Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis

Kompas.com, 26 Januari 2026, 16:11 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang mengalami telinga berdenging tanpa sebab yang jelas? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai tinnitus. Namun dalam perspektif Islam, telinga berdenging tidak hanya dipahami sebagai gejala fisik semata, melainkan juga memiliki dimensi spiritual.

Islam sebagai agama yang menyeluruh tidak menafikan aspek medis, tetapi juga mengajarkan umatnya untuk peka terhadap isyarat batin, tanda peringatan, dan hikmah di balik setiap kejadian pada tubuh manusia.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Artinya

Telinga Berdenging Dalam Pandangan Islam

Telinga berdenging dalam Islam ternyata tidak hanya dipahami sebagai peristiwa medis. Ada isyarat spiritual dalam kejadian tersebut. Sebagaimana Allah SWT menciptakan penglihatan, pendengaran, dan hati sebagai bagian spiritualitas Islam, yaitu untuk bersyukur.

وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (Q.S. An Nahl: 78).

Rasulullah SAW pernah menyampaikan tentang telinga berdenging dalam haditsnya.

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي، وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ، وَلْيَقُلْ: ذَكَرَ اللهُ بِخَيْرٍ مَنْ ذَكَرَنِي

Artinya: “Jika telinga salah seorang dari kalian berdenging, maka hendaklah ia mengingatku, bershalawat atasku, dan berdoa: ‘Semoga Allah menyebutkan kebaikan orang yang menyebutkan kebaikanku." (H.R. At Thabrani).

Imam Al-Shan’ani dalam kitab al-Tanwir, Syarh al-Jami’ al-Shaghir menjelaskan bahwa telinga berdenging merupakan isyarat dari Allah SWT tentang adanya orang lain yang sedang membicarakan kebaikan kita.

Baca juga: 6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah

Cara Menyikapi Telinga Berdenging

Berdasarkan hadits yang disampaikan Rasulullah SAW, ketika telinga berdenging, maka berikut ini yang bisa dilakukan:

1. Membaca Sholawat kepada Rasulullah SAW

Membaca sholawat artinya memberikan sanjungan dan doa kepada Rasulullah SAW. Bisa sholawat pendek maupun yang panjang.

2. Membaca Doa

Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar menuliskan tentang doa yang dibaca saat telinga berdenging.

ذَكَرَنِيَ اللَّهُ بِخَيْرٍ

DzakaraniAllahu bikhair.

Artinya: "Semoga Allah menyebutku dengan kebaikan."

Baca juga: 3 Teori Fisika yang Kerap Dikaitkan dengan Peristiwa Isra Miraj

Telinga Berdenging dalam Pandangan Medis

Yang dimaksud telinga berdenging dalam Islam sebagai pertanda ada yang membicarakan kebaikan seseorang adalah telinga yang berdenging secara spontan tanpa ada penyebab yang mengindikasikan sakit dan hanya berlangsung sekejab.

Sementara ketika telinga berdenging yang menimbulkan gangguan dan berlangsung lama, bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Stres dan kelelahan saraf
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan telinga dalam
  • Paparan suara keras
  • Kurangnya kualitas tidur.

Baca juga: Penyebab Suhu Anjlok -3 Derajat di Arab Saudi, Fenomena Langka di Negeri Gurun

Penutup

Telinga berdenging dalam Islam bukan sekadar fenomena fisik, melainkan juga pintu refleksi spiritual. Ia mengajarkan keseimbangan antara iman dan ikhtiar, antara dzikir dan ilmu, antara hati dan tubuh.

Dengan memahami maknanya secara proporsional, seorang muslim tidak terjebak dalam mitos, namun juga tidak kehilangan kepekaan ruhani yang menjadi ciri keimanan sejati.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sholat Hajat Lengkap: Niat, Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamaannya
Doa Sholat Hajat Lengkap: Niat, Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Petualang Arab Saudi Nyetir Lewati 27 Negara demi Menyaksikan Aurora
Petualang Arab Saudi Nyetir Lewati 27 Negara demi Menyaksikan Aurora
Aktual
Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan
Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan
Aktual
Puasa Tanggal Berapa 2026? Ini Perkiraan 1 Ramadhan dan Lebaran Versi Pemerintah & Muhammadiyah
Puasa Tanggal Berapa 2026? Ini Perkiraan 1 Ramadhan dan Lebaran Versi Pemerintah & Muhammadiyah
Aktual
Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis
Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis
Doa dan Niat
Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya
Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya
Doa dan Niat
Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin
Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin
Aktual
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Sya’ban 1447 H? Berikut Jadwal dan Penjelasannya
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Sya’ban 1447 H? Berikut Jadwal dan Penjelasannya
Aktual
Diklat Petugas Haji 2026 Ditinjau Menteri, Layanan Jamaah Jadi Sorotan
Diklat Petugas Haji 2026 Ditinjau Menteri, Layanan Jamaah Jadi Sorotan
Aktual
Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya
Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya
Aktual
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi dan Apa Saja Persiapannya?
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi dan Apa Saja Persiapannya?
Aktual
Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI
Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI
Aktual
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Doa dan Niat
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Aktual
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com