Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Relawan Baznas Hadapi Tantangan di Wilayah Terisolasi Akibat Bencana

Kompas.com, 18 Desember 2025, 13:27 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara aktif mengerahkan ratusan relawan dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Misi ini dimulai sejak fase darurat dan berlanjut hingga pemulihan pascabencana.

Baznas Memobilisasi Ratusan Relawan dan Tenaga Medis

Baca juga: Baznas Terjunkan 543 Personel dan Tenaga Medis Bantu Korban Bencana Aceh hingga Sumatera

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengungkapkan bahwa operasi kemanusiaan ini melibatkan 543 personel tanggap bencana yang didukung oleh 43 tenaga medis, termasuk dokter dan perawat.

“Respons kemanusiaan ini dijalankan oleh 543 personel tanggap bencana yang didukung 43 tenaga medis lengkap dengan dokter dan perawat,” ujar Saidah dalam konferensi pers di Jakarta pada 17 Desember 2025.

Relawan Menghadapi Tantangan Akses ke Wilayah Terdampak

Menurut Saidah, tim relawan mengalami tantangan besar saat menjangkau wilayah-wilayah sulit diakses, seperti Takengon dan Aceh Tengah.

Banyak daerah hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua atau harus ditempuh dengan berjalan kaki karena jalan utama putus serta infrastruktur yang rusak akibat longsor dan banjir bandang.

“Kami harus menembus medan berat untuk sampai ke titik pengungsian. Ada yang bolak-balik Aceh hingga Medan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dengan waktu istirahat yang sangat sedikit,” kata Saidah.

Baca juga: Bantuan Baznas untuk Korban Banjir Aceh-Sumatera: 54 Dapur Umum, Relawan hingga Rumah Modular

Berbagai Layanan Penting Diberikan oleh Baznas

Baznas tidak hanya mengerahkan personel untuk pendampingan, tetapi juga menjalankan berbagai layanan penting.

Di antaranya terdapat 54 dapur umum, 135 titik distribusi logistik, dan pos layanan kesehatan di berbagai lokasi yang terdampak.

Setiap harinya, relawan Baznas mendistribusikan puluhan ribu porsi makanan siap santap serta ribuan paket bantuan dasar lainnya.

“Satu hari, tim kami bisa menyalurkan hingga 47.675 porsi makanan siap santap. Ini semua berkat kerja keras relawan dengan dukungan logistik yang kami koordinasikan dengan berbagai pihak,” ungkap Saidah.

Baca juga: Bisa Dipindah dan Ringan, Ini Keunggulan Rumah Modular Baznas untuk Korban Bencana

Relawan Menghidupi Kemanusiaan Bersama Warga

Salah satu relawan di Aceh, Ardi, melaporkan rutinitasnya yang penuh dedikasi.

Selain terlibat dalam distribusi dan pendampingan, ia juga berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari bersama warga terdampak, seperti menyiapkan makanan di dapur umum.

“Untuk bahan makanan, Alhamdulillah kita beli di pasar yang sudah mulai normal kembali. Tadi juga Pak Wakil Presiden menyempatkan diri berbincang di dapur umum dan menyampaikan pesan kepada ketua dan para pimpinan,” lapor Ardi dari Pidie Jaya, Aceh.

Relawan Menyaksikan Duka dan Harapan Warga

Bagi para relawan, misi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan.

Setiap hari mereka menyaksikan wajah-wajah penderitaan serta harapan dari warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, hingga sanak keluarga.

Rasa lelah seringkali terbayar dengan senyuman dan ucapan terima kasih dari warga yang terbantu.

Pekerjaan relawan kini tidak berhenti pada penanganan darurat.

Baznas telah memulai perencanaan tahap pemulihan jangka panjang, termasuk pembangunan hunian sementara seperti rumah modular yang dilengkapi fasilitas dasar bagi korban yang kehilangan tempat tinggal secara permanen.

Dalam dinamika suka duka yang dihadapi, relawan Baznas menjadi figur penting dalam proses pemulihan pascabanjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.

Keberadaan mereka tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas yang kuat di masa-masa sulit ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar