Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bulan Syaban Jadi Saksi Pernikahan Rasulullah dan Hafshah

Kompas.com, 23 Januari 2026, 18:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Syaban tidak hanya dikenal sebagai masa persiapan spiritual menuju Ramadhan, tetapi juga menyimpan fragmen sejarah penting dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Salah satunya adalah pernikahan Rasulullah dengan Hafshah binti Umar bin Khattab, putri dari sahabat besar yang kelak menjadi khalifah kedua Islam.

Di balik pernikahan ini, tersimpan kisah tentang kehilangan, kesabaran, peran seorang ayah, serta hikmah besar bagi umat Islam dalam membangun keluarga yang berlandaskan iman.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arab dan Keutamaannya, Amalan Sunnah yang Dicintai Rasulullah

Latar Belakang Hafshah binti Umar

Hafshah binti Umar lahir sekitar lima tahun sebelum masa kenabian (bi’tsah). Hal ini sebagaimana disebutkan Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ yang juga dikutip dalam buku Wanita-Wanita Kebanggaan Islam karya Umar Ahmad Ar-Rawi.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Hafshah menikah dengan Rasulullah SAW dalam usia sekitar dua puluh tahun.

Sejak kecil, Hafshah tumbuh dalam lingkungan yang kuat nilai keislamannya. Ayahnya, Umar bin Khattab, dikenal tegas dalam kebenaran, sedangkan Hafshah mewarisi kecerdasan, keberanian, serta keteguhan iman.

Baca juga: Syaban Bukan Bulan Biasa, Ini Makna Tiap Hurufnya

Duka yang Mengawali Takdir Pernikahan

Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, Hafshah adalah istri Khunais bin Hudzafah as-Sahmi RA.

Khunais termasuk generasi awal yang memeluk Islam, ikut hijrah ke Habasyah, dan turut berjuang dalam Perang Badar dan Uhud.

Ibnu al-Atsir dalam Usd al-Ghabah fi Ma’rifat ash-Shahabah menjelaskan bahwa Khunais gugur setelah Perang Uhud akibat luka yang dideritanya. Kepergian suami tercinta membuat Hafshah menjadi janda di usia muda.

Di sinilah ujian kesabaran Hafshah dimulai, sekaligus membuka jalan bagi takdir besar yang kelak mengangkat derajatnya sebagai Ummul Mukminin.

Baca juga: Menu Favorit Rasulullah, Nutrisi dan Keberkahan dalam Hidangan

Umar bin Khattab Mencari Pendamping Terbaik

Sebagai ayah, Umar bin Khattab tidak tinggal diam melihat putrinya dalam kesedihan. Ia berusaha mencari pasangan yang saleh dan bertanggung jawab.

Dalam riwayat Shahih al-Bukhari, Ibnu Umar menceritakan bahwa Umar lebih dahulu menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan.

Namun Utsman menolak dengan halus. Umar kemudian mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq, tetapi Abu Bakar memilih diam.

Sikap diam Abu Bakar sempat membuat Umar merasa kecewa. Namun rahasia itu baru terungkap setelah Rasulullah SAW sendiri meminang Hafshah.

Abu Bakar kemudian menjelaskan bahwa ia tidak bisa menerima atau menolak karena telah mengetahui niat Rasulullah SAW dan tidak ingin membocorkan rahasia beliau.

Peristiwa ini memperlihatkan adab para sahabat dalam menjaga amanah dan menghormati kehendak Rasulullah SAW.

Baca juga: Makna Julukan Bulan Syaban dan Keistimewaannya Menurut Ulama

Pernikahan yang Terjadi di Tahun Ketiga Hijrah

Imam adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahi Hafshah pada tahun ketiga Hijrah, setelah Hafshah menyelesaikan masa iddahnya.

Pernikahan ini bukan semata-mata ikatan pribadi, tetapi juga mengandung dimensi sosial dan dakwah.

Rasulullah SAW memuliakan seorang janda muda yang telah kehilangan suami dalam perjuangan Islam.

Di sisi lain, pernikahan ini juga semakin mempererat hubungan Rasulullah SAW dengan Umar bin Khattab.

Keutamaan Hafshah sebagai Ummul Mukminin

Hafshah dikenal sebagai sosok yang cerdas, kuat hafalan, dan tekun beribadah. Dalam buku Biografi Rasulullah SAW: Studi Analitis Berdasarkan Sumber Otentik karya Mahdi Rizqullah Ahmad disebutkan bahwa Hafshah termasuk istri Nabi yang rajin berpuasa sunnah dan menghidupkan malam dengan shalat.

Ia juga dikenal dermawan dan zuhud. Lebih dari itu, Hafshah memegang peran penting dalam sejarah Al-Qur’an.

Mushaf Al-Qur’an hasil kodifikasi pada masa Abu Bakar dan Umar sempat disimpan di rumah Hafshah sebelum akhirnya disalin kembali pada masa Khalifah Utsman.

Hal ini menunjukkan bahwa Hafshah bukan hanya istri Nabi, tetapi juga penjaga amanah besar umat Islam.

Baca juga: Mengapa Hati Terasa Gelisah? Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah

Ujian Rumah Tangga Nabi

Meski hidup bersama Rasulullah SAW, Hafshah juga pernah mengalami ujian berat. Dalam satu riwayat yang dikutip Mahdi Rizqullah Ahmad, Rasulullah SAW pernah menjatuhkan talak kepada Hafshah.

Umar bin Khattab mendapati putrinya menangis. Ia menegur Hafshah dengan tegas dan mengingatkannya agar menjaga adab sebagai istri Rasulullah. Tidak lama kemudian, Rasulullah SAW merujuk Hafshah kembali.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa rumah tangga Nabi juga sarat dengan proses pendidikan, koreksi, dan pembinaan, bukan kehidupan yang tanpa ujian.

Baca juga: Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat

Nilai Spiritual Pernikahan dalam Islam

Kisah pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah juga sejalan dengan prinsip pernikahan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum mawaddatan wa raḥmah.

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa pernikahan dalam Islam bukan sekadar hubungan biologis, tetapi ikatan spiritual yang dibangun atas ketenangan, cinta, dan rahmat.

Hikmah Besar di Balik Pernikahan Rasulullah dan Hafshah

Pernikahan Rasulullah SAW dengan Hafshah mengajarkan banyak pelajaran. Tentang peran ayah dalam menjaga masa depan anak, tentang kesabaran seorang perempuan dalam menghadapi kehilangan, serta tentang kemuliaan Islam yang mengangkat derajat janda dan perempuan berilmu.

Lebih dari itu, kisah ini menegaskan bahwa bulan Syaban bukan hanya bulan persiapan ibadah, tetapi juga bulan yang menyimpan jejak sejarah penuh keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar