Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin

Kompas.com, 26 Januari 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban kerap disebut sebagai salah satu momentum spiritual paling istimewa dalam kalender Islam.

Di banyak wilayah Indonesia, malam pertengahan bulan Syaban ini dihidupkan dengan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali, dilanjutkan doa khusus yang diwariskan para ulama.

Tradisi ini bukan sekadar ritual turun-temurun, melainkan memiliki makna teologis, spiritual, dan psikologis yang mendalam.

Di balik lantunan doa setelah membaca Yasin, tersimpan pesan tentang harapan, taubat, perubahan nasib, dan ketundukan manusia kepada kehendak Ilahi.

Inilah yang membuat amalan Nisfu Syaban tetap lestari di tengah masyarakat Muslim hingga hari ini.

Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban

Nisfu Syaban dalam Perspektif Ulama 

Dalam kitab Madza fi Sya’ban, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menjelaskan bahwa bulan Syaban merupakan masa persiapan spiritual menuju Ramadan. Ia menyebut Nisfu Syaban sebagai titik puncak muhasabah sebelum memasuki bulan suci.

Menurut beliau, malam Nisfu Syaban menjadi momentum pembaruan niat, pembersihan hati, dan penguatan hubungan hamba dengan Allah SWT.

Karena itu, amalan membaca Yasin dan doa yang menyertainya dipandang sebagai sarana spiritual untuk membuka pintu rahmat dan keberkahan.

Pendapat ini sejalan dengan penjelasan dalam kitab I’anatuth Thalibin Juz 1 halaman 263 yang menyebutkan anjuran membaca Surah Yasin tiga kali setelah Maghrib pada malam Nisfu Syaban, kemudian dilanjutkan dengan doa permohonan hajat.

Baca juga: Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah

Filosofi Membaca Yasin Tiga Kali

Tradisi membaca Yasin sebanyak tiga kali bukan tanpa makna. Dalam praktik yang berkembang di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, setiap bacaan Yasin disertai niat yang berbeda.

Bacaan pertama diniatkan untuk memohon umur panjang dalam ketaatan. Hal ini mencerminkan kesadaran bahwa nilai hidup bukan terletak pada lamanya usia, melainkan pada kualitas ibadah dan amal saleh. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)

Bacaan kedua diniatkan untuk memohon perlindungan dari bala dan musibah. Ini menunjukkan sikap tawadhu manusia yang menyadari keterbatasannya dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Sementara bacaan ketiga diniatkan agar hati tidak bergantung kepada makhluk, melainkan sepenuhnya bersandar kepada Allah SWT. Dalam konteks ini, Yasin menjadi sarana membangun keteguhan tauhid dan keikhlasan.

Doa Nisfu Syaban: Lebih dari Sekadar Permohonan

Doa setelah membaca Yasin memiliki struktur yang sangat sistematis. Diawali dengan pujian terhadap sifat Allah, dilanjutkan pengakuan kelemahan diri, lalu diakhiri permohonan perubahan ketetapan hidup ke arah yang lebih baik.

Bagian inti doa ini merujuk langsung pada firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 39:

Yamḥullāhu mā yasyā’u wa yuṡbit, wa ‘indahū ummul-kitāb.

Artinya: “Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.” (QS. Ar-Ra’d: 39)

Ayat ini menjadi landasan teologis bahwa doa memiliki peran dalam perubahan kondisi hidup seseorang.

Ulama tafsir seperti Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan adanya ruang ikhtiar manusia melalui doa dan amal saleh, meskipun ketentuan Allah tetap bersifat absolut.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026? Ini Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya

Makna Transformasi Takdir dalam Doa Nisfu Syaban

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa doa Nisfu Syaban mengandung konsep “transformasi spiritual”.

Maksudnya, seorang hamba tidak hanya meminta perubahan keadaan lahiriah, tetapi juga memohon pembaruan batin.

Permohonan agar dihapuskan catatan kesengsaraan dan diganti dengan kebahagiaan bukan berarti menolak takdir, melainkan bentuk penghambaan yang aktif.

Seorang Muslim diajarkan untuk tidak pasrah secara pasif, tetapi mengiringi takdir dengan doa, taubat, dan perbaikan diri.

Menguatkan Mental Spiritual

Menariknya, penelitian yang dimuat dalam repository UIN Salatiga tahun 2023 menunjukkan bahwa amalan Nisfu Syaban, termasuk doa setelah membaca Yasin, memberikan dampak psikologis positif bagi pelakunya.

Responden penelitian melaporkan meningkatnya ketenangan batin, optimisme, dan motivasi memperbaiki diri.

Hal ini sejalan dengan konsep psikologi Islam yang menempatkan doa sebagai bentuk terapi spiritual.

Ketika seseorang meluapkan harapan dan kegelisahannya kepada Allah, ia memperoleh efek katarsis yang memperkuat daya tahan mental.

Baca juga: Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Dilarang? Ini Jawabannya

Mengapa Doa Nisfu Syaban Terasa Begitu Kuat?

Ada tiga faktor utama yang membuat doa Nisfu Syaban memiliki daya spiritual yang kuat. Pertama, waktu pelaksanaannya berada pada malam yang diyakini penuh rahmat dan ampunan.

Kedua, doa ini dibaca setelah tilawah Al-Qur’an yang merupakan sumber keberkahan. Ketiga, doa tersebut memuat unsur pujian, pengakuan dosa, dan harapan perubahan yang merupakan adab utama dalam berdoa.

Dalam buku Islam Masa Kini karya KH. Ali Mustafa Yaqub, disebutkan bahwa kekuatan doa tidak hanya terletak pada lafaznya, tetapi pada kondisi hati orang yang membacanya. Semakin khusyuk dan ikhlas, semakin besar peluang doa dikabulkan.

Baca juga: Adakah Sholat Khusus di Malam Nisfu Sya’ban? Ini Penjelasan Para Ulama

Amalan Pendukung agar Doa Lebih Bermakna

Agar doa setelah Yasin di malam Nisfu Syaban semakin bermakna, ulama menganjurkan beberapa amalan pendamping.

Di antaranya memperbanyak istighfar, membaca shalawat, melakukan salat sunnah taubat, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki hubungan sosial.

Nisfu Syaban bukan hanya tentang ritual malam hari, tetapi juga tentang perubahan sikap hidup.

Malam ini seolah menjadi gerbang spiritual menuju Ramadan, tempat seorang Muslim menata ulang niat, membersihkan hati, dan memperbarui komitmen ibadah.

Momentum Spiritual yang Tidak Boleh Terlewat

Doa setelah membaca Yasin di malam Nisfu Syaban menyimpan rahasia besar tentang hubungan manusia dengan takdir, harapan, dan ketentuan Allah SWT.

Ia bukan sekadar bacaan, melainkan refleksi mendalam tentang ketergantungan total seorang hamba kepada Tuhannya.

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, Nisfu Syaban hadir sebagai jeda spiritual untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan memohon agar langkah hidup ke depan dipenuhi keberkahan.

Bagi banyak Muslim, inilah malam di mana harapan kembali dinyalakan dan hati dipersiapkan menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Petualang Arab Saudi Nyetir Lewati 27 Negara demi Menyaksikan Aurora
Petualang Arab Saudi Nyetir Lewati 27 Negara demi Menyaksikan Aurora
Aktual
Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan
Bukan Sekadar Puasa, Ini 3 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan
Aktual
Puasa Tanggal Berapa 2026? Ini Perkiraan 1 Ramadhan dan Lebaran Versi Pemerintah & Muhammadiyah
Puasa Tanggal Berapa 2026? Ini Perkiraan 1 Ramadhan dan Lebaran Versi Pemerintah & Muhammadiyah
Aktual
Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis
Telinga Berdenging dalam Islam: Antara Isyarat Spiritual, Doa, dan Penjelasan Medis
Doa dan Niat
Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya
Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya
Doa dan Niat
Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin
Nisfu Syaban Kapan? Ini Waktu dan Keutamaan Doa Usai Baca Yasin
Aktual
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Sya’ban 1447 H? Berikut Jadwal dan Penjelasannya
Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Sya’ban 1447 H? Berikut Jadwal dan Penjelasannya
Aktual
Diklat Petugas Haji 2026 Ditinjau Menteri, Layanan Jamaah Jadi Sorotan
Diklat Petugas Haji 2026 Ditinjau Menteri, Layanan Jamaah Jadi Sorotan
Aktual
Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya
Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya
Aktual
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi dan Apa Saja Persiapannya?
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi dan Apa Saja Persiapannya?
Aktual
Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI
Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI
Aktual
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Puasa Sya’ban, Latihan Spiritual Jelang Ramadhan: Ini Dalil Hadis dan Anjuran Ulama
Doa dan Niat
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Cuaca Ekstrem, Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Uni Emirat Arab
Aktual
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Aktual
Niat Sahur Puasa yang Sahih: Bacaan, Waktu Terbaik, dan Tata Caranya Sesuai Hadis
Niat Sahur Puasa yang Sahih: Bacaan, Waktu Terbaik, dan Tata Caranya Sesuai Hadis
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com