Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istighfar: Bacaan, Keutamaan, dan Kisah Menggetarkan Hati

Kompas.com, 17 Januari 2026, 20:22 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Istighfar adalah bacaan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan. Amalan ini memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam dan senantiasa diamalkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah (beristighfarlah) kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (H.R. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya amalan bagi orang yang banyak dosa, tetapi juga teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia dan terjaga dari dosa.

Jika Rasulullah SAW saja yang telah terbebas dari dosa membaca istighfar minimal seratus kali dalam sehari, maka sebagai umatnya yang banyak dosa dan kesalahan harusnya lebih banyak membaca istighfar.

Baca juga: Kisah Lengkap Ashabul Kahfi: 7 Pemuda Teladan Penggenggam Iman

Bacaan Istighfar

Terdapat beberapa bacaan istighfar yang diajarkan dan biasa diamalkan oleh kaum muslimin. Berikut dua bacaan yang paling umum:

1. Bacaan Istighfar Versi Pendek

Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin:

Astaghfirullaah.

Artinya:

Aku memohon ampunan kepada Allah.

2. Bacaan Istighfar Versi Panjang

Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin:

Astaghfirullāhal ‘azhīm, alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaih.

Artinya:

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.

Baca juga: Tumbuh dalam Dekapan Iman, Inilah Kisah 5 Sahabat Kecil Nabi

Keutamaan Istighfar

Istighfar memiliki banyak keutamaan dan dampak luar biasa dalam kehidupan seorang hamba. Di antaranya:

  • Sebagai sarana memohon ampunan Allah SWT
  • Memberikan kelapangan dari rasa gelisah dan gundah
  • Memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan
  • Mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (H.R. Ahmad)

Hadits ini menegaskan bahwa istighfar bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan hidup.

Kisah Imam Ahmad bin Hambal dan Penjual Roti

Salah satu kisah paling masyhur tentang keutamaan istighfar adalah kisah Imam Ahmad bin Hambal dengan seorang penjual roti.

Dikisahkan (sebagaimana dinukil dari berbagai sumber, termasuk Kemenag RI), suatu hari Imam Ahmad bin Hambal tergerak hatinya untuk pergi ke Basrah, Irak. Padahal beliau tidak memiliki urusan apa pun di kota tersebut. Dorongan hati itulah yang akhirnya membawa beliau berangkat, meski usia beliau sudah lanjut.

Imam Ahmad tiba di Basrah pada waktu Isya. Setelah melaksanakan shalat berjamaah di sebuah masjid, beliau berniat beristirahat di sana. Namun, seorang pengurus masjid mengusir beliau dengan kasar, bahkan mendorongnya keluar hingga ke jalan. Sang pengurus tidak mengetahui bahwa orang tua yang dihadapinya adalah seorang ulama besar.

Baca juga: Syahid yang Berjalan di Bumi, Kisah Pengorbanan Thalhah bin Ubaidillah

Peristiwa itu disaksikan oleh seorang penjual roti yang berjualan di seberang masjid. Penjual roti tersebut merasa iba dan menawarkan Imam Ahmad untuk menginap di rumahnya. Karena dagangannya belum habis, Imam Ahmad diminta menunggu.

Saat menunggu, Imam Ahmad memperhatikan kebiasaan penjual roti tersebut. Setiap melakukan aktivitas—menguleni adonan, memanggang, atau merapikan dagangan—lisannya tak pernah berhenti mengucapkan istighfar.

Imam Ahmad pun bertanya,
“Sudah berapa lama engkau membiasakan diri beristighfar seperti ini?”

Penjual roti menjawab,
“Sudah lama sekali, Syaikh. Sekitar 30 tahun, sejak saya mulai berjualan roti.”

Imam Ahmad kembali bertanya,
“Apa hasil yang engkau rasakan dari amalan itu?”

Penjual roti menjawab dengan penuh keyakinan,
“Tidak ada satu pun permintaan yang saya panjatkan kepada Allah kecuali dikabulkan. Hanya satu permohonan yang belum terkabul, yaitu saya ingin bertemu dengan Imam Ahmad bin Hambal.”

Mendengar itu, Imam Ahmad terkejut dan berkata,
“Allahu Akbar! Demi Allah, Allah telah mengabulkan doamu. Aku adalah Imam Ahmad. Allah mendatangkanku dari Baghdad ke Basrah, bahkan hingga aku didorong keluar dari masjid, semua itu karena istighfarmu.”

Penjual roti pun menangis haru dan bersyukur karena doanya akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT.

Baca juga: Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah

Penutup

Kisah Imam Ahmad bin Hambal dan Penjual Roti  menjadi pelajaran berharga bahwa istighfar yang dilakukan dengan istiqamah, keikhlasan, dan keyakinan mampu mendatangkan pertolongan Allah dengan cara yang tak terduga.

Maka, jangan pernah meremehkan amalan istighfar, meskipun hanya dilakukan dengan lisan yang sederhana.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Aktual
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Aktual
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar