KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta agar program Nikah Fest diperluas sebagai bagian dari strategi pemerintah menghadapi tren menunda pernikahan di kalangan generasi muda.
Menurut dia, negara perlu menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif agar anak muda tidak hanya memahami pentingnya menikah, tetapi juga siap membangun keluarga yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan penguatan berbagai program layanan perkawinan dan ketahanan keluarga, mulai dari Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Nikah), Sakinah Funwalk, Nikah Fest, bimbingan perkawinan (Bimwin), Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), hingga program pembinaan keluarga lainnya.
Baca juga: Menag: Al Azhar Siap Kirim 1.000 Ahli Bahasa Arab ke Indonesia
Menag menegaskan bahwa perkawinan memiliki posisi strategis dalam pembangunan sosial. Ia menyebut bahwa pernikahan tidak bisa dipandang sebagai urusan privat semata.
“Perkawinan itu bukan sekadar urusan pribadi, tapi juga bagian dari ikhtiar membangun peradaban,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat.
Berdasarkan data Kementerian Agama, angka perkawinan pada 2025 tercatat meningkat sekitar 0,3 persen yang dipengaruhi oleh implementasi program Gas Nikah. Meski demikian, Menag menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Masih ada peningkatan, tetapi ini juga menjadi sinyal bahwa kita harus bekerja lebih keras,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena global yang ditandai dengan kecenderungan generasi muda menunda bahkan menghindari pernikahan.
Menurut Menag, tren tersebut sudah mulai terasa di Indonesia dan berpotensi berdampak pada ketahanan keluarga.
Baca juga: Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
“Sekarang muncul fenomena global, orang tidak akan kawin atau akan menunda perkawinannya sampai ke usia-usia yang justru tidak produktif,” ujarnya.
Dalam konteks itu, Nikah Fest dinilai relevan karena menghadirkan pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan realitas anak muda. Menag menegaskan bahwa pola pendekatan lama tidak lagi cukup.
“Kita tidak bisa hanya menasihati, tapi harus menghadirkan program yang menyentuh realitas mereka,” kata Nasaruddin.
Selain mendorong peningkatan angka perkawinan, Menag juga menekankan pentingnya kualitas keluarga yang dibangun.
Ia menyebut program bimbingan pranikah dan bimbingan perkawinan telah memberikan dampak positif, termasuk dalam menurunkan praktik perkawinan anak.
“Pendekatan edukatif ini harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Tekankan Peran Agama dan Ekoteologi di Era Kecerdasan Buatan
Menurut Menag, target pemerintah bukan sekadar meningkatkan jumlah pernikahan, melainkan memastikan kesiapan pasangan secara menyeluruh.
“Yang kita dorong bukan hanya menikah, tapi menikah dengan kesiapan mental, spiritual, dan sosial,” katanya.
Ia pun meminta Ditjen Bimas Islam menjadikan pembinaan keluarga sebagai agenda berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sinergi dengan pemerintah daerah, KUA, penyuluh agama, dan berbagai pemangku kepentingan lain dinilai penting agar program berjalan lebih efektif dan berdampak luas.
Menag juga mengaitkan isu perkawinan dengan tantangan kemandirian umat di masa depan. Ia menilai keluarga yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial.
“Keluarga adalah unit terkecil, tapi dampaknya sangat besar bagi ketahanan umat,” ujarnya.
Menutup arahannya, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk berani berinovasi dan membaca perubahan zaman.
“Masa depan itu datang lebih cepat dari yang kita bayangkan,” ungkap Nasaruddin.
Ia menambahkan, potensi umat yang besar perlu dikelola secara serius agar mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
“Mari kita berpikir utuh bagaimana menyiapkan umat masa depan. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan sungguh-sungguh,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang