Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Buruk Berbuka Puasa Secara Berlebihan dalam Perspektif Islam

Kompas.com, 23 Januari 2026, 19:55 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Secara logika, puasa seharusnya mengurangi jumlah konsumsi harian. Namun dalam praktiknya, banyak orang justru mengalami peningkatan konsumsi saat Ramadhan. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan berbuka secara berlebihan, ragam menu yang lebih banyak dari hari biasa. Buka dianggap sebagai 'balas dendam' setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Dalam perspektif Islam, kondisi ini menunjukkan kegagalan menangkap hikmah puasa sebagai sarana pengendalian hawa nafsu. Puasa bukan bertujuan memindahkan waktu makan dari siang ke malam, tetapi melatih kesederhanaan dan kedisiplinan. Ketika konsumsi meningkat saat puasa, maka nilai tarbiyah (pendidikan jiwa) dari ibadah puasa menjadi berkurang.

Berlebihan dalam berbuka termasuk perkarang yang dilarang dalam Islam. Sebagaimana dalil umum yang melarang untuk makan berlebihan.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Baca juga: 10 Dampak Makan Berlebihan Menurut Imam Ghazali

Dampak Buruk Berbuka Berlebihan

Sesuatu yang dilarang dalam Islam pasti mempunyai dampak buruk. Berikut ini dampak buruk berbuka puasa secara berlebihan:

1. Tidak Disukai Allah SWT

Islam sangat menekankan prinsip moderasi (wasathiyah), tidak berlebihan maupun serba kekurangan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak disukai Allah SWT, termasuk dalam hal makan sebagaimana disampaikan dalam surat Al-A’raf ayat 31.

Ayat ini menjadi peringatan bahwa makan dan minum memang diperbolehkan, tetapi sikap berlebihan adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah. Berbuka puasa dengan porsi berlebihan bertentangan dengan nilai ini, meskipun dilakukan setelah seharian berpuasa.

2. Membahayakan Kesehatan Tubuh

Tubuh manusia adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

Artinya: “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari)

Berbuka secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, kelelahan, hingga peningkatan risiko penyakit. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka seseorang telah lalai dalam menjaga amanah kesehatan yang Allah titipkan kepadanya.

Baca juga: Larangan Makan dan Minum Berlebihan Lengkap dengan Dampak Buruknya

3. Mengeraskan Hati dan Melemahkan Ibadah

Makan berlebihan dapat membuat tubuh berat untuk beribadah. Rasa mengantuk dan malas sering muncul setelah berbuka dengan porsi besar. Padahal, malam Ramadan adalah waktu utama untuk ibadah seperti shalat tarawih, qiyamul lail, dan membaca Al-Qur’an.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ

Artinya: “Tidak ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh anak Adam selain perutnya.” (HR. At Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa perut yang terlalu penuh dapat menjadi penghalang seseorang untuk mendekat kepada Allah SWT.

4. Menyelisihi Teladan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dalam berbuka puasa. Beliau berbuka dengan kurma dan air, dan tidak pernah makan secara berlebihan. Dalam sebuah hadis disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Artinya: “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum shalat. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)

Teladan ini menunjukkan bahwa berbuka puasa seharusnya dilakukan dengan kesederhanaan, bukan dengan berlebihan.

Baca juga: Adab Makan dan Minum dalam Islam, Panduan Sunnah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah

5. Mengurangi Hikmah dan Tujuan Puasa

Salah satu tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Jika seseorang berbuka secara berlebihan, maka latihan menahan hawa nafsu menjadi tidak optimal. Puasa kehilangan makna pendidikannya karena nafsu makan justru dilampiaskan saat berbuka.

Cara Berbuka Puasa yang Dianjurkan Islam

Islam mengajarkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam berbuka puasa, berikut ini cara berbuka yang diajarkan dalam Islam:

  • Menyegerakan berbuka dengan yang sederhana.
  • Memulai dengan kurma dan air putih.
  • Tidak memenuhi perut, tetapi makan secukupnya.
  • Menjaga niat agar berbuka menjadi sarana kekuatan untuk beribadah.

Baca juga: Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri dalam Islam

Penutup

Berbuka puasa adalah nikmat dan bentuk syukur kepada Allah SWT. Namun, nikmat tersebut harus dijaga agar tidak berubah menjadi mudarat.

Dengan berbuka secara sederhana dan tidak berlebihan, seorang Muslim dapat menjaga kesehatan, menguatkan ibadah, serta meraih hikmah puasa secara sempurna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Aktual
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Aktual
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar