Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Suhu Anjlok -3 Derajat di Arab Saudi, Fenomena Langka di Negeri Gurun

Kompas.com, 24 Januari 2026, 08:07 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com — Suhu di wilayah utara Arab Saudi tiba-tiba anjlok drastis hingga di bawah nol derajat Celsius.

Kota Turaif di Northern Borders Region bahkan mencatat suhu terendah di seluruh Kerajaan, mencapai -3°C, menurut laporan National Center for Meteorology (NCM).

Fenomena ini bukan sekadar cuaca dingin biasa, melainkan bagian dari gelombang dingin ekstrem yang sedang melanda kawasan utara Arab Saudi.

Pemandangan embun beku (frost) menyelimuti daratan Turaif pada Rabu pagi, menciptakan hamparan putih di dataran dan pegunungan yang jarang terlihat di negara gurun tersebut.

Baca juga: Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara

Apa Penyebab Suhu Bisa Turun Drastis?

Menurut prakiraan NCM, suhu ekstrem ini terjadi karena kombinasi beberapa faktor meteorologis:

1. Massa udara dingin dari utara yang bergerak turun ke wilayah Arab Saudi bagian utara.

2. Posisi musim dingin di puncaknya di belahan bumi utara, yang membuat wilayah gurun sekalipun bisa mengalami pendinginan ekstrem di malam hari.

3. Langit cerah dan kelembapan rendah, yang mempercepat pelepasan panas dari permukaan tanah saat malam, memicu suhu jatuh tajam.

4. Angin kencang yang menyertai sistem cuaca ini memperparah sensasi dingin.

Kondisi ini membuat suhu di beberapa kota lain juga turun tajam, seperti:

  • Al Qurayat: -2°C
  • Arar: -1°C
  • Sakaka: 1°C
  • Hail: 2°C
  • Tabuk: 3°C

Embun Beku dan Peringatan Otoritas

Embun beku yang menyelimuti wilayah ini menjadi tanda kuat intensitas gelombang dingin. Pemerintah daerah dan otoritas cuaca meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti pembaruan informasi cuaca.

“Frost menutupi wilayah Turaif pagi ini. Kami sudah bersiap karena NCM telah memperingatkan gelombang dingin ini sejak beberapa hari lalu,” ujar Muhammad Yousuf, warga Northern Borders Region.

Meski dingin ekstrem, sebagian warga justru keluar rumah untuk menyaksikan pemandangan langka hamparan putih es di gurun.

Hujan Lebat, Angin 60 Km/Jam, hingga Banjir Bandang

Gelombang dingin ini diperkirakan belum berakhir. NCM memperingatkan bahwa mulai Jumat hingga Minggu, sejumlah wilayah Arab Saudi akan mengalami:

  • Hujan sedang hingga lebat
  • Angin kencang mencapai 60 km/jam
  • Hujan es
  • Potensi banjir bandang
  • Kabut tebal di wilayah Jazan dan Aseer

Sementara itu, suhu sangat dingin diperkirakan terus berlanjut di Tabuk, Al-Jouf, dan Hail, dengan embun beku masih akan terbentuk di wilayah utara.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin

Fenomena Langka di Negeri Gurun

Arab Saudi memang dikenal beriklim gurun panas, tetapi wilayah utara yang berbatasan dengan Yordania dan Irak memiliki karakter geografis yang memungkinkan suhu turun ekstrem saat musim dingin.

Kombinasi massa udara dingin dari utara dan kondisi atmosfer yang mendukung membuat suhu bisa merosot drastis, bahkan hingga minus.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahkan negara gurun pun bisa mengalami musim dingin yang sangat keras ketika kondisi meteorologisnya mendukung.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Momen Haru Saat Putra Deden Maulana Lantunkan Surat Al-Quran Depan Peti Jenazah Ayahnya Korban Pesawat ATR
Momen Haru Saat Putra Deden Maulana Lantunkan Surat Al-Quran Depan Peti Jenazah Ayahnya Korban Pesawat ATR
Aktual
Wamenhaj: Perintah Presiden Prabowo, Haji 2026 Harus Berpihak pada Perempuan dan Lansia
Wamenhaj: Perintah Presiden Prabowo, Haji 2026 Harus Berpihak pada Perempuan dan Lansia
Aktual
Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad untuk yang Punya Utang Puasa
Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad untuk yang Punya Utang Puasa
Aktual
Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan
Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan
Doa dan Niat
Doa Saat Angin Kencang Sesuai Sunnah Rasulullah, Mohon Kebaikan dan Perlindungan Allah
Doa Saat Angin Kencang Sesuai Sunnah Rasulullah, Mohon Kebaikan dan Perlindungan Allah
Doa dan Niat
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Catat Tanggalnya dan Amalan yang Dianjurkan
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Catat Tanggalnya dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Penyebab Suhu Anjlok -3 Derajat di Arab Saudi, Fenomena Langka di Negeri Gurun
Penyebab Suhu Anjlok -3 Derajat di Arab Saudi, Fenomena Langka di Negeri Gurun
Aktual
Wudhu dalam Islam: Pengertian, Dalil Alquran, dan 6 Rukun Menurut Mazhab Syafi’i
Wudhu dalam Islam: Pengertian, Dalil Alquran, dan 6 Rukun Menurut Mazhab Syafi’i
Doa dan Niat
Puasa Ramadan 2026 Lebih 'Ringan', Suhu Dingin dan Durasi 12–13 Jam
Puasa Ramadan 2026 Lebih "Ringan", Suhu Dingin dan Durasi 12–13 Jam
Aktual
Banjir Jabodetabek, Ini Doa-doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Menghadapi Musibah
Banjir Jabodetabek, Ini Doa-doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Menghadapi Musibah
Doa dan Niat
Tren Tunda Nikah Menguat, Menag Minta Nikah Fest Diperluas
Tren Tunda Nikah Menguat, Menag Minta Nikah Fest Diperluas
Aktual
Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya
Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya
Aktual
Dampak Buruk Berbuka Puasa Secara Berlebihan dalam Perspektif Islam
Dampak Buruk Berbuka Puasa Secara Berlebihan dalam Perspektif Islam
Doa dan Niat
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Aktual
Tanggal Berapa Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadan & Versi Muhammadiyah
Tanggal Berapa Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadan & Versi Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com