Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Istana ke Akar Rumput: Kaleidoskop Sinergi NU–Pemerintah Selama 2025

Kompas.com, 1 Januari 2026, 07:40 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Sepanjang 2025, hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah mengalami pergeseran penting.

Jika sebelumnya lebih sering dipahami sebagai dukungan moral dan simbolik, kini sinergi itu menjelma menjadi kolaborasi operasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampil sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Tahun ini dibuka dengan penegasan arah tersebut dalam Harlah ke-102 NU pada Januari 2025.

PBNU secara terbuka menyelaraskan agenda organisasi dengan Asta Cita dan menginstruksikan seluruh struktur NU—dari pusat hingga ranting—untuk aktif mengawal program pemerintah, terutama melalui pesantren dan komunitas Nahdliyin di akar rumput.

Baca juga: Aplikasi Quran Kemenag Tembus 1 Juta Pengguna hingga Akhir 2025

Dari Konsolidasi Politik ke Kerja Sosial

Memasuki Februari 2025, sinergi NU–pemerintah semakin menguat melalui pertemuan pimpinan PBNU dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Pertemuan ini berlanjut dengan Sarasehan Ulama yang membedah Asta Cita dari perspektif hukum Islam, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman PBNU dengan Badan Gizi Nasional.

Kesepakatan tersebut menandai keterlibatan NU dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—sebuah lompatan dari peran normatif menuju kerja teknis di lapangan.

Ramadan, Moderasi, dan Kohesi Sosial

Pada Maret 2025, bertepatan dengan Ramadan, PBNU mengambil peran penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah potensi perbedaan pelaksanaan ibadah.

NU secara konsisten menegaskan pentingnya toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati sebagai fondasi stabilitas nasional.

Peran moderasi ini menjadi kontribusi strategis NU dalam menjaga iklim sosial yang kondusif.

Keluarga Maslahat hingga Diplomasi Global

Pasca-Idul Fitri, April 2025 ditandai dengan akselerasi Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU).

Program ini dijalankan secara masif di tingkat desa dengan fokus pada edukasi kesehatan, pencegahan stunting, dan penguatan ekonomi keluarga. Pemerintah melihat GKMNU sebagai model pembangunan sumber daya manusia dari bawah.

Pada Mei 2025, peran NU meluas ke ranah global. PBNU mendukung sikap konsisten pemerintah Indonesia terkait konflik Palestina–Israel, termasuk dorongan terhadap solusi dua negara. Dukungan ini mempertegas posisi NU sebagai aktor diplomasi moral yang sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

MBG, Pesantren, dan Ketahanan Pangan

Memasuki Juni dan Juli 2025, keterlibatan NU dalam program prioritas nasional memasuki fase krusial. PBNU mulai mengimplementasikan mandat pengelolaan 1.000 dapur MBG, ditandai dengan peresmian dapur-dapur di berbagai daerah.

Bersamaan dengan itu, pesantren diperkuat sebagai pusat agropreneur guna mendukung agenda ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Penyangga Stabilitas di Masa Krisis

Peran NU sebagai penyangga stabilitas nasional kembali terlihat pada Agustus 2025, saat terjadi eskalasi demonstrasi dan kerusuhan di Jakarta.

PBNU bersama pimpinan ormas Islam bertemu Presiden Prabowo di Hambalang dan menyerukan pentingnya menjaga ketenangan, kepercayaan publik, serta komitmen kebangsaan di tengah situasi krisis.

Kerja Nyata di Level Sosial

Kolaborasi sosial NU mencapai puncaknya pada September 2025 melalui LAZISNU yang menyalurkan dana kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi bernilai miliaran rupiah untuk pesantren, layanan kesehatan, dan UMKM perempuan.

Program ini diperluas dengan peluncuran inisiatif Keluarga Unggul di sejumlah provinsi.

Momentum Oktober dimanfaatkan PBNU untuk menegaskan kembali peran pesantren dalam peringatan Hari Santri.

Dengan tema penguatan peradaban, NU menempatkan pesantren sebagai benteng ideologi Pancasila dan ketahanan kebangsaan.

SDM, Islah, dan Penutup Tahun

Penguatan sumber daya manusia berlanjut pada November 2025 melalui peluncuran NU Scholarship, hasil kerja sama PBNU dan BAZNAS RI.

Program ini membuka akses pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi kader NU dan generasi muda berprestasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Penghujung tahun menjadi ujian sekaligus penegasan peran kemanusiaan NU. Pada Desember 2025, PBNU memobilisasi relawan, logistik, dan dana miliaran rupiah untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sembari terus mengakselerasi implementasi MBG.

Hingga akhir tahun, puluhan SPPG telah beroperasi aktif dan ratusan lainnya dalam tahap persiapan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa sinergi ini merupakan wujud tanggung jawab kebangsaan NU.

“NU tidak memposisikan diri sekadar sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra yang bekerja bersama pemerintah untuk memastikan kebijakan benar-benar membawa kemaslahatan bagi rakyat,” ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, kolaborasi ulama dan umara harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah dinamika internal organisasi pada akhir tahun, PBNU juga berhasil menempuh jalan islah berkat bimbingan para kiai sepuh, menjaga soliditas organisasi dan keberlanjutan agenda pelayanan umat.

Baca juga: Survei Kemenag–Alvara: Gen Z Paling Toleran Dibanding Milenial dan Gen X

Menatap 2026, PBNU memproyeksikan kolaborasi yang lebih terstruktur dan berdampak luas—mulai dari perluasan MBG, penguatan ketahanan pangan berbasis pesantren, peningkatan kualitas SDM, hingga konsistensi NU sebagai penyangga stabilitas sosial dan kebangsaan.

“Dengan fondasi sinergi yang telah terbangun sepanjang 2025, kami optimistis kerja bersama NU dan pemerintah akan semakin kokoh dalam mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Gus Yahya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar