Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran 2026: Kurung Melayu Jadi Incaran Para Wanita

Kompas.com, 13 Februari 2026, 20:42 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Arah tren busana Lebaran 2026 menunjukkan perubahan menarik. Setelah beberapa musim didominasi potongan minimalis modern dan setelan monokrom, tahun ini panggung mode justru diramaikan oleh kebangkitan siluet klasik Nusantara.

Baju kurung Melayu dan rompi lepas muncul sebagai dua item yang paling banyak diburu perempuan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bukan sekadar tren sesaat, keduanya mencerminkan gelombang baru dalam industri fashion: kembali pada akar budaya, namun dengan sentuhan global yang relevan.

Fenomena ini sejalan dengan laporan tren internasional seperti Pinterest Predicts 2026 dan analisis WGSN Fashion Forecasting yang menyoroti meningkatnya minat terhadap gaya heritage, modest fashion, serta siluet longgar yang nyaman namun tetap elegan.

Kembali ke Siluet Klasik yang Anggun

Baju kurung Melayu dikenal dengan potongan longgar, garis lurus yang jatuh rapi, serta detail sederhana yang menonjolkan kesantunan.

Pada Lebaran 2026, desainer memodifikasi kurung klasik dengan bahan premium seperti satin silk, organza ringan, dan katun high-thread count yang lebih breathable.

Tak lagi hanya polos, kini banyak koleksi menghadirkan:

  • Bordir minimalis bernuansa flora Nusantara
  • Detail piping kontras di bagian kerah dan manset
  • Layer tipis transparan untuk kesan modern elegan
  • Warna-warna lembut seperti sage green, dusty pink, mocha, butter cream, dan ivory

Dalam artikel The Business of Fashion tentang global modest wear market, disebutkan bahwa busana longgar dan tertutup mengalami pertumbuhan signifikan karena menggabungkan kenyamanan dan nilai identitas.

Baju kurung Melayu menjadi representasi lokal dari gelombang modest fashion global tersebut.

Baca juga: Inspirasi Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Serasi, Modest, dan Penuh Makna di Hari Raya

Rompi Lepas: Dari Kesan Jadul Jadi Statement Fashion

Jika sebelumnya rompi lepas kerap diasosiasikan dengan busana adat formal, kini tampilannya berubah drastis. Rompi dibuat lebih ringan, berstruktur, dan mudah dipadukan dengan berbagai atasan.

Di panggung mode internasional, layering vest juga kembali populer. Vogue Runway dalam ulasan tren trans-seasonal 2026 mencatat bahwa vest atau outer tanpa lengan menjadi item kunci karena fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya dari kasual hingga formal.

Dalam konteks Lebaran, rompi lepas menjadi pilihan favorit karena:

  • Fleksibel dipadukan dengan rok, kulot, atau celana bahan
  • Memberikan siluet tegas tanpa menghilangkan kesan sopan
  • Cocok untuk berbagai bentuk tubuh
  • Bisa dipakai ulang untuk acara kondangan atau semi formal

Rompi dengan aksen songket, tenun, atau bordir etnik kontemporer menjadi primadona. Model cropped vest hingga rompi panjang lurus menjadi variasi yang banyak dicari.

Baju lebaran kurung melayu dan rompi lepas(AI) Baju lebaran kurung melayu dan rompi lepas

Mengapa Tren Ini Meledak?

Kebangkitan baju kurung dan rompi lepas tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuatnya menjadi buruan utama menjelang Lebaran 2026.

Pertama, kebutuhan akan busana yang nyaman. Lebaran identik dengan silaturahmi panjang dari pagi hingga malam. Potongan longgar memudahkan bergerak dan tetap rapi.

Kedua, meningkatnya kesadaran identitas budaya. Generasi muda kini tidak lagi melihat busana tradisional sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman. Justru, mengenakan warisan lokal dipandang sebagai simbol kebanggaan.

Ketiga, estetika klasik elegan atau yang sering disebut “old money aesthetic” tengah populer di media sosial global. Siluet bersih, warna netral, dan potongan timeless menjadi daya tarik tersendiri.

Keempat, faktor keberlanjutan. Banyak perempuan kini memilih busana yang tidak hanya dipakai sekali. Rompi lepas yang versatile menjadi investasi fashion jangka panjang.

Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan

Cocok untuk Semua Kalangan dan Bentuk Tubuh

Rompi lepas dan kurung Melayu juga inklusif. Anak-anak, remaja, hingga perempuan dewasa dapat mengenakannya dengan penyesuaian desain.

  • Untuk tubuh petite, rompi cropped memberi ilusi proporsional.
  • Untuk tubuh pear shape, potongan lurus membantu menyamarkan siluet bawah.
  • Untuk tubuh apple shape, layering rompi menciptakan garis vertikal yang memberi efek lebih ramping.

Kesadaran soal “body shape” membuat pencarian model pakaian sesuai bentuk tubuh menjadi topik hangat di berbagai platform.

Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Desainer mulai menggabungkan teknik tradisional dengan pendekatan global. Kombinasi kain tenun lokal dengan cutting modern menunjukkan bahwa tradisi tidak harus stagnan.

Menurut laporan State of Fashion McKinsey 2026, konsumen kini mencari “meaningful fashion” busana yang memiliki cerita, nilai, dan identitas.

Dalam konteks ini, baju kurung dan rompi lepas menjadi simbol bahwa Lebaran bukan sekadar momen tampil serasi, tetapi juga ruang untuk merayakan budaya.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Pria 2026: Ide Outfit Supaya Tampil Gaya dan Sopan

Lebaran 2026: Tampil Anggun, Tampil Berbudaya

Di tengah arus tren global yang cepat berubah, pilihan kembali ke siluet klasik menjadi pernyataan sikap.

Busana tradisional yang diinterpretasikan ulang membuktikan bahwa mode bisa adaptif tanpa kehilangan akar.

Lebaran 2026 menghadirkan pesan yang lebih dalam: tampil modis tidak harus meninggalkan identitas.

Baju kurung Melayu dan rompi lepas bukan sekadar tren tahunan, melainkan refleksi kebanggaan pada warisan yang terus hidup.

Dan mungkin di situlah daya tariknya ketika elegansi klasik bertemu modernitas, menghasilkan gaya yang tak lekang oleh waktu sekaligus relevan untuk generasi hari ini

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar