Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isra Miraj di Istiqlal, Khofifah Ajak Umat Kembali Tautkan Hati ke Masjid

Kompas.com, 17 Januari 2026, 20:20 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, mengajak umat Islam menjadikan masjid sebagai pusat penyatuan hati, pikiran, dan gerakan keumatan.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/1/2025).

“Jadi referensi kita bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, bagaimana hati kita minal masjid ilal masjid,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur.

Peringatan Isra Miraj itu dihadiri sekitar 6.000 jamaah Muslimat NU dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Baca juga: 3 Teori Fisika yang Kerap Dikaitkan dengan Peristiwa Isra Miraj

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi, serta penceramah Ustadz Das’ad Latif.

Khofifah menegaskan, kecintaan terhadap masjid tidak cukup hanya sebagai niat, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan memakmurkan masjid dan menghidupkan jamaahnya.

“Bahwa ada niat, keinginan, dan kemudian diimplementasikan bagaimana kecintaan kita kepada masjid, ini bisa menjadi referensi untuk selalu meramaikan masjid, memakmurkan masjid dan jamaahnya,” tambahnya.

Menurut Khofifah, kehadiran ribuan jamaah Muslimat NU dalam majelis tersebut merupakan bagian dari penguatan amal ibadah dan spiritualitas umat.

Hal itu diwujudkan melalui majelis ilmu, pembacaan ayat suci Alquran, lantunan kalimat thayyibah, shalawat, serta silaturahmi.

“Hadirnya kita dalam majelis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah, dan amal ibadah ini yang akan mengantarkan kita saat menghadap Allah agar kita dipanggil sebagai husnul khotimah,” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Ibadah kepada Allah SWT, seperti shalat dan puasa, harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial melalui kolaborasi, sinergi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar, memaknai Isra Miraj sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW atas undangan Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa Isra merupakan perjalanan yang masih dapat dicerna oleh akal manusia, sedangkan Miraj adalah perjalanan dari bawah ke atas yang berada di luar jangkauan nalar.

“Miraj ini tujuannya adalah bagaimana setelah kita naik ke puncak, kita bisa kembali bersosialisasi dengan masyarakat. Inilah sesungguhnya hakikat Miraj,” jelasnya.

Menag juga mengapresiasi Khofifah dan Ketua Pengurus Pusat Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi atas kolaborasi penyelenggaraan peringatan Isra Miraj di Masjid Istiqlal. Ia bahkan membuka peluang bagi Muslimat NU untuk rutin memanfaatkan Masjid Istiqlal.

“Terima kasih Ibu Khofifah sebagai orang tertinggi di Muslimat NU. Silakan kalau Muslimat ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal sekali sebulan seperti ini, insyaallah kami akan fasilitasi,” ujarnya.

Baca juga: Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin

Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif menegaskan bahwa inti utama peristiwa Isra Miraj adalah perintah shalat. Ia mengingatkan agar setiap persoalan hidup dikembalikan kepada kualitas shalat.

“Saat ada masalah jangan dibagikan di media sosial, tetapi kembali shalat, evaluasi shalat kita,” tegasnya.

Usai acara, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi meninjau Terowongan Silaturahmi, jalur bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, sebagai simbol toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com