Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Naik Pesawat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Termasuk Doa Saat Turbulensi

Kompas.com, 17 Januari 2026, 19:55 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bepergian menggunakan pesawat udara kini menjadi bagian dari kehidupan modern, termasuk untuk keperluan ibadah seperti umrah dan haji.

Dalam Islam, setiap perjalanan atau safar dianjurkan untuk diawali dengan doa agar diberi keselamatan, kemudahan, dan keberkahan. Meski di zaman Rasulullah SAW belum dikenal pesawat, ulama sepakat bahwa doa safar tetap relevan untuk semua moda transportasi.

Doa naik pesawat merujuk pada doa safar yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu dasar utamanya adalah firman Allah SWT dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13–14, yang menjelaskan adab ketika menaiki kendaraan.


لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ

“Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan: Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.” (QS. Az-Zukhruf: 13)

Baca juga: Doa Nabi Saat Hidup Terasa Sangat Berat

Ayat ini menjadi landasan utama doa naik kendaraan yang diajarkan Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih.

Doa Naik Pesawat (Doa Safar)

Berikut bacaan doa safar yang dianjurkan dibaca saat naik pesawat:

Arab:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ۝
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى

Latin:

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn. Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzal birra wat-taqwā wa minal ‘amali mā tarḍā.

Artinya:

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih yang tercantum dalam **HR. Muslim** dan menjadi amalan utama Rasulullah SAW setiap kali melakukan perjalanan.

Makna dan Keutamaan Doa Naik Pesawat

Doa safar mengandung pengakuan bahwa seluruh teknologi dan sarana transportasi hanyalah karunia Allah SWT. Pesawat yang mampu terbang tinggi dan melintasi benua pada hakikatnya tunduk pada kehendak-Nya. Dengan membaca doa, seorang muslim menanamkan rasa tawakal dan menguatkan keimanan.

Ulama juga menjelaskan bahwa doa safar berfungsi sebagai perlindungan dari berbagai risiko perjalanan, baik yang terlihat maupun tidak. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan agar doa ini dibaca sejak awal perjalanan hingga kembali ke tempat asal.

Waktu Membaca Doa

Doa safar dianjurkan dibaca saat sudah duduk di kursi pesawat atau ketika pesawat mulai bergerak. Namun, tidak mengapa jika dibaca di bandara sebelum keberangkatan, sebagai bentuk persiapan batin dan spiritual.

Doa Saat Turbulensi atau Pesawat Terasa Guncang

Ketika pesawat mengalami turbulensi, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir agar hati menjadi tenang serta memohon perlindungan Allah SWT. Dalam kondisi takut atau cemas, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon keselamatan.

1. Doa Memohon Perlindungan dari Rasa Takut

Doa ini bersumber dari hadis sahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah, dibaca ketika menghadapi situasi yang menimbulkan ketakutan:

Arab:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin:

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal hammi wal-ḥazan, wa a‘ūdzu bika minal ‘ajzi wal-kasal, wa a‘ūdzu bika minal jubni wal-bukhl, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.”

Doa ini menenangkan jiwa dan membantu mengendalikan rasa panik saat pesawat berguncang.

2. Dzikir Nabi Saat Angin Kencang

Turbulensi sering terjadi akibat perubahan arus udara. Rasulullah SAW memiliki doa khusus ketika menghadapi angin kencang, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Muslim:

Arab:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan ia diutus. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan tujuan ia diutus.”

Doa ini sangat relevan dibaca saat turbulensi karena secara langsung berkaitan dengan fenomena alam.

3. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Istighfar

Dalam situasi genting, ulama menganjurkan memperbanyak dzikir ringan seperti:

  • Subḥānallāh
  • Alḥamdulillāh
  • Astaghfirullāh

Baca juga: Mengapa Hati Terasa Gelisah? Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah

Dzikir ini memiliki efek menenangkan hati dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dengan mengamalkan doa dan dzikir saat turbulensi, seorang muslim tidak hanya menjaga ketenangan diri, tetapi juga menghidupkan sunnah Rasulullah SAW di setiap kondisi perjalanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar