Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Butter Yellow Jadi Warna Trend Lebaran 2026, Ada Model Rompi Lepas

Kompas.com, 23 Februari 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Idul Fitri 2026, perbincangan seputar tren busana Lebaran mulai ramai.

Jika beberapa tahun terakhir warna sage green, lilac, hingga dusty pink mendominasi, kini giliran butter yellow atau kuning mentega yang diprediksi menjadi primadona.

Warna ini bukan kuning cerah yang mencolok, melainkan nuansa lembut dengan sentuhan hangat yang memberi kesan bersih, segar, dan elegan.

Di tengah tren busana muslim yang semakin mengedepankan kesederhanaan dan kenyamanan, butter yellow hadir sebagai simbol optimisme sekaligus kelembutan, dua nilai yang selaras dengan suasana Idul Fitri.

Lantas, mengapa butter yellow menjadi tren Lebaran 2026? Model apa saja yang diprediksi populer? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga: Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple

Mengapa Butter Yellow Jadi Tren Lebaran 2026?

Perubahan tren warna setiap tahun umumnya dipengaruhi perkembangan mode global dan preferensi pasar.

Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair, dijelaskan bahwa warna memiliki dampak emosional kuat terhadap persepsi seseorang.

Warna-warna hangat dan lembut cenderung memberi rasa nyaman serta membangun kesan positif.

Butter yellow berada di antara spektrum kuning dan krem, sehingga memancarkan efek “glow” alami tanpa terasa berlebihan.

Warna ini juga mudah dipadukan dengan palet netral seperti putih tulang, beige, cokelat susu, hingga abu-abu muda.

Dari perspektif budaya, warna cerah yang lembut kerap dikaitkan dengan harapan dan pembaruan.

Dalam konteks Lebaran, suasana kembali ke fitrah dan kebersamaan keluarga membuat warna ini terasa relevan.

Baca juga: Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple

Karakter Butter Yellow dalam Busana Muslim

Butter yellow menawarkan kesan dewasa dibanding kuning terang. Ia tampil lebih halus, tidak kontras, dan tetap anggun saat dikenakan dalam siluet panjang khas busana muslim.

Dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis, dijelaskan bahwa tren modest fashion global kini mengarah pada desain minimalis, potongan bersih, dan warna-warna lembut.

Hal tersebut sejalan dengan karakter butter yellow yang mengusung konsep “kemewahan sederhana”.

Warna ini cocok untuk berbagai usia dan bentuk tubuh karena tidak terlalu mencolok, sekaligus memberi efek cerah pada tampilan wajah.

Model Baju Butter Yellow yang Diprediksi Tren Lebaran 2026

1. Gamis Minimalis Potongan Lurus

Gamis lebaran minimalis butter yellowAI Gamis lebaran minimalis butter yellow

Desain simpel dengan potongan jatuh rapi menjadi favorit karena memberikan siluet anggun tanpa detail berlebihan. Butter yellow pada gamis polos menonjolkan kesan bersih dan modern.

Model ini cocok untuk berbagai usia karena tampil timeless dan mudah dipadukan dengan hijab netral.

2. Gamis Polos Tanpa Ornamen

Gamis polos warna butter yellowAI Gamis polos warna butter yellow
Tren Lebaran 2026 mengarah pada detail minimal tanpa banyak payet. Fokus utama ada pada kualitas bahan dan cutting yang presisi.

Butter yellow dalam konsep polos satu warna memberi tampilan dewasa, kalem, dan berkelas.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Pesona Abaya Jasmine, Elegan Syar’i dengan Harga Bersahabat

3. Gamis dengan Rompi Lepas (Detachable Vest)

Gamis rompi lepas warna butter yellowAI Gamis rompi lepas warna butter yellow
Model ini menghadirkan fleksibilitas. Rompi dapat dikenakan saat acara formal dan dilepas untuk suasana lebih santai.

Perpaduan layer dalam warna butter yellow menciptakan tampilan harmonis tanpa kesan berat.

4. Tunik Kontemporer Berpotongan Asimetris

Tunik lebaran warna butter yellowAI Tunik lebaran warna butter yellow
Untuk perempuan aktif, tunik modern dengan aksen drapery atau potongan asimetris menjadi pilihan menarik.

Butter yellow membuat desain tersebut tetap lembut meski memiliki detail visual yang dinamis.

5. Kaftan Bordir Halus

Kaftan selalu hadir saat Lebaran. Bordir tipis atau tekstur kain ringan menjadi sentuhan elegan tanpa terlihat ramai.

Butter yellow menonjolkan detail bordir secara subtil, cocok untuk acara keluarga besar atau open house formal.

Baca juga: Tren Baju Couple Lebaran 2026: Warna dan Model Terbaru

6. Set Blouse dan Rok Minimalis

Set blouse dan rok lebaran warna butter yellowAI Set blouse dan rok lebaran warna butter yellow
Alternatif selain gamis, setelan blouse dan rok memberikan kesan praktis namun tetap sopan.

Siluet sederhana dalam warna butter yellow menciptakan tampilan segar dan modern.

7. Tunik Rayon Silk atau Chiffon Premium

Tunik rayon warna butter yellowAI Tunik rayon warna butter yellow
Material ringan seperti chiffon, georgette, linen, dan rayon silk menjadi pilihan karena nyaman dipakai seharian, dari salat Id hingga silaturahmi.

Tekstur halus pada bahan premium memperkuat kesan elegan yang effortless.

Tips Padu Padan Butter Yellow

Agar tampilan maksimal saat Lebaran 2026, perhatikan kombinasi warna dan material.

Butter yellow dapat dipadukan dengan:

  • Putih tulang
  • Beige
  • Cokelat susu
  • Abu-abu muda
  • Aksesori gold lembut
  • Hijab warna netral menjadi pilihan aman untuk menjaga harmoni tampilan.

Selain warna, pemilihan bahan yang tidak mudah kusut juga penting agar tetap rapi sepanjang hari. Tren tahun ini menekankan kenyamanan, kesederhanaan, dan potongan bersih.

Lebaran 2026 dan Simbolisme Warna

Lebaran bukan sekadar momen tampil cantik, melainkan momentum kebersamaan dan pembaruan diri.

Butter yellow, dengan nuansa hangat dan cerahnya, merepresentasikan optimisme serta suasana damai.

Tren ini menunjukkan bahwa busana muslim semakin bergerak ke arah desain fungsional, nyaman, dan tetap stylish tanpa berlebihan.

Apakah butter yellow akan benar-benar mendominasi Lebaran 2026? Melihat antusiasme pasar dan arah tren global modest fashion, warna ini berpotensi besar menjadi pilihan utama keluarga Indonesia saat merayakan Idul Fitri tahun depan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar