Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan

Kompas.com, 5 Maret 2026, 18:44 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Baju kurung Melayu kembali mencuri perhatian dalam tren Lebaran 2026. Busana tradisional yang identik dengan keanggunan ini kini hadir dengan sentuhan desain modern sehingga semakin digemari, terutama untuk acara formal seperti kondangan, pengajian, hingga momen Lebaran.

Potongannya yang longgar dan sopan membuat baju kurung tetap mempertahankan nilai tradisional, namun detail desainnya kini jauh lebih variatif.

Salah satu model yang sedang populer adalah Baju Kurung Riau Sulam dengan front cut design atau potongan bagian depan, yang dihiasi bordir halus.

Detail sulaman dan kombinasi tile bordir memberi kesan mewah sekaligus eksklusif. Tak heran jika baju kurung modern kini menjadi pilihan banyak perempuan Muslim yang ingin tampil anggun tanpa meninggalkan unsur budaya.

Antusiasme terhadap busana ini juga terlihat dari ramainya pesanan di berbagai sentra penjahitan. Di wilayah Kabupaten Siak, misalnya, jasa jahit baju kurung bahkan bisa penuh menjelang Lebaran karena tingginya permintaan masyarakat.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu Diburu, Geser Popularitas Gamis

Selain desain, pemilihan bahan juga berpengaruh besar pada hasil akhir. Banyak penjahit menggunakan kain dari Malaysia yang dikenal memiliki motif khas untuk baju kurung.

Namun, agar penampilan semakin sempurna, pemilihan warna hijab yang tepat juga menjadi kunci penting dalam memadukan baju kurung Melayu.

Inspirasi Warna Hijab yang Cocok dengan Baju Kurung Cokelat Susu

Salah satu warna yang sedang digemari untuk baju kurung adalah coksu atau cokelat susu. Warna ini termasuk dalam kategori earth tone yang hangat, lembut, dan mudah dipadukan dengan berbagai warna hijab.

Agar tampilan terlihat harmonis dan tidak monoton, berikut beberapa pilihan warna hijab yang bisa dipadukan dengan baju kurung coksu.

1. Warna Netral untuk Tampilan Elegan

Warna netral selalu menjadi pilihan aman karena mudah dipadukan.

  • Putih – memberi kesan bersih dan cerah, cocok untuk acara resmi.
  • Cream – menciptakan tampilan monokrom yang lembut dan harmonis.
  • Beige – menghasilkan gradasi warna yang anggun dan natural.
  • Mocca – memberikan efek tone-on-tone yang lebih dewasa.
  • Cokelat tua – menghadirkan kontras lembut yang tetap hangat.

2. Warna Soft untuk Gaya Feminin

Jika ingin tampilan yang lebih manis dan segar, warna pastel bisa menjadi pilihan.

  • Dusty pink – memberi sentuhan feminin yang elegan.
  • Peach – membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar.
  • Powder blue – menghadirkan kontras lembut yang menenangkan.
  • Soft grey – memberi kesan minimalis sekaligus modern.

Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan: Warna Soft untuk Gaya Feminin.Ilustrasi dibuat AI Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan: Warna Soft untuk Gaya Feminin.

3. Warna Bold untuk Tampilan Lebih Tegas

Bagi yang ingin tampil lebih berkarakter, warna yang sedikit lebih kuat bisa dicoba.

  • Hijau army – tetap selaras karena masih dalam palet earth tone.
  • Maroon – memberikan kesan mewah dan dewasa.
  • Mustard – tampil cerah namun tetap hangat.
  • Hitam – menciptakan kontras tegas yang elegan.

Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan: Warna Bold untuk Tampilan Lebih Tegas.Ilustrasi dibuat AI Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan: Warna Bold untuk Tampilan Lebih Tegas.

Busana Tradisional yang Tetap Relevan

Baju kurung Melayu membuktikan bahwa busana tradisional tidak pernah kehilangan pesonanya. Dengan inovasi desain dan pilihan warna yang semakin beragam, pakaian ini mampu beradaptasi dengan tren fashion modern tanpa meninggalkan identitas budaya.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Kurung Melayu Jadi Incaran Para Wanita

Dipadukan dengan hijab yang tepat, baju kurung tidak hanya menghadirkan kesan sopan dan anggun, tetapi juga menjadikan penampilan terlihat lebih stylish dan berkelas, serta pas sebagai kostum untuk Lebaran 2026.

Tidak heran jika menjelang Lebaran maupun musim pesta, baju kurung Melayu kembali menjadi salah satu busana favorit perempuan Muslim di berbagai daerah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar