Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Dhuha: Waktu, Jumlah Rakaat, Niat, Tata Cara, dan Bacaan Dzikirnya

Kompas.com, 11 Februari 2026, 09:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.

Ibadah ini kerap dikaitkan dengan upaya memohon kelancaran rezeki, ketenangan hidup, serta ampunan dosa.

Selain bernilai sebagai amalan sunnah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat Dhuha juga mengandung pahala besar bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan ikhlas dan istiqomah.

Tidak sedikit umat Islam yang menjadikan sholat Dhuha sebagai amalan rutin karena diyakini mampu membuka pintu rezeki dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk menjaga amalan ini karena manfaat spiritual dan keberkahannya yang luar biasa.

Baca juga: Hukum Sholat Dhuha Berjamaah, Ini Penjelasan Ulama

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu Zuhur.

Secara bahasa, kata “Dhuha” merujuk pada awal siang hari, yaitu saat matahari mulai naik dan sinarnya tampak terang.

Para ulama menjelaskan bahwa waktu Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit dan naik setinggi satu tombak, sekitar tujuh hasta atau kurang lebih 2,5 meter, hingga sebelum matahari tergelincir ke arah barat.

Sebagian ulama menganjurkan agar sholat Dhuha dikerjakan pada akhir waktunya, yakni ketika matahari sudah cukup tinggi dan panas mulai terasa, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 pagi.

Pada waktu inilah pahala dan keberkahan sholat Dhuha disebut lebih utama, seperti anjuran pada hadits berikut:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ » أخرجه مسلم

Artinya: "Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata: 'Mereka mungkin tidak mengetahui sholat dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (al-Awwabin) adalah pada waktu anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari.'” (HR Muslim).

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat Dhuha bersifat fleksibel. Ibadah sunnah ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat atau bahkan lebih, dengan ketentuan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW kerap mengerjakan sholat Dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang menambahnya sesuai kehendak Allah SWT. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

"Sholat Dhuha itu (minimal) dua rakaat, dan yang paling sempurna adalah delapan rakaat, sedangkan Rasulullah biasa mengerjakannya empat rakaat, dan menambahkannya sesuai dengan yang Allah kehendaki." (HR. Muslim).

Dengan demikian, jumlah rakaat sholat Dhuha dapat disesuaikan dengan kemampuan, waktu, dan keikhlasan masing-masing dalam beribadah.

Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat

Berikut bacaan niat sholat Dhuha menurut jumlah rakaatnya:

Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.

Artinya: Saya berniat mengerjakan sholat sunnah Dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah Ta’ala.

Niat Sholat Dhuha Empat Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh Dhuhaa arba'aa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Sholat Dhuha

Pelaksanaan sholat Dhuha pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut tata cara sholat Dhuha dua rakaat:

  1. Membaca niat di dalam hati
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca surat pendek dari Al-Qur’an
  6. Ruku’
  7. I’tidal
  8. Sujud pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri untuk rakaat kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca surat pendek dari Al-Qur’an, dianjurkan membaca Surat Asy-Syams
  14. Ruku’
  15. I’tidal
  16. Sujud pertama
  17. Duduk di antara dua sujud
  18. Sujud kedua
  19. Duduk tahiyat akhir
  20. Mengucapkan salam

Tata cara tersebut dapat diulang sesuai jumlah rakaat yang diinginkan, dengan ketentuan setiap dua rakaat diakhiri salam.

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah menunaikan sholat Dhuha, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak langsung beranjak dari tempat sholat.

Memperbanyak dzikir, doa, dan amalan ibadah setelah sholat Dhuha diyakini dapat menyempurnakan ibadah serta menghadirkan ketenangan batin dan keberkahan hidup.

Bacaan Dzikir Sholat Dhuha

Beberapa bacaan dzikir yang dianjurkan antara lain:

  • Istighfar: Astaghfirullahal ‘azim (100 kali)
  • Tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil:
  • Subhanallah (33 kali)
  • Alhamdulillah (33 kali)
  • Allahu Akbar (33 kali)
  • Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (1 kali)

Bacaan Doa Sholat Dhuha

Meski tidak ada doa khusus dari Nabi SAW, terdapat doa yang banyak diamalkan dan disebutkan dalam kitab Syarh Al-Minhaj karya Asy-Syarwani serta dikutip Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibin, yaitu:

للّٰهُمَّ اِ نَّ الضُّحَآ ءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاء َ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ و َالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَ الْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ و َالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

Dilanjutkan dengan doa:

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ...

Artinya: "Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sulit mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, dan apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. Berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih."

Selain itu, terdapat doa-doa yang populer dan sering diamalkan oleh kaum Muslim, di antaranya:

اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِ ىْ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullahalazim aladhii laa ilaha ilaa huwalhayyul qayum wa atubu ilayh.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang senantiasa hidup lagi yang mengurus segala sesuatu sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya." (HR. Abu Daud dan at-Turmidzi dari Bilal)

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzaljalaali wal ikram.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah As-Salam dan dari-Mu pula segala keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan yang memiliki kebesaran dan kemuliaan."

Amalan Sunnah Pendukung Setelah Sholat Dhuha

Selain dzikir dan doa, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setelah sholat Dhuha, di antaranya membaca Al-Qur’an, terutama surat Al-Waqi’ah, Ar-Rahman, atau Yasin, sebagai ikhtiar memohon keberkahan rezeki dan perlindungan Allah SWT.

Bersedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah setelah sholat Dhuha diyakini dapat membuka pintu rezeki dan menjauhkan dari kesulitan hidup.

Terakhir, memperbanyak doa untuk kelancaran rezeki, kesehatan, keselamatan, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat menjadi penutup yang baik setelah menunaikan sholat Dhuha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Aktual
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Aktual
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
Aktual
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Aktual
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Aktual
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Aktual
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Aktual
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Aktual
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Aktual
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Aktual
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Aktual
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Aktual
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar