KOMPAS.com – Arah tren busana Lebaran 2026 menunjukkan perubahan menarik. Setelah beberapa musim didominasi potongan minimalis modern dan setelan monokrom, tahun ini panggung mode justru diramaikan oleh kebangkitan siluet klasik Nusantara.
Baju kurung Melayu dan rompi lepas muncul sebagai dua item yang paling banyak diburu perempuan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bukan sekadar tren sesaat, keduanya mencerminkan gelombang baru dalam industri fashion: kembali pada akar budaya, namun dengan sentuhan global yang relevan.
Fenomena ini sejalan dengan laporan tren internasional seperti Pinterest Predicts 2026 dan analisis WGSN Fashion Forecasting yang menyoroti meningkatnya minat terhadap gaya heritage, modest fashion, serta siluet longgar yang nyaman namun tetap elegan.
Baju kurung Melayu dikenal dengan potongan longgar, garis lurus yang jatuh rapi, serta detail sederhana yang menonjolkan kesantunan.
Pada Lebaran 2026, desainer memodifikasi kurung klasik dengan bahan premium seperti satin silk, organza ringan, dan katun high-thread count yang lebih breathable.
Tak lagi hanya polos, kini banyak koleksi menghadirkan:
Dalam artikel The Business of Fashion tentang global modest wear market, disebutkan bahwa busana longgar dan tertutup mengalami pertumbuhan signifikan karena menggabungkan kenyamanan dan nilai identitas.
Baju kurung Melayu menjadi representasi lokal dari gelombang modest fashion global tersebut.
Baca juga: Inspirasi Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Serasi, Modest, dan Penuh Makna di Hari Raya
Jika sebelumnya rompi lepas kerap diasosiasikan dengan busana adat formal, kini tampilannya berubah drastis. Rompi dibuat lebih ringan, berstruktur, dan mudah dipadukan dengan berbagai atasan.
Di panggung mode internasional, layering vest juga kembali populer. Vogue Runway dalam ulasan tren trans-seasonal 2026 mencatat bahwa vest atau outer tanpa lengan menjadi item kunci karena fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya dari kasual hingga formal.
Dalam konteks Lebaran, rompi lepas menjadi pilihan favorit karena:
Rompi dengan aksen songket, tenun, atau bordir etnik kontemporer menjadi primadona. Model cropped vest hingga rompi panjang lurus menjadi variasi yang banyak dicari.
Baju lebaran kurung melayu dan rompi lepasKebangkitan baju kurung dan rompi lepas tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuatnya menjadi buruan utama menjelang Lebaran 2026.
Pertama, kebutuhan akan busana yang nyaman. Lebaran identik dengan silaturahmi panjang dari pagi hingga malam. Potongan longgar memudahkan bergerak dan tetap rapi.
Kedua, meningkatnya kesadaran identitas budaya. Generasi muda kini tidak lagi melihat busana tradisional sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman. Justru, mengenakan warisan lokal dipandang sebagai simbol kebanggaan.
Ketiga, estetika klasik elegan atau yang sering disebut “old money aesthetic” tengah populer di media sosial global. Siluet bersih, warna netral, dan potongan timeless menjadi daya tarik tersendiri.
Keempat, faktor keberlanjutan. Banyak perempuan kini memilih busana yang tidak hanya dipakai sekali. Rompi lepas yang versatile menjadi investasi fashion jangka panjang.
Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan
Rompi lepas dan kurung Melayu juga inklusif. Anak-anak, remaja, hingga perempuan dewasa dapat mengenakannya dengan penyesuaian desain.
Kesadaran soal “body shape” membuat pencarian model pakaian sesuai bentuk tubuh menjadi topik hangat di berbagai platform.
Desainer mulai menggabungkan teknik tradisional dengan pendekatan global. Kombinasi kain tenun lokal dengan cutting modern menunjukkan bahwa tradisi tidak harus stagnan.
Menurut laporan State of Fashion McKinsey 2026, konsumen kini mencari “meaningful fashion” busana yang memiliki cerita, nilai, dan identitas.
Dalam konteks ini, baju kurung dan rompi lepas menjadi simbol bahwa Lebaran bukan sekadar momen tampil serasi, tetapi juga ruang untuk merayakan budaya.
Baca juga: Tren Baju Lebaran Pria 2026: Ide Outfit Supaya Tampil Gaya dan Sopan
Di tengah arus tren global yang cepat berubah, pilihan kembali ke siluet klasik menjadi pernyataan sikap.
Busana tradisional yang diinterpretasikan ulang membuktikan bahwa mode bisa adaptif tanpa kehilangan akar.
Lebaran 2026 menghadirkan pesan yang lebih dalam: tampil modis tidak harus meninggalkan identitas.
Baju kurung Melayu dan rompi lepas bukan sekadar tren tahunan, melainkan refleksi kebanggaan pada warisan yang terus hidup.
Dan mungkin di situlah daya tariknya ketika elegansi klasik bertemu modernitas, menghasilkan gaya yang tak lekang oleh waktu sekaligus relevan untuk generasi hari ini
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang