan,” ujarnya.

Arsad berharap Temu Nasional ini membuat marbot pulang membawa empat dimensi kompetensi secara utuh, yakni ubudiyah, operasional, manajerial, serta sosial-digital.

“Mari kita bangun marbot profesional yang menjadi kebanggaan umat,” tutupnya.

Baca juga: 12 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

Pembinaan Marbot Tiga Hari

Kepala Subdirektorat Kemasjidan Nurul Badruttamam menekankan peningkatan kapasitas marbot sebagai bagian penting dari penguatan masjid.

Nurul menyampaikan peserta akan menjalani pembinaan intensif selama tiga hari dari berbagai narasumber.

Ia menyebut pembinaan melibatkan Biro Dikmental Pemprov DKI, LTM PBNU, staf khusus Menteri Agama, hingga Wakil Gubernur DKI.

Nurul mengatakan Menteri Agama dijadwalkan hadir pada hari kedua untuk memberikan pengarahan sekaligus menyerahkan hadiah sayembara kaos bertema kemasjidan.

“Kami siap membina dan menguatkan marbot se-Indonesia,” ujarnya.

Nurul juga mengajak peserta aktif mendokumentasikan kegiatan dan membagikannya lewat akun media sosial masing-masing.

“Minimal punya Facebook atau Instagram,” kata Nurul.

Ia berharap langkah digital itu membuat masjid yang dikelola marbot lebih dikenal dan dipercaya masyarakat.

Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penyamaan arah kompetensi marbot di seluruh Indonesia.

Kemenag berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya marbot profesional yang mampu menjaga masjid bersih dan aman, terampil mengelola teknologi, komunikatif di ruang publik, serta ramah menyambut jamaah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar