Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama menyiapkan 20 program keagamaan, pendidikan, sosial, dan ketahanan keluarga untuk mengisi bulan suci Ramadhan 2026 melalui agenda bertajuk Joyful Ramadhan.
Rangkaian program ini dirancang sebagai program berdampak yang menyentuh langsung kebutuhan umat selama bulan suci Ramadhan.
Pemerintah menempatkan Ramadhan sebagai momentum penguatan nilai keislaman sekaligus pelayanan publik keagamaan yang inklusif.
Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dan dilaksanakan di berbagai daerah.
Baca juga: Kemenag Hadirkan Program Joyful Ramadhan untuk Perkuat Harmoni Sosial dan Kebangsaan
Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan tema Joyful Ramadhan mencerminkan semangat Ramadhan yang penuh kegembiraan dan keberkahan.
“Tema Joyful Ramadan diusung sebagai refleksi semangat Ramadhan yang penuh kegembiraan, keberkahan, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, Joyful Ramadhan menjadi agenda strategis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dalam mengoptimalkan peran layanan keagamaan selama bulan suci.
Baca juga: Jelang Ramadhan 2026, Kemenag Latih Kreator dan Influencer Muda Soal Pengamatan Hilal
Program pertama adalah Tahrib Ramadhan yang telah digelar pada Minggu (8/2/2026) di Jakarta.
Kegiatan ini menjadi pintu pembuka untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan dan diinisiasi oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag.
Program kedua, Indonesia Berdaya Ramadhan, merupakan kolaborasi Kementerian Agama bersama Kemenko PM dan Majelis Ulama Indonesia.
Program ini bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan dana umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kemiskinan ekstrem.
Program ketiga, Future Leaders of Masjid, diarahkan untuk menyiapkan generasi penerus masjid yang mampu berkontribusi, berinovasi, dan menjaga keberlanjutan peran masjid sebagai pusat peradaban umat.
Program keempat adalah Sakinah Funwalk yang digelar di Simpang Lima, Semarang.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai keharmonisan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran pencatatan pernikahan melalui aktivitas olahraga ringan.
Kelima, Hilal Observation Coaching, yang menjadi forum edukasi ilmu falak bagi generasi muda. Keenam, Qari Goes to Campus, menghadirkan para juara MTQ untuk berbagi inspirasi, motivasi, dan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi.
Selain itu, Joyful Ramadhan juga diisi dengan berbagai agenda lain, antara lain Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan, Move for Sakinah Maslahat, TerasZawa, Ekspedisi Masjid Indonesia, Semesta Ramadhan Ibu Kota Negara, Pengiriman Dai ke wilayah 3T, Halal Goes to Campus, Shalat Tarawih Keliling, serta Ruang Dakwah bersama Menteri Kabinet Merah Putih.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Takbir Akbar dan Shalat Idul Fitri, Indonesia Berzakat, Festival Ramadhan PLKI, hingga Islamic Wedding Expo sebagai penutup.
Abu Rokhmad menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting bagi Bimas Islam untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam,” ujarnya.
Melalui Joyful Ramadhan, Kementerian Agama berharap penguatan spiritual, sosial, dan ketahanan keluarga dapat berjalan seiring selama bulan suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang