Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Capai 95 Persen Meski Situasi Timur Tengah Memanas

Kompas.com, 3 Maret 2026, 20:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana di tengah eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah menegaskan hingga saat ini tidak ada hambatan yang memengaruhi tahapan teknis maupun layanan bagi jamaah.

Proses persiapan bahkan telah mencapai sekitar 95 persen, mencakup akomodasi hingga konsumsi.

Pemerintah terus memantau perkembangan kawasan untuk menjamin keamanan dan kelancaran haji Indonesia.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Penundaan Umrah akibat Situasi Timur Tengah, Persiapan Haji Tetap Berjalan

Persiapan Haji 2026 Sudah 95 Persen

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Tidak ada kendala. Sampai hari ini persiapan penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar. Belum ada dampak-dampak yang dirasakan terhadap persiapan penyelenggaraan haji,” ujar Wamenhaj Dahnil saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Asrama Haji Banten, Selasa (3/3/2026).

Ia menyampaikan capaian persiapan telah menyentuh sekitar 95 persen. Progres tersebut meliputi kesiapan akomodasi, transportasi, serta konsumsi bagi jamaah calon haji. Pembayaran layanan lainnya, termasuk Armuzna, juga telah diselesaikan.

Tinggal Tahap Pengelompokan Kloter

Menurut Dahnil, tahapan yang tersisa saat ini adalah proses pengelompokan jamaah atau grouping, yang dalam istilah perhajian dikenal sebagai pengkloteran jamaah calon haji.

“Tahun ini penyelenggaraannya lebih cepat. Sekitar 95 persen sudah beres persiapannya, tinggal grouping saja. Grouping itu artinya jamaah dikelompokkan dalam kloter-kloter,” kata Wamenhaj.

Ia menjelaskan bahwa pengelompokan tersebut merupakan tahapan teknis untuk memastikan pembagian jamaah dalam kelompok terbang (kloter) berjalan sesuai jadwal keberangkatan dan kesiapan layanan di Tanah Suci.

Pemerintah Pantau Situasi Timur Tengah

Wamenhaj menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan penyelenggaraan haji tetap aman dan terkendali.

“Kami terus memonitor perkembangan situasi. Namun sampai hari ini, persiapan haji Indonesia tidak mengalami hambatan,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dengan progres persiapan yang hampir rampung, pemerintah memastikan penyelenggaraan haji Indonesia 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meski dinamika kawasan terus dipantau secara intensif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com