Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026: Puasa 29 atau 30 Hari? Ini Perkiraan Awal, Akhir, dan Durasi Ibadah

Kompas.com, 8 Februari 2026, 09:59 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026, perbincangan soal “Ramadhan tahun ini akan 29 atau 30 hari?” dan “kapan puasa dimulai dan berapa lama berlangsung?” kembali ramai diperbincangkan umat Muslim di seluruh dunia.

Perbedaan metode penentuan awal bulan—antara hisab astronomi dan rukyatul hilal (melihat hilal secara visual)—diperkirakan akan membuat tanggal resmi pembukaan puasa sedikit bervariasi antarnegara.

Ramadhan 2026: Kapan Dimulai?

Menurut perhitungan astronomi yang dikemukakan oleh Ibrahim Al Jarwan, Ketua Emirates Astronomical Society dan anggota Arab Union for Astronomy and Space Sciences, data saat ini menunjukkan bahwa:

  • Bulan Ramadhan kemungkinan besar akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ini karena hilal Ramadhan diperkirakan lahir pada Selasa, 17 Februari 2026 sore waktu Uni Emirat Arab, tetapi hilal tidak akan cukup tinggi di langit untuk dilihat pada malam itu—membuat visual sighting sangat sulit pada tanggal 17 atau 18 Februari.

Baca juga: Hitung Mundur Lebaran 2026: Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Artinya, banyak negara yang mengikuti hisab astronomi atau rukyat dengan kriteria tertentu kemungkinan akan menetapkan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama puasa Ramadhan.

Puasa Akan 29 Hari, Berakhir pada 19 Maret

Perhitungan astronomi juga menunjukkan bahwa Ramadhan 1447 H akan berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian:

  • Ramadhan dimulai pada 19 Februari 2026 (perkiraan)
  • Ramadhan berakhir pada 19 Maret 2026
  • Lebaran (Eid al-Fitr) diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Namun, seperti biasa, penetapan resmi tanggal awal dan akhir Ramadhan tetap menunggu keputusan sidang isbat masing-masing negara.

Berapa Lama Durasi Puasa Setiap Hari?

Ramadhan di wilayah seperti Uni Emirat Arab memiliki durasi puasa yang berbeda tergantung lokasi:

1. Awal Ramadhan (sekitar 19 Februari)

  • Fajar hingga terbenam matahari: sekitar 12 jam 46 menit
  • Dari terbit matahari hingga terbenam: sekitar 11 jam 32 menit

2. Akhir Ramadhan (sekitar 19 Maret)

  • Durasi puasa meningkat menjadi sekitar 13 jam 25 menit

Kenapa Ada Perbedaan Tanggal Mulai Puasa?

Perbedaan tanggal antara negara satu dengan lainnya disebabkan oleh dua pendekatan utama:

1. Astronomis: Menggunakan perhitungan posisi bulan secara ilmiah untuk menentukan kapan bulan baru dimulai.

2. Rukyatul Hilal: Mengandalkan pengamatan hilal (bulan sabit) secara visual di langit setelah matahari terbenam.

Jika hilal terlihat secara kasat mata, beberapa negara akan menetapkan tanggal itu sebagai awal Ramadhan. Jika tidak terlihat, mereka menunggu satu hari lagi—yang bisa membuat perbedaan antara tanggal 18 dan 19 Februari.

Intinya untuk Umat Muslim:

  • Ramadhan kemungkinan besar dimulai pada 19 Februari 2026
  • Ramadhan berlangsung sekitar 29 hari
  • Lebaran (Eid al-Fitr) diprediksi jatuh pada 20 Maret 2026
  • Durasi puasa harian berkisar antara 12 jam 46 menit hingga 13 jam 25 menit
  • Waktu imsak dan iftar bisa berbeda antar wilayah

Baca juga: Warna Trend Baju Lebaran 2026: Scarlet, Mocca, Sage hingga Cloud Dancer yang Bikin Seragam Keluarga Makin Estetik

Meski demikian, masyarakat di seluruh penjuru dunia tetap menunggu pengumuman resmi dari otoritas agama masing-masing tentang awal puasa dan Lebaran.

Dan sementara kalender sedang dipersiapkan, suasana Ramadhan pun semakin terasa hangat di hati jutaan Muslim—siap menyambut bulan penuh berkah dan ampunan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar