Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan

Kompas.com, 12 Februari 2026, 08:08 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Tren fashion muslimah kembali ramai dibicarakan di media sosial, terutama pada platform seperti TikTok dengan tagar gamis yang unik dan menarik perhatian.

Sejumlah video dari pengguna TikTok menampilkan inspirasi model baju gamis bini orang yang viral dan banyak dicari:

Meskipun namanya terdengar nyeleneh, gamis bini orang ternyata menjadi tren busana muslimah yang diprediksi akan mendominasi pilihan gaya lebaran maupun acara keluarga pada tahun 2026.

Apa Itu Gamis Bini Orang?

Gamis bini orang merupakan istilah yang populer digunakan oleh netizen dan pedagang untuk menyebut model gamis panjang yang memiliki estetika anggun, rapi, dan sopan saat dikenakan.

Nama ini juga menjadi strategi pemasaran yang efektif karena mudah diingat dan cepat menyebar di media sosial.

Baca juga: “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Seperti Apa Bentuknya?

Tren ini mulai banyak diburu di pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang, Jakarta, menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.

Pilihan Bahan yang Sering Digunakan

Dalam video TikTok yang menampilkan gamis bini orang, terlihat beberapa pilihan bahan gamis yang membuat tampilannya makin elegan dan nyaman:

Brokat Premium

Bahan brokat menonjolkan tekstur yang mewah dan cocok dipakai saat acara formal seperti salat Idul Fitri atau kunjungan keluarga besar.

Brokat memberikan kilau halus yang elegan pada seluruh gamis, terutama di bagian dada atau lengan.

Ceruti dan Chiffon

Material ceruti atau chiffon sering dipakai sebagai lapisan luar yang terkesan ringan dan flowy. Bahan ini sangat nyaman di cuaca hangat karena ringan dan tidak terasa berat saat dikenakan seharian.

Layer Bawah & Inner yang Lembut

Beberapa gamis bini orang memiliki desain layer di bagian bawah rok atau inner dress dari bahan lembut untuk memberikan dimensi dan siluet yang lebih anggun saat berjalan. 

Ciri Khas Desain yang Viral

  • Potongan longgar (loose fit) yang tidak membentuk lekuk tubuh sehingga nyaman dipakai seharian. 
  • Lengan terompet atau flounce, memberikan sentuhan feminin yang modern. 
  • Rompi lepas-pasang atau outer yang memperluas pilihan gaya—dengan atau tanpa rompi gamis bisa tampil beda. 
  • Warna netral dan pastel, seperti sage green, krem, dusty pink, atau nude yang tampak elegan dan mudah dipadukan dengan hijab.

Kenapa Viral di TikTok?

Video-video pendek yang menampilkan busana ini, seperti dua video dari akun TikTok di atas, menunjukkan gamis dengan gaya yang santun namun tetap modis— merupakan kombinasi yang sering dicari oleh pengguna perempuan, terutama saat musim belanja baju Lebaran tiba.

Tren gamis bini orang juga berkembang karena mudah dipadukan dengan hijab simpel maupun hijab berlapis, membuatnya versatile untuk acara formal dan santai.

Selain itu, nama “bini orang” yang unik semakin memperkuat daya tarik sosial media dan membuat orang penasaran mencoba model ini sendiri.

Tips Memilih Gamis Bini Orang

Sesuaikan Bahan dengan Acara

Jika acara lebih formal seperti salat Id, pilih gamis dengan brokat atau satin premium. Untuk acara santai atau jalan sore, gamis dengan ceruti atau lapisan ringan bisa jadi pilihan ideal.

Perhatikan Warna & Aksesori

Warna pastel dan netral bisa membuat tampilan lebih lembut dan elegan; padukan dengan hijab bermotif lembut untuk variasi gaya.

Perhatikan Detail Lengan dan Rompi

Detail lengan terompet dan rompi removable dapat memberikan kesan berbeda tanpa perlu membeli banyak gamis. 

Baca juga: Model Gamis Terbaru 2026 untuk Lebaran: Simple, Elegan & Kombinasi Brokat

Dengan beragam pilihan bahan dan inspirasi video TikTok yang tersebar, gamis bini orang bukan hanya sekadar tren sesaat, tetapi bisa menjadi referensi fashion hijab yang stylish dan relevan bagi perempuan muslimah saat Ramadhan dan momen Lebaran 2026 nanti.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar