Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khadijah binti Khuwailid: Perempuan Pertama yang Memeluk Islam

Kompas.com, 5 Januari 2026, 09:35 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebelum nama Islam menggema di Jazirah Arab, Khadijah binti Khuwailid telah lebih dulu dikenal sebagai perempuan terpandang di Makkah.

Ia berasal dari keluarga Quraisy yang terhormat dan menjalankan usaha perdagangan lintas wilayah, dari Syam hingga Yaman.

Di tengah budaya patriarkal Arab saat itu, Khadijah tampil sebagai pengecualian, ia mandiri secara ekonomi, disegani secara sosial, dan dikenal luas karena kejujuran serta ketajaman bisnisnya.

Dikutip dari buku Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an karya Quraish Shihab, Khadijah mendapat julukan ath-Thahirah, perempuan yang suci.

Julukan itu bukan sekadar simbol moral, melainkan pengakuan atas integritasnya di tengah praktik perdagangan yang kerap diwarnai kecurangan.

Dari rumahnya, roda niaga terus bergerak, hingga mempertemukannya dengan seorang pemuda Quraisy bernama Muhammad bin Abdullah.

Baca juga: Nabi Muhammad dan Jalan Panjang Meraih Gelar Al-Amin

Pertemuan dengan Muhammad yang Mengubah Sejarah

Khadijah mempercayakan urusan dagangnya kepada Muhammad yang kala itu dikenal dengan gelar al-Amin.

Kejujuran dan akhlaknya meninggalkan kesan mendalam. Perjalanan dagang ke Syam yang dijalankan Muhammad menghasilkan keuntungan besar, bukan semata karena strategi bisnis, melainkan karena etika dan kepercayaan yang dibangunnya.

Kesan itu tumbuh menjadi keyakinan. Khadijah kemudian mengajukan pernikahan, sebuah langkah yang tidak lazim pada zamannya.

Muhammad menerima lamaran tersebut dan pernikahan keduanya berlangsung penuh kesederhanaan.

Sejak itu, rumah Khadijah menjadi ruang ketenangan bagi Muhammad, sebuah tempat pulang dari hiruk pikuk masyarakat Makkah.

Orang Pertama yang Membenarkan Kenabian

Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira, Muhammad pulang dalam keadaan gemetar. Ia membawa kegelisahan yang tak mudah dipahami manusia biasa.

Di saat genting itulah Khadijah tampil bukan sekadar sebagai istri, melainkan sebagai penopang iman.

Tanpa ragu, Khadijah menenangkan Muhammad dan menyatakan keyakinannya bahwa Allah tidak akan menghinakannya.

Ia mengenal betul akhlak suaminya yang jujur, menyambung silaturahmi, dan menolong yang lemah.

Keyakinan itu mengantarkan Khadijah menjadi orang pertama yang memeluk Islam, jauh sebelum dakwah disampaikan secara terbuka.

Keislaman Khadijah bukan reaksi emosional, melainkan keputusan sadar yang berangkat dari pengenalan mendalam terhadap pribadi Muhammad dan nilai-nilai kebenaran yang dibawanya.

Baca juga: Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah

Penopang Dakwah di Masa Paling Sulit

Seiring dakwah Islam menghadapi penolakan dan tekanan, Khadijah berdiri di garis terdepan. Seluruh harta dan pengaruhnya digunakan untuk melindungi Nabi dan para pengikut awal Islam.

Ketika kaum Quraisy memboikot Bani Hasyim, Khadijah turut menanggung lapar dan penderitaan di usia senjanya.

Perjuangannya berlangsung dalam sunyi, tanpa sorotan, namun dampaknya menentukan. Dukungan moral dan material Khadijah menjadi fondasi bagi bertahannya dakwah Islam di masa-masa awal yang rapuh.

Wafatnya Cahaya di Rumah Nabi

Khadijah wafat pada tahun ke-10 kenabian, sebuah masa yang oleh Nabi Muhammad disebut sebagai ‘Amul Huzn tahun kesedihan.

Kepergian Khadijah meninggalkan luka mendalam. Rasulullah berulang kali mengenang kesetiaan dan pengorbanannya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Dalam banyak riwayat, Nabi menyebut Khadijah sebagai perempuan terbaik di dunia dan akhirat.

Ia bukan hanya istri pertama, tetapi juga mukmin pertama, sahabat pertama, dan peneguh langkah di awal risalah.

Baca juga: Aisyah: Istri Nabi Muhammad SAW Paling Banyak Meriwayatkan Hadits

Jejak Abadi Seorang Perempuan Beriman

Khadijah binti Khuwailid menempati posisi unik dalam sejarah Islam. Ia menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal keyakinan personal, tetapi juga keberanian mengambil risiko demi kebenaran. Dalam dirinya, keimanan, kecerdasan, dan keteguhan berpadu tanpa saling meniadakan.

Di tengah narasi besar sejarah Islam, nama Khadijah berdiri sebagai pengingat bahwa risalah besar tidak lahir sendirian.

Ia tumbuh dari dukungan, kepercayaan, dan cinta yang tulus, seperti yang diberikan Khadijah kepada Nabi Muhammad sejak hari pertama Islam hadir di muka bumi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar