Editor
KOMPAS.com — Suhu di wilayah utara Arab Saudi tiba-tiba anjlok drastis hingga di bawah nol derajat Celsius.
Kota Turaif di Northern Borders Region bahkan mencatat suhu terendah di seluruh Kerajaan, mencapai -3°C, menurut laporan National Center for Meteorology (NCM).
Fenomena ini bukan sekadar cuaca dingin biasa, melainkan bagian dari gelombang dingin ekstrem yang sedang melanda kawasan utara Arab Saudi.
Pemandangan embun beku (frost) menyelimuti daratan Turaif pada Rabu pagi, menciptakan hamparan putih di dataran dan pegunungan yang jarang terlihat di negara gurun tersebut.
Baca juga: Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Menurut prakiraan NCM, suhu ekstrem ini terjadi karena kombinasi beberapa faktor meteorologis:
1. Massa udara dingin dari utara yang bergerak turun ke wilayah Arab Saudi bagian utara.
2. Posisi musim dingin di puncaknya di belahan bumi utara, yang membuat wilayah gurun sekalipun bisa mengalami pendinginan ekstrem di malam hari.
3. Langit cerah dan kelembapan rendah, yang mempercepat pelepasan panas dari permukaan tanah saat malam, memicu suhu jatuh tajam.
4. Angin kencang yang menyertai sistem cuaca ini memperparah sensasi dingin.
Kondisi ini membuat suhu di beberapa kota lain juga turun tajam, seperti:
Embun beku yang menyelimuti wilayah ini menjadi tanda kuat intensitas gelombang dingin. Pemerintah daerah dan otoritas cuaca meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti pembaruan informasi cuaca.
“Frost menutupi wilayah Turaif pagi ini. Kami sudah bersiap karena NCM telah memperingatkan gelombang dingin ini sejak beberapa hari lalu,” ujar Muhammad Yousuf, warga Northern Borders Region.
Meski dingin ekstrem, sebagian warga justru keluar rumah untuk menyaksikan pemandangan langka hamparan putih es di gurun.
Gelombang dingin ini diperkirakan belum berakhir. NCM memperingatkan bahwa mulai Jumat hingga Minggu, sejumlah wilayah Arab Saudi akan mengalami:
Sementara itu, suhu sangat dingin diperkirakan terus berlanjut di Tabuk, Al-Jouf, dan Hail, dengan embun beku masih akan terbentuk di wilayah utara.
Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin
Arab Saudi memang dikenal beriklim gurun panas, tetapi wilayah utara yang berbatasan dengan Yordania dan Irak memiliki karakter geografis yang memungkinkan suhu turun ekstrem saat musim dingin.
Kombinasi massa udara dingin dari utara dan kondisi atmosfer yang mendukung membuat suhu bisa merosot drastis, bahkan hingga minus.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bahkan negara gurun pun bisa mengalami musim dingin yang sangat keras ketika kondisi meteorologisnya mendukung.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang