Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah

Kompas.com, 24 Januari 2026, 14:50 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bulan Sya‘ban sering dianggap hanya sebagai “bulan pengantar Ramadhan”. Padahal, dalam catatan sejarah Islam, Sya‘ban adalah bulan yang sarat dengan peristiwa besar, keputusan Ilahi penting, dan persiapan strategis umat Islam. Banyak ulama sejarah dan hadits menegaskan bahwa Sya‘ban memiliki posisi istimewa dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathā’if al-Ma‘ārif menyebut Sya‘ban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal di dalamnya terdapat urusan besar yang berkaitan dengan amal dan arah ibadah umat Islam.

Lantas apa saja peristiwa penting di bulan Sya'ban. Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Syaban

6 Peristiwa Penting di Bulan Sya'ban

Berikut ini 5 peristiwa bersejarah penting yang terjadi di bulan Sya'ban: 

1. Perpindahan Kiblat

Salah satu peristiwa paling penting dan bersejarah di bulan Sya‘ban adalah pemindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina ke Ka‘bah di Mekkah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Sya‘ban tahun 2 Hijriah.

Peristiwa pemindahan arah kiblat ini diabadikan dalam Al Quran. Allah SWT berfirman:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا

Artinya: “Sungguh Kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai.” (QS. Al-Baqarah: 144)

Menurut penjelasan Imam Ath-Thabari dalam Tafsīr Ath-Thabari, Rasulullah SAW menerima wahyu ini saat shalat bersama para sahabat di Masjid Bani Salamah, Madinah. Peristiwa tersebut begitu mendadak hingga para sahabat langsung berbalik arah saat shalat berlangsung. Masjid ini kemudian dikenal sebagai Masjid Qiblatain.

Peristiwa ini mengandung hikmah yang sangat besar, yaitu:

  • Penegasan identitas independen umat Islam
  • Ujian ketaatan sahabat terhadap wahyu
  • Pemisahan simbolik dari tradisi umat terdahulu

2. Bulan Diangkatnya Amal Tahunan Manusia

Bulan Sya‘ban juga dikenal sebagai waktu diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya:

“Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. An Nasai).

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari' menjelaskan bahwa pengangkatan amal ini bersifat tahunan, berbeda dengan laporan amal harian dan mingguan. Karena itulah Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Sya‘ban, sebagaimana ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA.

Baca juga: Doa Awal Bulan Syaban Sesuai Sunnah Nabi Lengkap dengan Artinya

3. Malam Nisfu Sya‘ban

Pertengahan bulan Sya‘ban atau Nisfu Sya‘ban juga memiliki tempat tersendiri di kalangan umat Islam. Beberapa hadits menyebutkan bahwa pada malam ini Allah SWT membuka pintu ampunan-Nya bagi hamba-hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya‘ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)

Imam Al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman dan Ibnu Rajab dalam Lathā’if al-Ma‘ārif menjelaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang amalan khusus, para ulama sepakat bahwa malam ini adalah momentum muhasabah, istighfar, dan perbaikan hubungan sosial.

4. Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi SAW

Sebagian ulama tafsir, seperti yang disebutkan dalam Tafsīr Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa ayat perintah bershalawat kepada Nabi SAW turun menjelang Ramadhan, dan banyak ulama mengaitkannya dengan bulan Sya‘ban:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56).

Karena itu, tradisi memperbanyak shalawat di bulan Sya‘ban berkembang luas di kalangan ulama salaf sebagai bentuk cinta dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan.

5. Persiapan Menuju Perang Badar

Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dan Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa pada akhir bulan Sya‘ban tahun 2 Hijriah, Rasulullah SAW mulai melakukan persiapan strategis yang kelak mengantarkan kaum Muslimin pada Perang Badar Kubra di bulan Ramadhan.

Hal ini menunjukkan bahwa Sya‘ban bukan hanya bulan ibadah individual, tetapi juga bulan persiapan perjuangan dan perencanaan umat.

Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan

6. Turunnya Ayat Perintah Puasa

Bulan Sya;ban tahun ke-2 hijriah menjadi saat turunnya ayat perintah puasa Ramadhan, yaitu surat Al-Baqarah ayat 183-185. Perintah ini turun di Madinah, kurang lebih satu setengah tahun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah.

Sejak saat itu, puasa Ramadhan menjadi kewajiban bagi umat Islam dan berlangsung hingga hari kiamat nanti.

Hikmah Bulan Sya‘ban

Dari berbagai peristiwa tersebut, dapat disimpulkan bahwa bulan Sya‘ban adalah:

  • Bulan penentuan arah ibadah umat Islam
  • Bulan pengangkatan amal dan evaluasi diri
  • Bulan pembersihan hati dan rekonsiliasi sosial
  • Bulan latihan ruhani dan kesiapan strategis sebelum Ramadhan

Ibnu Rajab menyebut Sya‘ban sebagai madrasah ruhani sebelum Ramadhan, tempat kaum beriman membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Penutup

Mengetahui dan memahami peristiwa penting di bulan Sya‘ban membantu memahami bahwa Islam tidak dibangun dalam ruang kosong, melainkan melalui fase-fase sejarah yang penuh hikmah.

Sya‘ban mengajarkan ketaatan, kesiapan, dan kesungguhan sebelum datangnya momentum besar, yaitu bulan Ramadhan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya
Aktual
6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah
6 Peristiwa Penting di Bulan Sya‘ban: Jejak Penting yang Mengubah Arah
Aktual
Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?
Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Tanda Kiamat atau Hanya Perubahan Iklim Global?
Aktual
Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari
Jelang Puasa Ramadhan, Ini Tradisi Ruwahan yang Masih Lestari
Aktual
Hukum Trading Forex dan Kripto dalam Islam, Ini Penjelasan MUI
Hukum Trading Forex dan Kripto dalam Islam, Ini Penjelasan MUI
Aktual
Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna
Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya
Aktual
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 Dibuka, Kuliah di Indonesia dan Australia
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 Dibuka, Kuliah di Indonesia dan Australia
Aktual
Amalan Bulan Syaban: Waktu Mustajab Sebelum Berbuka Puasa
Amalan Bulan Syaban: Waktu Mustajab Sebelum Berbuka Puasa
Doa dan Niat
10 Hari Terendam Rob, Santri di Bekasi Terbantu Paket Logistik Baznas
10 Hari Terendam Rob, Santri di Bekasi Terbantu Paket Logistik Baznas
Aktual
Sholat Nisfu Syaban: Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya
Sholat Nisfu Syaban: Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya
Doa dan Niat
Momen Haru Saat Putra Deden Maulana Lantunkan Surat Al-Quran Depan Peti Jenazah Ayahnya Korban Pesawat ATR
Momen Haru Saat Putra Deden Maulana Lantunkan Surat Al-Quran Depan Peti Jenazah Ayahnya Korban Pesawat ATR
Aktual
Wamenhaj: Perintah Presiden Prabowo, Haji 2026 Harus Berpihak pada Perempuan dan Lansia
Wamenhaj: Perintah Presiden Prabowo, Haji 2026 Harus Berpihak pada Perempuan dan Lansia
Aktual
Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad untuk yang Punya Utang Puasa
Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Syaban? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad untuk yang Punya Utang Puasa
Aktual
Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan
Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com