KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban selalu menghadirkan suasana spiritual yang berbeda. Di tengah pergantian bulan menuju Ramadan, umat Islam diajak menyiapkan hati dengan memperbanyak doa dan ibadah.
Salah satu amalan yang banyak diamalkan para ulama dan orang saleh adalah membaca doa Nabi Yunus AS.
Doa singkat, tetapi sarat makna tauhid, tasbih, dan pengakuan diri ini diyakini membawa keberkahan besar jika dilantunkan pada malam pertengahan Syaban.
Tradisi ini tidak lahir tanpa dasar. Sejumlah kitab turats menyebutkan keutamaan bulan Syaban sebagai momentum peningkatan ibadah, sekaligus menyebut doa Nabi Yunus sebagai wirid yang memiliki dampak spiritual mendalam bagi pelakunya.
Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban
Dalam literatur fikih, bulan Syaban dikenal sebagai bulan yang memiliki posisi penting dalam kalender ibadah.
Syekh Abdul Aziz Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan bahwa Syaban termasuk bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan amal sunnah setelah bulan-bulan haram. Ia menulis:
أفضل الشهور للصوم بعد رمضان: الأشهر الحرم ... ثم شهر شعبان
Artinya: “Bulan paling utama untuk puasa setelah Ramadan adalah bulan-bulan haram, dan setelahnya adalah bulan Syaban.” (Fathul Mu’in, hlm. 281)
Keterangan ini menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan penutup sebelum Ramadan, tetapi fase persiapan spiritual agar seorang muslim memasuki Ramadan dalam kondisi hati yang lebih bersih dan siap beribadah.
Baca juga: Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah
Doa Nabi Yunus AS dikenal sebagai doa yang dibaca ketika beliau berada dalam perut ikan paus. Dalam Alquran, doa ini diabadikan sebagai simbol penghambaan yang total kepada Allah SWT.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)
Ulama tafsir menjelaskan bahwa doa ini mengandung tiga unsur utama, yaitu pengakuan tauhid, pensucian Allah, dan pengakuan kesalahan diri. Kombinasi ini menjadi kunci diterimanya doa dan diangkatnya kesulitan hidup.
Kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir Al-Qudsi Al-Makki menyebutkan keutamaan khusus membaca doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Syaban.
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa membaca doa ini sebanyak 2.375 kali sesuai hitungan huruf dalam ilmu hisab jumal menjadi sebab perlindungan dari berbagai musibah selama satu tahun penuh.
Ia menuliskan:
“Barang siapa membaca doa Nabi Yunus pada malam Nisfu Syaban sesuai jumlah tersebut, maka bacaan itu menjadi pengaman dari bencana dan kesulitan sepanjang tahun.” (Kanzun Najah was Surur, hlm. 172–173)
Meski praktik penghitungan ini masuk dalam wilayah wirid khusus yang diamalkan sebagian ulama, pesan intinya menegaskan bahwa malam Nisfu Syaban merupakan momentum istimewa untuk memperbanyak doa perlindungan dan taubat.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026? Ini Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya
Syekh Abdul Hamid dalam kitab yang sama menegaskan bahwa doa Nabi Yunus memiliki struktur spiritual yang sangat kuat.
Ia mengutip riwayat dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW menyebut doa Nabi Yunus sebagai doa yang menakjubkan karena mencakup unsur pengakuan ketuhanan, tasbih, dan pengakuan dosa sekaligus.
Dalam kitab Khazinatul Asrar juga disebutkan bahwa siapa pun yang membaca doa ini dalam keadaan susah, berduka, terlilit masalah atau memiliki hajat besar, lalu membacanya tiga kali dalam sehari, maka Allah akan mengabulkan doanya.
Pesan ini sejalan dengan penjelasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, bahwa doa yang diawali dengan tauhid dan disertai pengakuan kelemahan diri memiliki peluang besar untuk dikabulkan karena mencerminkan adab berdoa yang sempurna.
Membaca doa Nabi Yunus di malam Nisfu Syaban tidak hanya dipahami sebagai permohonan keselamatan fisik, tetapi juga sebagai proses penyucian batin.
Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa Nisfu Syaban adalah waktu yang tepat untuk muhasabah diri, memohon ampunan, serta memperbarui komitmen ibadah menjelang Ramadan.
Doa Nabi Yunus menjadi sarana refleksi diri, mengakui keterbatasan manusia, membersihkan kesombongan, dan menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar doa ini dibaca dengan penuh penghayatan, bukan sekadar pengulangan lafaz.
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya
Tradisi yang berkembang di masyarakat Muslim Nusantara biasanya membaca doa Nabi Yunus setelah Maghrib atau setelah rangkaian ibadah malam Nisfu Syaban seperti membaca Yasin dan zikir.
Tidak ada batasan kaku dalam jumlah bacaan. Yang terpenting adalah niat ikhlas, kekhusyukan, dan kesungguhan hati dalam memohon ampunan serta perlindungan.
Sebagian ulama menganjurkan mengiringinya dengan istighfar, shalawat, dan doa pribadi agar momentum Nisfu Syaban benar-benar menjadi titik balik spiritual sebelum memasuki Ramadan.
Malam Nisfu Syaban bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah kesempatan langka untuk memulai lembaran baru kehidupan rohani.
Doa Nabi Yunus mengajarkan bahwa bahkan dalam kondisi paling gelap sekalipun, pintu rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba yang mau merendahkan diri dan kembali kepada-Nya.
Dengan memperbanyak doa ini di malam Nisfu Syaban, umat Islam tidak hanya berharap keselamatan dunia, tetapi juga ketenangan hati dan kesiapan spiritual menyambut bulan Ramadan yang penuh ampunan dan keberkahan.
Semoga amalan ini menjadi wasilah bagi kita semua untuk memperoleh rahmat, perlindungan, dan keberkahan sepanjang tahun.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang