Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah

Kompas.com, 8 Agustus 2026, 14:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sejarah Tapak Suci menjadi bagian penting dalam perjalanan perguruan atau organisasi pencak silat Muhammadiyah di Indonesia.

Organisasi ini tidak hanya berkembang sebagai wadah seni bela diri, tetapi juga membawa nilai dakwah, kaderisasi, dan pelestarian budaya pencak silat.

Perjalanan Tapak Suci Muhammadiyah dari masa ke masa menunjukkan bagaimana seni bela diri dapat menjadi bagian dari gerakan organisasi dan pendidikan generasi muda.

Baca juga: Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut

Selain menjadi wadah pembinaan pencak silat, Tapak Suci berkembang sebagai sarana dakwah Muhammadiyah sekaligus bagian dari upaya melestarikan budaya luhur Indonesia.

Sejarah Berdirinya Tapak Suci

Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau dikenal sebagai Tapak Suci merupakan organisasi pencak silat di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.

Baca juga: Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030

Organisasi ini resmi berdiri pada 31 Juli 1963 di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, yang menjadi tempat bertemunya tiga aliran silat, yakni Cikauman, Seranoman, dan Kasegu.

Pendirnya adalah Muhammad Barie Irsyad, seorang putra Kauman Yogyakarta yang lahir pada 3 Agustus 1934.

Sebagai salah satu ortom Muhammadiyah, Tapak Suci menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai landasan sekaligus mengedepankan nilai persaudaraan.

Organisasi ini memiliki semboyan yang menjadi pedoman bagi para kadernya, yaitu “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak menjadi lemah.”

Semboyan tersebut menjadi prinsip yang melekat dalam pembinaan para pendekar Tapak Suci.

Nilai keimanan dan akhlak ditempatkan sebagai bagian penting yang berjalan beriringan dengan kemampuan bela diri.

Tapak Suci dan Pelestarian Pencak Silat Indonesia

Tapak Suci tidak hanya berperan sebagai kanal dakwah Muhammadiyah, tetapi juga turut melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Keberadaan organisasi ini sekaligus menunjukkan bahwa Muhammadiyah memberikan ruang bagi seni dan budaya, termasuk pencak silat yang merupakan salah satu warisan budaya luhur bangsa.

Dikutip dari data Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), aliran pencak silat di Indonesia mencapai kurang lebih 840 aliran.

Pencak silat juga telah dinobatkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2019 sehingga keberadaannya perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, Tapak Suci tidak hanya menjalankan fungsi dakwah Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga menjadi bagian dari creative minority di era modern.

Peran tersebut diwujudkan melalui upaya mempertahankan dan mengembangkan pencak silat sebagai budaya luhur bangsa di tengah perubahan zaman.

Tapak Suci juga tercatat sebagai salah satu dari 10 Perguruan Historis IPSI. Perguruan historis tersebut meliputi Persaudaraan Setia Hati, Persaudaraan Setia Hati Terate, Keluarga Silat Nasional (KELATNAS) Indonesia Perisai Diri, Perguruan Silat Nasional Perisai Putih, Phashadja Mataram, Perguruan Pencak Silat Indonesia (PERPI) Harimurti, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), Persatuan Pencak Silat Putra Betawi, dan Keluarga Pencak Silat Nusantara.

Tapak Suci di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

Status Tapak Suci sebagai ortom Muhammadiyah membuat organisasi ini memiliki posisi penting di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Tapak Suci hadir mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi.

Di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia, Tapak Suci menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

Sementara di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), Tapak Suci menjadi bagian dari organisasi intra kampus bersama Hizbul Wathan dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Kehadiran tersebut membuat pembinaan pencak silat sekaligus nilai-nilai keislaman dapat dilakukan sejak usia sekolah hingga pendidikan tinggi.

Tapak Suci pun menjadi salah satu ruang kaderisasi yang menghubungkan olahraga bela diri dengan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Pesilat putri Tapak Suci menunjukkan keahliannya dalam demonstrasi di ajang festival internasional. Kehadiran ratusan pesilat dari 24 negara akan memeriahkan Muktamar Tapak Suci 2026 di Semarang, mempertegas visi internasionalisasi Tapak Suci Muhammadiyah.Dok. Muhammadiyah Kota Semarang Pesilat putri Tapak Suci menunjukkan keahliannya dalam demonstrasi di ajang festival internasional. Kehadiran ratusan pesilat dari 24 negara akan memeriahkan Muktamar Tapak Suci 2026 di Semarang, mempertegas visi internasionalisasi Tapak Suci Muhammadiyah.

Tujuan Tapak Suci Melestarikan Seni Pencak Silat

Komitmen Tapak Suci dalam melestarikan pencak silat sebagai budaya luhur bangsa tercantum dalam maksud dan tujuan organisasi.

Salah satunya adalah tujuan nomor dua, yakni “Memelihara kemurnian pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral.”

Tujuan tersebut kemudian diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan, penelitian, serta pengembangan seni bela diri Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Menyelenggarakan pembinaan seni Beladiri Indonesia.
  2. Mengadakan penggalian dan penelitian ilmu Seni Beladiri untuk meningkatkan dan mengembangkan kemajuan Seni Beladiri Indonesia.
  3. Aktif dalam lembaga olahraga dan seni baik yang diadakan oleh Pemerintah maupun swasta yang tidak menyimpang dari maksud dan tujuan Tapak Suci.

Tapak Suci sebagai Kanal Syiar Dakwah Muhammadiyah

Perkembangan Tapak Suci tidak terlepas dari identitasnya sebagai ortom Muhammadiyah.

Berdasarkan penelusuran dokumen penelitian yang dilakukan Alifka Atmo Ridho B pada 2023, perkembangan Tapak Suci turut didukung oleh luasnya jaringan Muhammadiyah di berbagai wilayah.

Sebagai organisasi Islam yang memiliki jaringan luas di Indonesia dan luar negeri, Muhammadiyah memberikan ruang bagi Tapak Suci untuk berkembang di kawasan yang telah memiliki keberadaan Muhammadiyah.

Perkembangan tersebut membuat Tapak Suci tidak hanya tumbuh di Indonesia, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai negara.

Alifka Atmo menyebutkan, pada 2013 Tapak Suci sudah tersebar di 35 provinsi di Indonesia, serta memiliki 4 perwakilan kepala khusus di empat negara khususnya di Eropa, Belanda, Singapura, dan Kairo.

Akan tetapi perkembangan Tapak Suci berkembang sangat dinamis, seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Tapak Suci, Afnan Hadikusumo pada 2023 yang menyebutkan bahwa Tapak Suci sudah tersebar di 22 negara, dan memiliki anggota kurang lebih 3 juta jiwa.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah, baik dari sisi anggota maupun wilayah persebarannya. Hal ini sejalan dengan perkembangan Muhammadiyah yang telah hadir di 30 negara.

Di sejumlah negara, keberadaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) biasanya diikuti dengan berkembangnya organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk Tapak Suci.

Kegiatan Tapak Suci di luar negeri juga tidak hanya diikuti warga diaspora Indonesia. Kelas-kelas latihan yang diselenggarakan di sejumlah negara turut menarik minat masyarakat lokal untuk mempelajari pencak silat Indonesia.

Tapak Suci Berkembang di Mesir, Jadi Alat Diplomasi Strategis

Perkembangan tersebut salah satunya terlihat di Mesir. Hampir 99 persen peserta kelas latihan Tapak Suci di Mesir merupakan warga asli Mesir, menunjukkan tingginya minat masyarakat lokal terhadap pencak silat Indonesia.

Tapak Suci di Mesir mulai dirintis sejak awal 2000-an dan kini telah berkembang di tujuh provinsi dengan ribuan siswa yang aktif mengikuti latihan.

Selain mengembangkan pencak silat, Tapak Suci di Mesir juga mengikuti berbagai festival untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional.

Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan Indonesia dan Muhammadiyah melalui seni bela diri.

Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Prof. Bambang Suryadi, menyebut langkah tersebut sebagai ‘diplomasi lunak’.

Di Mesir, katanya, Tapak Suci dan Bahasa Indonesia menjadi alat diplomasi strategis, sebab warga Mesir menaruh minat yang besar untuk belajar Bahasa Indonesia dan Tapak Suci.

Haedar Nashir: Tapak Suci Muhammadiyah Terbuka bagi Semua Kalangan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut Tapak Suci sebagai salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yang memiliki karakter inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tapak Suci ini adalah ortom yang paling inklusif, sehingga diharapkan dapat merangkul seluruh elemen masyarakat. Baik perempuan maupun laki-laki, tua maupun muda, semua bisa menjadi anggota Tapak Suci,” ujarnya ketika membuka Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang pada Sabtu (8/8/2026).

Haedar menegaskan bahwa sebagai bagian dari organisasi otonom Muhammadiyah, TSPM perlu terus menjunjung nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak dalam menjalankan perannya untuk kemajuan umat dan bangsa.

“Karena semangat iman, takwa, dan akhlak yang dibawa Tapak Suci akan menjadi pilar kekuatan bangsa yang jiwa dan raganya kokoh,” ungkapnya.

Menurut Haedar, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui pembinaan rohani dan jasmani dalam pendidikan bela diri Tapak Suci. Pembinaan itu diharapkan dapat membentuk pribadi dengan jiwa kesatria.

“Jiwa kesatria yang dimaksud adalah jiwa kenegarawanan yang mampu membela kebenaran tanpa mengenal perbedaan, selalu menebar kebaikan, dan menjadi kekuatan yang dapat bersinergi dengan pemerintah untuk membela negara,” jelas Haedar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Aktual
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Aktual
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa Harian
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Aktual
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
Aktual
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Aktual
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Doa Harian
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Doa Harian
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Aktual
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Aktual
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
Aktual
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
Aktual
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar