Editor
KOMPAS.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Rumah terendam, aktivitas warga terganggu, dan sebagian harus mengungsi demi keselamatan.
Di tengah situasi ini, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya berikhtiar secara fisik, tetapi juga menguatkan diri dengan doa.
Baca juga: Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jaminan Surga
Rasulullah SAW telah mencontohkan sejumlah doa yang dibaca saat menghadapi musibah, bencana alam, dan kondisi berbahaya seperti banjir.
Berikut doa-doa yang bisa diamalkan saat menghadapi bencana banjir.
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allâhumma innî asaluka khairahâ wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang terjadi ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan dari apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْهُمْ فِي مُصِيبَتِهِمْ، وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِنْهَا
Innalillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn. Allâhumma’jurnâ fî mushîbatinâ, wa akhlif lanâ khairan minhâ.
Artinya:
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah pahala dalam musibah ini dan gantikan dengan yang lebih baik.”
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca doa ini saat tertimpa musibah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. (HR Muslim)
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ المَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi, wa a‘ûdzubika minat taraddî, wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami, wa a‘ûdzubika an yatakhabbathaniyasy syaithânu ‘indal maut, wa a‘ûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, tergelincir, tenggelam, terbakar, dan dari bahaya saat ajal tiba.”
Doa ini sangat relevan dibaca saat banjir karena mengandung permohonan perlindungan dari tenggelam dan bahaya fisik.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا
Allâhumma hawâlainâ wa lâ ‘alainâ.
Artinya:
“Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami, jangan tepat menimpa kami (yang membahayakan).” (HR Bukhari)
Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda, Ini Doa Perlindungan dan Panduan Siaga Bencana
Di tengah ujian banjir yang melanda Jabodetabek, doa-doa ini menjadi penguat hati sekaligus ikhtiar spiritual. Semoga Allah menjaga keselamatan warga, mengurangi dampak bencana, dan menggantinya dengan kebaikan. Aamiin.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang