Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Sedekah dalam Islam, Kisah Sayyidina Ali yang Mendapat Balasan Berlipat

Kompas.com, 5 Juni 2026, 13:23 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Sedekah merupakan salah satu amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Selain menjadi bentuk kepedulian kepada sesama, sedekah juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Al-Qur'an menyebutkan bahwa orang yang bersedekah akan memperoleh pahala berlipat ganda sebagai balasan atas kebaikan yang dilakukan.

Baca juga: Ali bin Abi Thalib: Khalifah Di Tengah Umat yang Terpecah

Keutamaan sedekah tidak hanya dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga dapat dipetik dari kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW, termasuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang merasakan langsung keberkahan dari keikhlasan berbagi kepada orang lain.

Pahala Sedekah Dijanjikan Berlipat Ganda

Salah satu ayat yang menjelaskan keutamaan sedekah terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al Hadid ayat 18.

Baca juga: Biografi Singkat Ali bin Abi Thalib: Antara Kesederhanaan, Keberanian, dan Keteguhan Iman

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda bagi laki-laki dan perempuan yang bersedekah dengan ikhlas.

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ - ١٨

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia." (QS Al Hadid ayat 18).

Ayat tersebut menegaskan bahwa sedekah bukan hanya bentuk bantuan kepada sesama manusia, tetapi juga menjadi wujud syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT.

Kisah Sayyidina Ali Bersedekah Saat Sedang Membutuhkan

Keutamaan sedekah juga tergambar dalam kisah hidup Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Suatu hari setelah bersilaturahmi ke rumah Rasulullah SAW, Sayyidina Ali pulang ke rumah dan mendapati Sayyidah Fatimah sedang memintal benang, sementara Salman Al Farisi memisahkan bulu domba.

Saat itu Sayyidina Ali pulang dalam keadaan lapar. Ia kemudian bertanya kepada istrinya mengenai makanan yang tersedia di rumah.

"Hai perempuan mulia apakah engkau punya makanan untuk suamimu,"

Fatimah menjelaskan bahwa tidak ada makanan yang tersedia. Mereka hanya memiliki enam dirham yang merupakan upah memintal dari Salman Al Farisi.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli makanan bagi Hasan dan Husain.

Mendengar penjelasan itu, Sayyidina Ali pun berniat membeli makanan untuk kedua putranya dengan uang enam dirham tersebut.

Namun ketika sedang dalam perjalanan, ia melihat seorang laki-laki yang meminta bantuan utang kepada orang-orang di sekitarnya.

Orang tersebut berjanji akan mendoakan siapa pun yang bersedia menolongnya.

Merasa iba, Sayyidina Ali memberikan enam dirham yang dibawanya kepada orang tersebut. Setelah itu ia pulang ke rumah tanpa membawa makanan apa pun.

Sedekah yang Dibalas dengan Rezeki Berlimpah

Ketika melihat suaminya pulang dengan tangan kosong, Fatimah menangis dan menanyakan alasan Sayyidina Ali tidak membawa makanan.

Dengan jujur, Sayyidina Ali menjelaskan bahwa uang enam dirham yang dimiliki telah diberikan kepada seseorang yang membutuhkan bantuan.

Setelah menjelaskan hal tersebut kepada istrinya, Sayyidina Ali kembali berpamitan untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW.

Di tengah perjalanan, ia bertemu seorang Arab dusun atau A'rabi yang sedang menuntun seekor unta untuk dijual.

A'rabi tersebut menawarkan untanya kepada Sayyidina Ali dengan harga 100 dirham.

"Wahai Ali, tolong belilah unta saya ini dengan harga 100 dirham,"

Sayyidina Ali kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki uang. Mendengar hal itu, sang A'rabi menawarkan pembayaran secara tempo. Tawaran tersebut diterima sehingga Sayyidina Ali dapat membawa unta itu.

Tidak lama kemudian, saat berada di perjalanan, ia bertemu seseorang yang tertarik membeli unta tersebut.

Orang itu bertanya, "Wahai Ali, berapakah ingin kau jual unta yang kau bawa".

Tanpa ragu, Sayyidina Ali menjawab bahwa unta tersebut dijual dengan harga 300 dirham. Orang itu langsung menyetujui dan membayar secara tunai. Sayyidina Ali pun memperoleh keuntungan sebesar 200 dirham.

Ia kemudian membayar 100 dirham kepada A'rabi pemilik unta dan membawa sisa uang tersebut pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, Sayyidina Ali menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya kepada Fatimah.

Ia menjelaskan bagaimana dirinya bisa memperoleh keuntungan hingga 200 dirham.

Mendengar kisah tersebut, Fatimah merasa bahagia dan melihat adanya pertolongan Allah SWT di balik keikhlasan suaminya.

"Engkau telah mendapatkan Taufiq,"

Fatimah kemudian menjelaskan bahwa keberuntungan tersebut merupakan pertolongan yang lahir dari keikhlasan Sayyidina Ali saat bersedekah enam dirham karena Allah SWT.

Kisah ini menjadi gambaran tentang pentingnya ketulusan dalam bersedekah.

Meski dilakukan saat berada dalam kondisi serba terbatas, sedekah yang diberikan dengan ikhlas diyakini dapat mendatangkan keberkahan serta balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Aktual
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
Aktual
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Aktual
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
Aktual
Keutamaan Sedekah dalam Islam, Kisah Sayyidina Ali yang Mendapat Balasan Berlipat
Keutamaan Sedekah dalam Islam, Kisah Sayyidina Ali yang Mendapat Balasan Berlipat
Aktual
Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji
Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji
Aktual
Cara Sedekah Subuh di Rumah Tanpa Harus ke Masjid, Tetap Berpahala
Cara Sedekah Subuh di Rumah Tanpa Harus ke Masjid, Tetap Berpahala
Aktual
Setelah Sedekah Subuh, Bacalah Doa Ini agar Amal Lebih Sempurna
Setelah Sedekah Subuh, Bacalah Doa Ini agar Amal Lebih Sempurna
Doa dan Niat
Labbaytum Award 2026 Umumkan Pemenang, Indonesia Tak Masuk Daftar
Labbaytum Award 2026 Umumkan Pemenang, Indonesia Tak Masuk Daftar
Aktual
Panduan Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Menguburkan
Panduan Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Menguburkan
Aktual
Marmer Thassos, Rahasia Sistem Pendingin Alami Masjid Nabawi yang Bikin Nyaman Jemaah
Marmer Thassos, Rahasia Sistem Pendingin Alami Masjid Nabawi yang Bikin Nyaman Jemaah
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026 tentang Pancasila, Ini Nilai Islam dalam Lima Sila
Khutbah Jumat 5 Juni 2026 tentang Pancasila, Ini Nilai Islam dalam Lima Sila
Aktual
Transformasi Kultural Pelayanan Haji Indonesia
Transformasi Kultural Pelayanan Haji Indonesia
Aktual
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Muhasabah Menyambut Pergantian Tahun
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Muhasabah Menyambut Pergantian Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com