Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebaran 2026: Pamit pada Shimmer, Sambut Era Smart Layering yang Elegan dan Fungsional

Kompas.com, 10 Februari 2026, 11:12 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Gema Ramadhan 2026 memang belum sepenuhnya tiba, namun antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri sudah mulai terasa di berbagai pusat perbelanjaan.

Jika tahun-tahun sebelumnya panggung mode muslim didominasi oleh kilau kain shimmer yang mencolok, tahun 2026 membawa angin segar dengan konsep yang jauh lebih tenang: Smart Layering.

Tren kali ini bergeser dari busana penuh payet berat menuju gaya yang lebih minimalis, anggun, dan mengutamakan kenyamanan fungsional.

Baca juga: 5 Model Baju Lebaran Timeless yang Bisa Dipakai Sehari-hari

Primadona Baru: Rompi Lepas dan Armani Silk

Salah satu tren yang diprediksi akan meledak adalah model gamis dengan rompi lepas. Fenomena ini bahkan sudah mulai terlihat di pusat grosir seperti Thamrin City, di mana banyak konsumen mencari busana dua lapis yang fleksibel.

Model ini menawarkan tampilan 2-in-1: kesan formal dan berstruktur saat rompi dikenakan untuk salat Id, namun bisa berubah menjadi gamis ringan yang santai saat bersilaturahmi di rumah.

Material rompi pun bervariasi, mulai dari bahan tile jaring yang modern hingga brokat minimalis yang halus.

Selain model, jenis bahan Armani Silk kembali menjadi favorit utama. Kain ini digemari karena teksturnya yang sangat lembut, ringan, memiliki kilau halus yang eksklusif, serta sifatnya yang tidak mudah kusut—sangat cocok untuk aktivitas Lebaran yang padat.

Palet Warna: Kesucian 'Cloud Dancer' dan Kehangatan Bumi

Warna putih jernih yang dinamakan Cloud Dancer telah ditetapkan sebagai Pantone Color of the Year 2026.

Warna ini melambangkan kesucian dan kebutuhan manusia untuk melakukan 'reset' di tengah hiruk-pikuk informasi.

Selain putih natural, warna-warna lembut dan bersahaja tetap mendominasi, di antaranya:

- Earth Tones: Sage green, beige, mocca, dan cokelat susu.

-Pastel Lembut: Dusty pink dan Biru Wardah yang memberikan efek wajah lebih cerah dan feminin.

Harmoni Keluarga dalam 'Quiet Luxury'

Untuk busana keluarga atau sarimbit, tren 2026 mengarah pada konsep Quiet Luxury. Tidak lagi harus tampil seragam dengan motif yang ramai, keluarga modern lebih memilih koordinasi warna yang harmonis namun tetap memiliki karakter masing-masing.

Ibu dan anak perempuan banyak menggunakan model silk layering atau pleated floral, sementara ayah dan anak laki-laki tampil gagah dengan baju koko slim-fit bermaterial katun premium atau toyobo dengan bordir minimalis.

Tips Memilih Busana Lebaran 2026

Agar tetap tampil maksimal namun nyaman, para ahli menyarankan untuk:

1. Prioritaskan kenyamanan: Pilih bahan breathable seperti linen atau katun premium agar tetap sejuk di cuaca tropis.

2. Pilih potongan longgar: Siluet A-line atau loose fit membantu menciptakan tampilan anggun tanpa terlihat berlebihan.

Baca juga: Model Gamis Terbaru 2026 untuk Lebaran: Simple, Elegan & Kombinasi Brokat

3. Investasi pada busana timeless: Pilihlah model yang fungsional sehingga tetap bisa digunakan kembali untuk acara lain setelah Idul Fitri berakhir.

Lebaran 2026 bukan sekadar tentang baju baru, melainkan tentang mencerminkan kesederhanaan dan makna suci hari kemenangan melalui gaya yang bersahaja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com