Editor
KOMPAS.com — Pemerintah menyiapkan skema Work From Anywhere (WFA) selama musim Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026.
Kebijakan ini memberi ruang bagi pegawai kantoran—baik ASN maupun swasta—untuk bekerja dari lokasi mana saja pada hari-hari tertentu, sehingga perjalanan mudik dan balik bisa diatur lebih fleksibel tanpa mengganggu pekerjaan.
Kebijakan WFA ini disampaikan oleh Airlangga Hartarto di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Aturan teknisnya akan dituangkan melalui Surat Edaran (SE) untuk dua kelompok pekerja: ASN dan swasta.
Baca juga: Mudik Gratis 2026: Cara Dapat Tiket Bus, Kereta, dan Kapal Tanpa Bayar
Untuk ASN, pedoman diterbitkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sementara pekerja swasta diatur melalui SE dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Pemerintah membagi WFA dalam dua fase agar pekerja bisa menghindari puncak arus mudik dan balik:
Fase ini memberi kesempatan berangkat mudik lebih awal sebelum kepadatan tertinggi.
Fase ini memberi kelonggaran saat arus balik setelah cuti bersama.
Skema lima hari inilah yang ramai dicari publik dengan kata kunci jadwal WFA Lebaran dan WFA Lebaran 2026 mulai kapan.
Selama WFA:
Istilah lain yang sering dipakai adalah Flexible Working Arrangement (FWA).
Tidak semua pekerjaan bisa WFA. Sektor esensial tetap bekerja fisik:
Untuk pekerja yang masuk di hari libur resmi, perusahaan wajib memberikan upah lembur sesuai aturan.
Tujuannya jelas:
Dengan WFA, pekerja tak perlu “menumpuk” cuti demi mudik.
Agar kerja tetap lancar saat mudik:
Lebaran 2026 bukan hanya tentang pulang kampung, tapi juga tentang cara baru bekerja yang lebih luwes.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang