Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jaminan Surga

Kompas.com, 23 Januari 2026, 07:03 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa. Ada dosa yang disadari, ada pula yang dilakukan tanpa sengaja. Kesalahan demi kesalahan ini, jika tidak segera diiringi taubat, dapat menjadi penghalang turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT dalam kehidupan.

Islam, sebagai agama rahmat, tidak pernah menutup pintu ampunan. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah dengan mengajarkan istighfar, doa memohon ampun yang membersihkan hati dan memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Di antara berbagai bacaan istighfar, terdapat satu doa yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai penghulu istighfar, yaitu Sayyidul Istighfar.

Baca juga: Istighfar: Bacaan, Keutamaan, dan Kisah Menggetarkan Hati

Pengertian Sayyidul Istighfar

Secara bahasa, sayyid berarti pemimpin atau penghulu, sedangkan istighfar berarti permohonan ampun. Maka sayyidul istighfar dapat dimaknai sebagai istighfar yang paling utama dan paling mulia.

Sayyidul istighfar adalah doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Doa ini bukan sekadar permohonan ampun, tetapi juga berisi:

  • Pengakuan tauhid
  • Pengakuan sebagai hamba yang lemah
  • Pengakuan atas nikmat Allah
  • Pengakuan atas dosa diri

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari' menjelaskan bahwa doa ini disebut penghulu istighfar karena mengumpulkan makna taubat secara sempurna: tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan ampunan.

Bacaan Sayyidul Istighfar

Bacaan Sayyidul istighfar Berikut ini bacaan sayyidul istighfar yang diajarkan Rasulullah SAW.

Arab:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ 

وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ

أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin:

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka

wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu

abuu'u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfiru adz dzunuuba illaa anta.

Baca juga: Istighfar dalam Islam: 10 Keutamaan & Manfaat Spiritual serta Duniawi

Artinya:

Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu.

Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku,

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.

Keutamaan Sayyidul Istighfar

Berdasarkan hadis shahih dan penjelasan para ulama, sayyidul istighfar memiliki keutamaan luar biasa.

1. Penghapus dosa-dosa

Sayyidul istighfar adalah bentuk taubat yang sempurna. Dalam Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa istighfar yang disertai pengakuan dosa dan ketundukan hati menjadi sebab utama diampuninya kesalahan seorang hamba.

2. Jaminan masuk surga

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mengucapkannya (Sayyidul Istighfar) di siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (H.R. Bukhari)

Baca juga: Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah

3. Bentuk tauhid dan ketundukan total

Doa ini menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya tempat kembali. Inilah hakikat tauhid yang dibahas para ulama dalam kitab Al-‘Ubudiyyah karya Ibnu Taimiyah.

4. Mendatangkan ketenangan hati

Memperbanyak bacaan sayyidul Istighfar merupakan bentuk dzikir yang akan membawa ketenangan hati dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Waktu Terbaik Membaca Sayyidul Istighfar

Berdasarkan hadits-hadits shahih, waktu utama membaca sayyidul istighfar adalah:

  • Pagi hari (setelah Subuh)
  • Sore hari (setelah Ashar atau Maghrib)
  • Siang hari
  • Malam hari sebelum tidur.

Baca juga: 7 Manfaat Istighfar Nabi Ibrahim, Doa Ampunan untuk Diri, Orangtua, dan Mukminin

Penutup: Istighfar yang Menghidupkan Jiwa

Sayyidul istighfar bukan sekadar bacaan lisan. Ia adalah pengakuan jiwa, tangisan hati, dan penghambaan total kepada Allah SWT.

Di tengah hidup yang penuh salah dan lalai, sayyidul istighfar menjadi jalan pulang—membersihkan dosa, menenangkan hati, dan membuka harapan akan rahmat serta surga Allah.

Barangsiapa membiasakannya dengan keyakinan, maka ia telah menggenggam salah satu doa paling agung yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Kenapa Shalat Terasa Berat? Bisa Jadi Tanda Belum Diizinkan Allah, Ini Kata Buya Yahya
Doa dan Niat
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Aktual
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
8 Calon Jemaah Haji Cadangan Asal Sumenep Berangkat Lebih Dulu dari Jemaah Reguler
Aktual
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Bukan Perjalanan Spiritual Biasa, Teuku Zulkhairi: Ibadah Haji Sebaiknya Jadi Impian Sejak Usia Dini
Aktual
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Pilih Kambing Jantan atau Betina untuk Kurban? Ini Kata Ulama
Aktual
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
PPIH Makassar Ingatkan Jemaah Haji Jangan Nekat Bawa Pulang Air Zamzam di Koper
Aktual
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya
Aktual
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Jangan Asal Beli, Ini Oleh-oleh Haji yang Dilarang di Pesawat
Aktual
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Aktual
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Nekat Jalan Kaki Lewat Gurun ke Makkah, 5 WN Afghanistan Ditahan
Aktual
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Daker Bandara Jeddah Terima 49 Koper Cadangan untuk Jamaah Haji yang Kopernya Rusak
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa
Aktual
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Pernah Overstay di Arab Saudi, JCH Asal Polman Gagal Berangkat Haji 2026 karena Dicekal Imigrasi
Aktual
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com