Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya

Kompas.com, 27 Juli 2026, 21:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunnah yang paling utama dalam Islam.

Ibadah ini dikerjakan dengan pola sehari berpuasa dan sehari berbuka, mengikuti kebiasaan Nabi Daud AS.

Selain menjadi amalan yang dicintai Allah SWT, puasa Daud juga melatih kedisiplinan, kesabaran, dan konsistensi dalam beribadah.

Baca juga: Keutamaan Puasa Daud, Puasa Paling Dicintai Allah

Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, umat Islam perlu memahami bacaan niat, tata cara, serta waktu yang diperbolehkan untuk menjalankan puasa Daud.

Keutamaan Puasa Daud

Puasa Daud dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar. Dalam hadis disebutkan bahwa puasa ini merupakan puasa yang paling dicintai oleh Allah SWT.

Baca juga: Puasa Daud: Pengertian, Keutamaan, dan Manfaatnya bagi Penuntut Ilmu

Pola pelaksanaannya dilakukan secara bergantian, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.

Cara tersebut mengikuti kebiasaan Nabi Daud AS sekaligus menjaga keseimbangan dalam menjalankan ibadah.

Bacaan Niat Puasa Daud

Niat puasa Daud bisa dibaca pada malam hari, atau pada pagi dan siang hari sebelum waktu Dhuhur.

Niat Puasa Daud pada Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma dâwuda sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Saya berniat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala."

Niat Puasa Daud pada Siang Hari

Apabila lupa berniat pada malam hari, niat masih dapat dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum waktu Dhuhur, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati dâwuda lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Dawud hari ini karena Allah Ta‘ala."

Waktu Pelaksanaan Puasa Daud

Puasa Daud dilaksanakan sebagaimana puasa pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit fajar atau azan Subuh hingga terbenam matahari atau azan Magrib.

Adapun pola pelaksanaannya adalah:

  • Berpuasa satu hari.
  • Berbuka atau tidak berpuasa pada hari berikutnya.
  • Dilakukan secara bergantian sepanjang tahun sesuai kemampuan.

Tata Cara Puasa Daud

Tata cara puasa Daud tidak jauh berbeda pada pelaksanaan puasa pada umumnya.

1. Membaca Niat

Puasa Daud diawali dengan membaca niat. Niat dianjurkan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Apabila terlupa, niat masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari sebelum Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

2. Melaksanakan Sahur

Sahur sangat dianjurkan untuk membantu menjaga stamina selama menjalankan puasa.

Meski demikian, apabila seseorang tidak sempat sahur karena alasan tertentu, puasa tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Selama menjalankan puasa Daud, seorang muslim wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti:

  • Makan dan minum dengan sengaja.
  • Berhubungan suami istri pada siang hari.
  • Melakukan perbuatan lain yang membatalkan puasa.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menghindari perbuatan tercela seperti berdusta, berkhianat, dan menjaga lisan agar pahala puasa tetap terjaga.

4. Menyegerakan Berbuka

Puasa diakhiri ketika matahari terbenam atau masuk waktu Magrib.

Berbuka puasa dianjurkan untuk segera dilakukan sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW sekaligus mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Waktu yang Dilarang untuk Puasa Daud

Meskipun dapat dilaksanakan sepanjang tahun, puasa Daud tidak boleh dilakukan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:

  • 1 Syawal (Hari Raya Idulf Fitri).
  • 10–13 Zulhijah (Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik).
  • Separuh akhir bulan Syakban.
  • Hari yang diragukan, seperti 30 Syakban sebelum ada kepastian masuknya Ramadan.

Manfaat Menjalankan Puasa Daud

Puasa Daud merupakan ibadah sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi.

Selain melatih kedisiplinan dan kesabaran, amalan ini juga membantu meningkatkan kualitas keimanan serta membiasakan seorang muslim untuk istiqamah dalam beribadah.

Dengan niat yang ikhlas, pelaksanaan sahur, serta konsisten menjalankan pola sehari berpuasa dan sehari berbuka, seorang muslim dapat mengamalkan salah satu puasa sunnah yang paling dicintai Allah SWT.

Melalui ibadah ini, diharapkan seseorang memperoleh pahala, keberkahan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Aktual
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Aktual
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Aktual
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Aktual
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Aktual
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Aktual
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Aktual
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar