KOMPAS.com – Malam bagi seorang Muslim bukan sekadar waktu beristirahat. Dalam ajaran Islam, tidur juga menjadi bagian dari ibadah apabila diawali dengan adab dan doa sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Allah SWT menegaskan dalam Alquran bahwa Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan terbaik bagi umat manusia.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS Al-Ahzab: 21). Termasuk dalam kebiasaan beliau menjelang tidur.
Berikut rangkaian doa dan amalan sunnah yang diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih, lengkap dengan bacaan latin dan artinya.
Baca juga: Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis
Dalam riwayat Shahih Bukhari disebutkan, ketika Rasulullah SAW mendatangi tempat tidurnya, beliau membaca:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوتُ
Bismika Allaahumma ahyaa wa amuut
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR Bukhari).
Doa singkat ini mengandung pengakuan bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.
Tidur dipahami sebagai “kematian kecil”, sehingga seorang Muslim diajak menyerahkan dirinya kepada Sang Pencipta sebelum memejamkan mata.
Dalam buku Hisnul Muslim karya Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dijelaskan bahwa doa ini merupakan bentuk tawakal dan penghambaan total seorang hamba kepada Allah setiap malam.
Baca juga: Doa Rasulullah SAW untuk Mengusir Jin yang Diajarkan Malaikat Jibril
Dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada Ali bin Abi Thalib dan Fathimah az-Zahra agar membaca:
Amalan ini dikenal sebagai Tasbih Fatimah. Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, dzikir tersebut lebih utama daripada pembantu karena memberi kekuatan spiritual dan ketenangan batin sebelum tidur.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar seseorang mengibaskan tempat tidurnya sebelum berbaring. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah disebutkan:
Kemudian membaca doa:
بِسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bismika rabbî wadla’tu janbî wa bika arfa’uhu. In amsakta nafsî farhamhâ. Wa in arsaltahâ fahfazhhâ bimâ tahfazhu bihî ‘ibâdakas shâlihin.
Artinya: “Dengan nama-Mu ya Rabb, aku meletakkan lambungku dan dengan nama-Mu aku bangun. Jika Engkau menahan jiwaku, maka rahmatilah ia. Jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa doa ini menunjukkan kesadaran seorang hamba bahwa ruh berada dalam genggaman Allah saat tidur.
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Rasulullah SAW Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dalam riwayat Aisyah RA (HR Bukhari), Rasulullah SAW setiap malam membaca tiga surah terakhir Alquran, kemudian meniupkan ke kedua telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dilakukan sebanyak tiga kali.
Surah tersebut adalah:
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, ketiga surah ini dikenal sebagai al-Mu’awwidzat, yaitu surah perlindungan dari berbagai gangguan lahir dan batin.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dua ayat tersebut adalah QS Al-Baqarah: 285–286. Para ulama, seperti yang dijelaskan dalam buku Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani, menafsirkan “mencukupi” sebagai perlindungan dari gangguan setan serta kecukupan pahala ibadah malam.
Baca juga: Doa Nabi Saat Hidup Terasa Sangat Berat
Dari Barra’ bin Azib, Rasulullah SAW bersabda agar seseorang berwudhu seperti wudhu shalat sebelum tidur, lalu berbaring menghadap kanan dan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Allahumma aslamtu nafsi ilaika wa wajjahtu wajhi ilaika wa alja’tu dzahri ilaika wa fawwadhtu amri ilaika roghbatan wa rohbatan ilaika la malja-a wala manja minka illa ilaika amantu bi kitabikallazi anzalta wa birosulikallazi arsalta.
Artinya: “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dan aku serahkan urusanku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Rasul-Mu yang Engkau utus.” (HR Bukhari dan Muslim).
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa tidur dalam keadaan suci dan berdzikir membuat hati lebih tenang serta mendekatkan diri kepada Allah.
Tidur adalah aktivitas rutin yang sering dianggap sepele. Namun, sunnah Rasulullah SAW menunjukkan bahwa setiap detik kehidupan seorang Muslim dapat bernilai ibadah.
Dengan membaca doa sebelum tidur, seorang hamba:
Amalan-amalan ini tidak panjang dan mudah diamalkan. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan makna spiritual yang dalam.
Di tengah kesibukan modern dan aktivitas yang melelahkan, mungkin inilah saatnya kembali meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebelum tidur, sebuah amalan ringan yang bisa menjadi penutup hari dengan penuh keberkahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang