Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Agar Terhindar dari Penyakit yang Dianjurkan Nabi

Kompas.com, 17 Januari 2026, 20:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam Islam, kesehatan dipandang sebagai nikmat besar yang harus dijaga dengan keseimbangan antara ikhtiar fisik dan spiritual.

Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan pola hidup bersih dan moderat, tetapi juga membimbing umatnya agar membiasakan doa perlindungan dari penyakit.

Tradisi doa ini bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari konsep tawakal aktif, yakni berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha nyata.

Baca juga: Doa Saat Sakit Hati agar Diberi Ketenangan dan Kesabaran

Alquran sendiri menegaskan bahwa kesembuhan sejati berasal dari Allah. Nabi Ibrahim AS berdoa, sebagaimana diabadikan dalam firman-Nya:

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ 

wa idzâ maridltu fa huwa yasyfîn

Artinya: "Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." (QS Asy-Syu’ara: 80)

Ayat ini menegaskan bahwa doa memiliki dimensi teologis yang kuat dalam membangun keyakinan, ketenangan jiwa, serta optimisme saat menghadapi ancaman penyakit.

Baca juga: Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal: Penjelasan Lengkap dalam Islam

Doa Perlindungan dari Penyakit Berbahaya

Salah satu doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW berkaitan dengan perlindungan dari penyakit berat dan gangguan fisik. Dalam Sunan Abu Dawud, diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, kegilaan, lepra, dan dari segala penyakit yang buruk.”

Dalam kitab Syarah Sunan Abi Dawud karya Abdul Muhsin Al-Abbad, dijelaskan bahwa istilah sayyi’il asqam mencakup penyakit yang merusak fungsi tubuh, menimbulkan penderitaan berat, serta berdampak sosial bagi penderitanya.

Doa ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap aspek kesehatan fisik sekaligus martabat manusia.

Baca juga: Cegah Manipulasi Data, Kemenkes Hapus Fitur Edit Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Haji

Doa Memohon Kesehatan Jasmani dan Indra

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang bersifat preventif, bukan hanya saat sakit, tetapi sebagai rutinitas harian. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Nabi Muhammad SAW membaca:

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي

Artinya: “Ya Allah, berilah aku kesehatan pada tubuhku, pendengaranku, dan penglihatanku.”

Dalam buku Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dijelaskan bahwa doa ini mengandung makna perlindungan menyeluruh terhadap organ vital manusia yang menjadi sarana utama beribadah dan menjalankan aktivitas sosial.

Baca juga: Ikhtiar, Doa, dan Tawakal: 3 Cara Meraih Karunia Allah SWT

Ayat Perlindungan dalam Al-Qur’an sebagai Doa Penyembuhan

Selain doa Nabi, Al-Qur’an juga memuat ayat-ayat yang dijadikan wirid perlindungan. Salah satunya terdapat dalam Surah Yunus:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ 

yâ ayyuhan-nâsu qad jâ'atkum mau‘idhatum mir rabbikum wa syifâ'ul limâ fish-shudûri wa hudaw wa raḫmatul lil-mu'minîn

Artinya: "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin."

Menurut tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai terapi spiritual yang menenangkan batin, mengurangi kecemasan, serta memperkuat daya tahan psikologis manusia. Ketika kondisi mental stabil, tubuh pun lebih mampu melawan gangguan penyakit.

Shalawat sebagai Media Kesembuhan Spiritual

Dalam tradisi ulama Nusantara, shalawat juga diposisikan sebagai sarana memohon kesehatan. Salah satu yang populer adalah Shalawat Tibbil Qulub.

Dalam kitab Dalail Ul Khairat karya Imam Al-Jazuli, shalawat ini disebut sebagai doa yang memohon kesembuhan hati, kesehatan badan, dan kejernihan penglihatan.

Para ulama menjelaskan bahwa shalawat memiliki efek spiritual berupa peningkatan ketenangan jiwa, yang secara tidak langsung memperkuat sistem imun melalui stabilitas emosional dan spiritual.

Baca juga: Riya’, Ujub, dan Sum’ah: Tiga Penyakit Hati yang Merusak Amal Ibadah

Doa Menghadapi Wabah dan Musibah Penyakit

Dalam kitab Ar-Rahmah fi Ath-Thibb wa Al-Hikmah, Imam As-Suyuthi mencatat amalan membaca ayat:

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (QS Yasin: 58)

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini dibaca sebagai bentuk doa keselamatan dari wabah dan penyakit menular.

Konsep ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umat untuk menggabungkan doa dengan kewaspadaan sosial dalam menghadapi krisis kesehatan.

Integrasi Doa dan Ikhtiar Medis

Islam tidak memisahkan doa dari usaha rasional. Dalam kitab Ath-Tibbu An-Nabawi karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dijelaskan bahwa Nabi SAW mendorong pengobatan, menjaga kebersihan, pola makan seimbang, dan olahraga ringan sebagai bagian dari sunnah kesehatan.

Doa berfungsi sebagai penguat spiritual, sementara ikhtiar fisik menjadi instrumen praktis dalam menjaga daya tahan tubuh. Keduanya membentuk sistem kesehatan holistik yang selaras antara jasmani dan ruhani.

Doa agar terhindar dari penyakit yang diajarkan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar bacaan, melainkan bagian dari sistem nilai Islam yang memuliakan kesehatan sebagai amanah.

Dengan membiasakan doa perlindungan, membaca ayat-ayat penyembuhan, memperbanyak shalawat, serta menjaga pola hidup sehat, umat Islam menjalankan konsep tawakal yang aktif dan bertanggung jawab.

Di tengah tantangan kesehatan global, ajaran Nabi tentang doa dan ikhtiar tetap relevan sebagai pedoman spiritual sekaligus etika hidup sehat yang berkelanjutan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar