Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Golongan yang Terhalang Minum Telaga Rasulullah di Akhirat

Kompas.com, 17 Januari 2026, 10:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Telaga al-Kautsar merupakan anugerah istimewa yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam berbagai riwayat sahih, telaga ini menjadi tempat pertemuan Rasulullah dengan umatnya pada Hari Kiamat.

Airnya digambarkan lebih putih dari susu, lebih harum dari minyak misk, dan siapa pun yang meminumnya tidak akan merasakan haus selamanya.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, sebuah kitab hadis populer yang membahas nilai akhlak, ibadah, dan pembinaan spiritual umat, dijelaskan bahwa telaga ini adalah simbol kemuliaan Rasulullah dan bentuk kasih sayang Allah kepada umat Islam.

Namun, kemuliaan tersebut tidak otomatis diberikan kepada semua orang yang mengaku sebagai umat Nabi.

Baca juga: Kiamat Menurut Islam: Antara Dalil Ilahi dan Prediksi Sains

Hadis tentang Umat yang Dijauhkan dari Telaga Nabi

Peringatan keras tentang kondisi di Telaga al-Kautsar disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Aisyah RA.

Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau telah berada lebih dahulu di telaga dan menanti umatnya. Namun, ketika sebagian orang hendak diberi minum, mereka justru dijauhkan.

Rasulullah SAW berseru, “Wahai Tuhanku, mereka adalah umatku.” Namun Allah SWT menjawab bahwa Rasulullah tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat setelah beliau wafat, terutama perubahan dan penyimpangan yang mereka lakukan.

Hadis ini menunjukkan bahwa kedekatan secara simbolik dengan Islam tidak cukup. Konsistensi iman dan kesetiaan pada ajaran Nabi menjadi penentu keselamatan di akhirat.

Penjelasan Ulama tentang Golongan yang Terhalang

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa para ulama berbeda pandangan mengenai siapa yang dimaksud sebagai golongan yang dijauhkan dari telaga.

Sebagian ulama menyebut mereka adalah orang-orang munafik dan mereka yang murtad. Secara lahiriah, mereka pernah menampakkan keislaman, tetapi iman tidak benar-benar tertanam dalam hati. Ketika Rasulullah wafat, mereka berpaling dari ajaran Islam.

Pendapat lain menyatakan bahwa yang dimaksud adalah kelompok yang hidup pada masa Nabi, kemudian keluar dari Islam setelah beliau wafat.

Peristiwa kemurtadan massal di awal masa kekhalifahan Abu Bakar menjadi bukti bahwa iman membutuhkan penjagaan yang serius dan berkelanjutan.

Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui Umat Islam

Pelaku Maksiat dan Penyimpangan Sunnah

Sebagian ulama juga memasukkan pelaku maksiat besar dan pembuat bid’ah ke dalam kelompok yang terhalang dari telaga.

Dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa menyimpang dari sunnah Rasulullah dan merusak kemurnian ajaran Islam memiliki konsekuensi berat di akhirat.

Ibnu Katsir menegaskan bahwa keselamatan umat bergantung pada komitmen mengikuti Al-Qur’an dan sunnah Nabi.

Penyimpangan akidah dan praktik ibadah yang tidak berdasar dapat menggerus nilai keimanan seseorang, meskipun ia masih mengaku sebagai Muslim.

Antara Hukuman dan Rahmat Allah

Meski demikian, Islam tidak menutup pintu harapan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ada pula orang-orang beriman yang tertahan sementara di telaga sebagai bentuk penyucian akibat dosa yang pernah dilakukan. Setelah itu, dengan rahmat Allah SWT, mereka tetap berpeluang masuk surga.

Konsep ini menunjukkan keseimbangan antara keadilan dan kasih sayang Allah. Setiap amal akan diperhitungkan, tetapi rahmat-Nya selalu lebih luas bagi hamba yang bertobat dan kembali kepada-Nya.

Baca juga: Hikmah Membaca Surat Al-Waqi’ah: Refleksi Hari Kiamat hingga Keberkahan Rezeki

Pesan Moral bagi Umat Islam Masa Kini

Kisah tentang Telaga al-Kautsar bukan sekadar gambaran peristiwa akhir zaman, melainkan peringatan moral bagi umat Islam di dunia.

Di tengah arus informasi yang deras dan ragam pemahaman keagamaan yang tidak selalu bersandar pada sumber otoritatif, umat dituntut lebih selektif dan kritis.

Menjaga kemurnian akidah, menghidupkan sunnah Nabi, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi perpecahan dan penyimpangan menjadi bekal utama agar kelak tidak termasuk golongan yang dijauhkan dari Rasulullah.

Menjaga Kerinduan Bertemu Rasulullah

Kerinduan umat Islam kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada ungkapan cinta semata.

Ia harus diwujudkan dalam ketaatan, akhlak mulia, dan kesetiaan pada ajaran Islam. Telaga al-Kautsar menjadi simbol pertemuan yang penuh kemuliaan, sekaligus cermin evaluasi diri.

Harapannya, setiap Muslim dapat menjadi bagian dari umat yang disambut Rasulullah di telaga, meminum air keberkahan, dan melangkah menuju surga dengan iman yang terjaga dan hati yang bersih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar