Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Warga Sumbar Jalan Kaki dari Padang ke Makkah untuk Berhaji

Kompas.com, 17 Januari 2026, 18:36 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat membenarkan adanya seorang warga Kota Padang yang memulai perjalanan ke Kota Makkah dengan berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki, mengapresiasi niat dan antusiasme masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut, meski dilakukan dengan cara yang tidak biasa.

“Pertama, kita mengapresiasi antusias masyarakat untuk menunaikan ibadah haji walaupun dengan berjalan kaki,” kata Rifki di Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Mengapa Diklat Petugas Haji Semi Militer? Ini Penjelasan Wamenhaj

Pernyataan itu disampaikan Rifki menanggapi langkah seorang warga Padang bernama M Alif yang memulai perjalanannya menuju Tanah Suci pada Jumat (16/1/2026).

Keberangkatan tersebut diawali dari salah satu masjid di kawasan Pantai Padang.

Menurut Rifki, fenomena warga Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi dengan berjalan kaki atau bersepeda bukanlah hal baru.

Bahkan, sebelum pengelolaan haji berada di bawah Kemenhaj, Kementerian Agama telah beberapa kali menjumpai kasus serupa.

Ia mengungkapkan, pada 2024 lalu sempat bertemu seorang jamaah asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi menggunakan sepeda setelah menempuh perjalanan selama sembilan bulan.

Namun, jamaah tersebut tidak dapat menunaikan ibadah haji karena kedatangannya tidak bertepatan dengan musim haji dan hanya melaksanakan umrah.

Meski demikian, Rifki mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak terjebak penipuan, khususnya bagi mereka yang berupaya masuk ke Makkah secara mandiri.

“Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus menggunakan visa haji,” tegasnya.

Sementara itu, M Alif mengungkapkan bahwa niatnya berjalan kaki dari Padang menuju Makkah dilandasi keinginan untuk meraih haji yang mabrur melalui mujahadah atau perjuangan fisik.

Baca juga: Kemenhaj Tangani Aduan Masyarakat, Ini Daftar Masalah Haji yang Dilaporkan

“Insyaa Allah mau berangkat ibadah haji dari Padang menuju Makkah dengan berjalan kaki,” ujar Alif melalui unggahan di salah satu akun media sosialnya.

Langkah Alif pun menuai perhatian warganet, sekaligus menjadi pengingat bahwa niat ibadah yang kuat tetap harus diiringi dengan kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan resmi penyelenggaraan haji.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com