Editor
KOMPAS.com-Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi mengalami gelombang udara dingin ekstrem setelah suhu di sejumlah kota anjlok hingga di bawah nol derajat Celsius.
Pusat Meteorologi Nasional (National Center for Meteorology/NCM) pada Rabu (21/1/2026) melaporkan Provinsi Turaif mencatat suhu terendah di seluruh Arab Saudi dengan angka mencapai minus 3 derajat Celsius.
Dilansir Arab News, penurunan suhu tersebut memicu munculnya embun beku yang menyelimuti kawasan Turaif sejak pagi hari.
Baca juga: Gelombang Dingin dan Al-Azeerq Melanda Arab Saudi, Warga Diminta Waspada
Pemerintah Wilayah Perbatasan Utara menyatakan Provinsi Al-Turaif menjadi wilayah terdingin di Arab Saudi setelah suhu turun hingga minus 3 derajat Celsius.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform X bersamaan dengan unggahan foto-foto embun beku yang menutupi dataran dan area sekitar.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengambil langkah pencegahan, serta mengikuti pembaruan cuaca dari instansi resmi.
Baca juga: Gelombang Udara Dingin Landa Arab Saudi, Suhu Turun hingga Minus 1 Derajat
Seorang warga Wilayah Perbatasan Utara, Muhammed Yousuf, mengatakan NCM sebelumnya telah memperkirakan gelombang udara dingin melanda wilayah utara hingga akhir pekan.
Ia menyebut warga telah bersiaga dan melakukan langkah antisipatif sejak peringatan cuaca dikeluarkan.
Muhammed Yousuf menuturkan embun beku yang menyelimuti Provinsi Turaif menarik perhatian warga untuk keluar rumah menyaksikan hamparan putih di dataran luas dan pegunungan.
Warga menikmati udara dingin tersebut dengan mengenakan pakaian musim dingin tebal sambil merasakan hembusan angin es.
Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Otoritas Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, Pusat Meteorologi Nasional telah mengeluarkan peringatan terkait gelombang udara dingin di Turaif dan Wilayah Perbatasan Utara akibat penurunan suhu yang tajam.
Dalam prakiraan terbarunya pada Rabu, NCM menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Arab Saudi mulai Jumat hingga Minggu.
Hujan tersebut diperkirakan disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 60 kilometer per jam atau lebih, serta potensi hujan es dan banjir bandang di beberapa daerah.
Kabut juga diprakirakan terbentuk di wilayah Jazan dan Aseer seiring perubahan kondisi cuaca.
Selain wilayah utara, cuaca dingin hingga sangat dingin diperkirakan melanda wilayah Tabuk, Al-Jouf, dan Hail.
Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin
Embun beku diprediksi terus terbentuk di wilayah utara, sementara suhu menurun disertai angin kencang yang mengangkat debu di wilayah Qassim, Riyadh, Provinsi Timur, dan Najran.
Kondisi angin tersebut diperkirakan meluas hingga bagian timur dataran tinggi barat daya serta mencakup sebagian wilayah Makkah dan Madinah.
Data Pusat Meteorologi Nasional mencatat suhu minimum pada Rabu meliputi Turaif minus 3 derajat Celsius, Al Qurayat minus 2 derajat Celsius, Arar minus 1 derajat Celsius, Sakaka 1 derajat Celsius, Hail 2 derajat Celsius, dan Tabuk 3 derajat Celsius.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang