Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran 2026, Rompi Lepas Jadi Favorit

Kompas.com, 11 Februari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran tak hanya menjadi momentum spiritual setelah sebulan berpuasa, tetapi juga ruang ekspresi dalam berbusana.

Memasuki 2026, salah satu model yang diprediksi semakin diminati adalah baju Lebaran dengan rompi lepas.

Berbeda dari set gamis konvensional, rompi lepas menawarkan fleksibilitas. Ia bisa dikenakan di atas tunik, dress, atau blouse polos tanpa mengubah keseluruhan busana.

Konsep ini membuat tampilan lebih dinamis, namun tetap santun untuk momen silaturahmi Idul Fitri.

Mengapa Rompi Lepas Jadi Tren Lebaran 2026?

Tren modest fashion global menunjukkan pergeseran ke arah busana yang adaptif dan multifungsi.

Laporan sejumlah platform fashion internasional seperti Vogue Business dan Business of Fashion menyoroti meningkatnya minat pada layering ringan, siluet longgar, serta desain yang bisa dipakai ulang di berbagai kesempatan.

Rompi lepas menjawab kebutuhan itu. Ia bisa membuat satu outfit terlihat berbeda hanya dengan tambahan lapisan luar.

Bagi banyak perempuan, ini menjadi solusi praktis—tetap modis tanpa harus membeli terlalu banyak set busana.

Di tengah suasana Lebaran yang padat, dari salat Id hingga kunjungan keluarga, busana yang fleksibel tentu lebih nyaman digunakan sepanjang hari.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Anak 2026, Longgar, Nyaman, dan Flowy

Macam Model Baju Lebaran Rompi Lepas 2026

1. Rompi Lepas Panjang Minimalis

Rompi lepas model minimalis (AI) Rompi lepas model minimalis (AI)

Model panjang hingga lutut atau betis memberi kesan elegan dan ramping. Biasanya dipadukan dengan gamis polos atau tunik sederhana.

Ciri khasnya:

  • Potongan lurus atau sedikit melebar
  • Motif minimal seperti garis tipis atau tekstur lembut
  • Warna netral: ivory, beige, soft grey

Model ini cocok untuk silaturahmi formal atau acara keluarga besar.

2. Rompi Lepas dengan Belt atau Ikat Pinggang

Rompi lepas dengan belt (AI) Rompi lepas dengan belt (AI)

Tambahan belt memberi struktur pada siluet. Bisa diikat untuk menonjolkan bentuk tubuh atau dibiarkan longgar untuk kesan santai.

Model ini menghadirkan dua gaya dalam satu busana:

  • Formal saat belt dikencangkan
  • Kasual saat dilepas atau diikat longgar
  • Warna olive, dusty pink, hingga mocha diprediksi populer pada 2026.

Baca juga: “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Seperti Apa Bentuknya?

3. Rompi Layered dengan Tunik

Rompi lepas layering (AI) Rompi lepas layering (AI)

Konsep layering semakin kuat di 2026. Rompi dengan potongan bertingkat atau dua layer memberi efek visual yang dinamis.

Dipadukan dengan:

  • Tunik panjang polos
  • Dress ringan dengan warna senada

Layering ini memberi tampilan modern tanpa perlu banyak aksesori.

4. Rompi Pendek untuk Gaya Kasual

Rompi lepas pendek (AI) Rompi lepas pendek (AI)

Rompi dengan panjang sebatas pinggang atau pinggul cocok untuk tampilan santai namun tetap sopan.

Padanan ideal:

  • Celana palazzo
  • Rok A-line
  • Inner polos berbahan linen atau katun premium

Model ini nyaman untuk Lebaran hari kedua atau ketiga saat aktivitas lebih santai.

5. Rompi Satin atau Silk untuk Tampilan Mewah

Rompi lepas satin (AI) Rompi lepas satin (AI)

Bagi yang ingin tampil lebih formal, bahan satin atau silk menghadirkan efek jatuh yang lembut dan berkilau halus.

Pilihan warna favorit:

  • Emerald green
  • Soft lilac
  • Champagne
  • Ivory

Tekstur halusnya memberi kesan anggun tanpa terlihat berlebihan.

Baca juga: 5 Model Baju Lebaran Timeless yang Bisa Dipakai Sehari-hari

6. Rompi Floral Subtle

Rompi lepas floral (AI) Rompi lepas floral (AI)

Motif bunga kecil atau dedaunan lembut menjadi aksen populer. Tidak mencolok, namun cukup memberi kesan segar.

Agar tetap harmonis:

  • Padukan dengan inner polos
  • Pilih warna dasar senada

Model ini cocok untuk suasana Lebaran yang hangat dan penuh foto keluarga.

7. Rompi dengan Ruffle atau Lipit

Baju rompi lepas ruffle (AI) Baju rompi lepas ruffle (AI)

Detail ruffle tipis di bahu atau lipit vertikal memberi sentuhan feminin. Desain ini menambah dimensi tanpa membuat busana tampak berat.

Warna lembut seperti mint, peach, atau nude menonjolkan kesan manis dan ringan.

8. Rompi Asimetris

Potongan tidak sejajar atau bagian depan lebih panjang menciptakan kesan modern dan edgy.

Model ini cocok untuk:

  • Inner polos
  • Celana lurus minimalis

Warna solid seperti navy atau maroon membantu menyeimbangkan bentuk asimetris agar tetap elegan.

Warna yang Mendominasi Lebaran 2026

Tren warna global menunjukkan kecenderungan ke arah tone natural dan menenangkan. Untuk Lebaran 2026, warna yang diperkirakan populer antara lain:

  • Sage green
  • Butter yellow
  • Dusty blue
  • Warm beige
  • Soft lilac

Warna-warna ini memberikan kesan bersih, lembut, dan tidak berlebihan—selaras dengan suasana Idul Fitri yang penuh ketenangan.

Lebaran 2026: Fleksibel, Elegan, dan Relevan

Tren rompi lepas mencerminkan kebutuhan perempuan modern: tampil rapi, nyaman, sekaligus adaptif. Satu potong rompi bisa menciptakan berbagai gaya, dari formal hingga santai.

Di tengah perayaan yang penuh silaturahmi, rompi lepas menjadi simbol keseimbangan antara keindahan dan kepraktisan.

Bukan sekadar tren sesaat, tetapi representasi modest fashion yang semakin matang, anggun tanpa berlebihan, modern tanpa meninggalkan nilai.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar