Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Silaturahmi: Kunci Pembuka Rezeki dan Keberkahan Hidup

Kompas.com, 17 Januari 2026, 20:20 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "silaturahmi". Biasanya, kata ini ramai diucapkan saat momen Lebaran atau pertemuan keluarga.

Namun, tahukah Anda bahwa silaturahmi bukan sekadar acara kumpul-kumpul atau makan bersama?

Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan sesama adalah ibadah yang punya dampak luar biasa bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.

Secara sederhana, silaturahmi berasal dari kata shilah yang artinya menyambung dan rahim yang artinya kasih sayang.

Jadi, silaturahmi adalah usaha kita untuk terus menyambung tali kasih sayang kepada siapa saja, terutama keluarga dan kerabat.

Baca juga: Hubungan Antara Hakikat Martabat dan Tanggung Jawab Manusia

Mengapa Kita Harus Bersilaturahmi?

Islam sangat memperhatikan hubungan antarmanusia. Dalam Al-Qur'an (Surah An-Nisa ayat 1), Allah SWT mengingatkan kita untuk bertakwa kepada-Nya dan tetap memelihara hubungan kekeluargaan.

Artinya, menjadi orang baik tidak cukup hanya dengan rajin salat, tapi juga harus baik kepada sesama manusia.

Ada satu janji Rasulullah SAW yang sangat menarik bagi kita semua. Beliau bersabda dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari:

"Barangsiapa yang ingin rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi."

Kalimat ini bukan sekadar kiasan. Secara logika, ketika kita banyak bersaudara dan dikenal baik, peluang rezeki dan bantuan dari orang lain akan terbuka lebih lebar. Inilah yang kita sebut sebagai keberkahan.

Baca juga: Doa Pembuka Pintu Rezeki yang Halal dan Berkah Lengkap dengan Artinya

Manfaat Nyata dalam Hidup

Dikutip dari buku Logika Agama karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa silaturahmi adalah cara kita menghargai kemanusiaan.

Ketika kita mengunjungi orang lain, ada rasa bahagia yang tercipta, baik bagi yang mengunjungi maupun yang dikunjungi.

Beberapa manfaat utama yang bisa kita rasakan adalah:

  • Pikiran Lebih Tenang: Manusia adalah makhluk sosial. Ngobrol dan berbagi cerita dengan teman atau keluarga bisa mengurangi stres dan membuat hati lebih lapang.
  • Membuka Pintu Rezeki: Banyak peluang kerja, bisnis, atau bantuan datang dari percakapan sederhana saat kita bersilaturahmi.
  • Investasi Akhirat: Islam mengajarkan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi akan sulit masuk surga. Sebaliknya, menjaganya adalah cara mudah mendapatkan rida Allah.
  • Menciptakan Kerukunan: Dengan sering bertemu, kesalahpahaman bisa diselesaikan dengan baik, sehingga tidak ada dendam di antara kita.

Baca juga: 5 Doa Sedekah Subuh agar Rezeki Lancar dan Penuh Keberkahan

Cara Sederhana Menjaga Silaturahmi

  • Kita tidak perlu menunggu acara besar untuk bersilaturahmi. Di zaman sekarang, caranya sangat mudah.
  • Menyapa Lewat Pesan Singkat: Mengirim kabar lewat WhatsApp atau telepon kepada orang tua dan kerabat sudah termasuk silaturahmi.
  • Saling Memaafkan: Jangan biarkan gengsi menghalangi kita untuk meminta maaf atau memaafkan kesalahan orang lain.
  • Berkunjung Jika Sempat: Bertemu langsung memiliki energi yang berbeda. Sempatkan mampir sejenak ke rumah saudara atau tetangga untuk sekadar bertanya kabar.
  • Membantu Saat Dibutuhkan: Silaturahmi akan semakin kuat jika kita hadir saat orang lain sedang kesulitan.

Silaturahmi adalah kunci hidup bahagia. Dengan menjaga hubungan baik, kita tidak hanya memperbanyak teman, tapi juga sedang mengundang keberkahan Allah masuk ke dalam rumah dan kehidupan kita.

Mari kita mulai dari hal kecil hari ini, yaitu hubungi satu kerabat atau teman yang sudah lama tidak Anda ajak bicara dan rasakan ketenangan yang muncul di dalam hati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Aktual
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Aktual
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Aktual
Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak, Pesan KH Qosim di Purworejo
Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak, Pesan KH Qosim di Purworejo
Aktual
Doa Setelah Shalat Tahajud, Waktu Sunyi yang Diyakini Penuh Keberkahan
Doa Setelah Shalat Tahajud, Waktu Sunyi yang Diyakini Penuh Keberkahan
Doa dan Niat
Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C
Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C
Aktual
Kumpulan Doa UTBK 2026, Amalan Agar Hati Tenang dan Fokus
Kumpulan Doa UTBK 2026, Amalan Agar Hati Tenang dan Fokus
Doa dan Niat
Kalender Hijriyah Mei 2026 Lengkap: Weton, Hari Besar, dan Tanggal Baik
Kalender Hijriyah Mei 2026 Lengkap: Weton, Hari Besar, dan Tanggal Baik
Aktual
Haji 2026 Berangkat Kapan? Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah
Haji 2026 Berangkat Kapan? Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah
Aktual
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Aktual
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Aktual
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Aktual
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Aktual
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
Aktual
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com