Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya

Kompas.com, 26 Januari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban selalu menghadirkan suasana spiritual yang berbeda. Di tengah pergantian bulan menuju Ramadan, umat Islam diajak menyiapkan hati dengan memperbanyak doa dan ibadah.

Salah satu amalan yang banyak diamalkan para ulama dan orang saleh adalah membaca doa Nabi Yunus AS.

Doa singkat, tetapi sarat makna tauhid, tasbih, dan pengakuan diri ini diyakini membawa keberkahan besar jika dilantunkan pada malam pertengahan Syaban.

Tradisi ini tidak lahir tanpa dasar. Sejumlah kitab turats menyebutkan keutamaan bulan Syaban sebagai momentum peningkatan ibadah, sekaligus menyebut doa Nabi Yunus sebagai wirid yang memiliki dampak spiritual mendalam bagi pelakunya.

Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban

Syaban, Bulan Persiapan Ruhani Menuju Ramadan

Dalam literatur fikih, bulan Syaban dikenal sebagai bulan yang memiliki posisi penting dalam kalender ibadah.

Syekh Abdul Aziz Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan bahwa Syaban termasuk bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan amal sunnah setelah bulan-bulan haram. Ia menulis:

أفضل الشهور للصوم بعد رمضان: الأشهر الحرم ... ثم شهر شعبان

Artinya: “Bulan paling utama untuk puasa setelah Ramadan adalah bulan-bulan haram, dan setelahnya adalah bulan Syaban.” (Fathul Mu’in, hlm. 281)

Keterangan ini menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan penutup sebelum Ramadan, tetapi fase persiapan spiritual agar seorang muslim memasuki Ramadan dalam kondisi hati yang lebih bersih dan siap beribadah.

Baca juga: Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah

Doa Nabi Yunus: Dzikir Penyelamat dari Kegelapan

Doa Nabi Yunus AS dikenal sebagai doa yang dibaca ketika beliau berada dalam perut ikan paus. Dalam Alquran, doa ini diabadikan sebagai simbol penghambaan yang total kepada Allah SWT.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)

Ulama tafsir menjelaskan bahwa doa ini mengandung tiga unsur utama, yaitu pengakuan tauhid, pensucian Allah, dan pengakuan kesalahan diri. Kombinasi ini menjadi kunci diterimanya doa dan diangkatnya kesulitan hidup.

Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban

Kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir Al-Qudsi Al-Makki menyebutkan keutamaan khusus membaca doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Syaban.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa membaca doa ini sebanyak 2.375 kali sesuai hitungan huruf dalam ilmu hisab jumal menjadi sebab perlindungan dari berbagai musibah selama satu tahun penuh.

Ia menuliskan:

“Barang siapa membaca doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Syaban sesuai jumlah tersebut, maka bacaan itu menjadi pengaman dari bencana dan kesulitan sepanjang tahun.” (Kanzun Najah was Surur, hlm. 172–173)

Meski praktik penghitungan ini masuk dalam wilayah wirid khusus yang diamalkan sebagian ulama, pesan intinya menegaskan bahwa malam Nisfu Syaban merupakan momentum istimewa untuk memperbanyak doa perlindungan dan taubat.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026? Ini Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya

Mengapa Doa Nabi Yunus Dianggap Sangat Mustajab?

Syekh Abdul Hamid dalam kitab yang sama menegaskan bahwa doa Nabi Yunus memiliki struktur spiritual yang sangat kuat.

Ia mengutip riwayat dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW menyebut doa Nabi Yunus sebagai doa yang menakjubkan karena mencakup unsur pengakuan ketuhanan, tasbih, dan pengakuan dosa sekaligus.

Dalam kitab Khazinatul Asrar juga disebutkan bahwa siapa pun yang membaca doa ini dalam keadaan susah, berduka, terlilit masalah atau memiliki hajat besar, lalu membacanya tiga kali dalam sehari, maka Allah akan mengabulkan doanya.

Pesan ini sejalan dengan penjelasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, bahwa doa yang diawali dengan tauhid dan disertai pengakuan kelemahan diri memiliki peluang besar untuk dikabulkan karena mencerminkan adab berdoa yang sempurna.

Dari Perlindungan hingga Penyucian Hati

Membaca doa Nabi Yunus di malam Nisfu Syaban tidak hanya dipahami sebagai permohonan keselamatan fisik, tetapi juga sebagai proses penyucian batin.

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk muhasabah diri, memohon ampunan, serta memperbarui komitmen ibadah menjelang Ramadan.

Doa Nabi Yunus menjadi sarana refleksi diri, mengakui keterbatasan manusia, membersihkan kesombongan, dan menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar doa ini dibaca dengan penuh penghayatan, bukan sekadar pengulangan lafaz.

Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban

Tradisi yang berkembang di masyarakat Muslim Nusantara biasanya membaca doa Nabi Yunus setelah Maghrib atau setelah rangkaian ibadah malam Nisfu Syaban seperti membaca Yasin dan zikir.

Tidak ada batasan kaku dalam jumlah bacaan. Yang terpenting adalah niat ikhlas, kekhusyukan, dan kesungguhan hati dalam memohon ampunan serta perlindungan.

Sebagian ulama menganjurkan mengiringinya dengan istighfar, shalawat, dan doa pribadi agar momentum Nisfu Syaban benar-benar menjadi titik balik spiritual sebelum memasuki Ramadan.

Momentum Emas Menjemput Ramadan

Malam Nisfu Syaban bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah kesempatan langka untuk memulai lembaran baru kehidupan rohani.

Doa Nabi Yunus mengajarkan bahwa bahkan dalam kondisi paling gelap sekalipun, pintu rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba yang mau merendahkan diri dan kembali kepada-Nya.

Dengan memperbanyak doa ini di malam Nisfu Syaban, umat Islam tidak hanya berharap keselamatan dunia, tetapi juga ketenangan hati dan kesiapan spiritual menyambut bulan Ramadan yang penuh ampunan dan keberkahan.

Semoga amalan ini menjadi wasilah bagi kita semua untuk memperoleh rahmat, perlindungan, dan keberkahan sepanjang tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Aktual
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
Aktual
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Aktual
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Aktual
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Aktual
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Aktual
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar